Refl: Copot atau tidak copot adalah masalah yang tidak terkait kehidupan rakyat 
terkecuali anggota partai kleptokrat bertopeng demokrat.


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/31/ArticleHtmls/Mayoritas-Elite-Demokrat-Ingin-Anas-Dicopot-31012012006009.shtml?Mode=0


Mayoritas Elite Demokrat Ingin Anas Dicopot 
JAKARTA 
"Belum ada keputusan dari Ketua Dewan Pem bina."

Mayoritas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat menginginkan kongres luar biasa 
untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum. Desakan ini muncul 
setelah Anas santer diduga terlibat kasus suap dalam proyek Wisma Atlet. 
“Ada dua skenario yang dibahas dalam pertemuan itu,“ kata anggota Dewan 
Pembina, Adjeng Ratna Sumirat, kepada Tempo kemarin.

Ia menjelaskan, mayoritas peserta rapat sepakat agar Demokrat segera menggelar 
kongres luar biasa untuk mencopot Anas. Namun ada perbedaan pendapat mengenai 
waktunya: setelah atau sebelum Anas ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi 
Pemberantasan Korupsi. Bahkan sempat muncul em pat nama calon pengganti Anas, 
yakni Ketua Demokrat Jawa Timur Soekarwo, Menteri Koordinator Politik dan 
Keamanan Djoko Suyanto, Marzuki Alie, serta Andi Alifian Mallarangeng. 

Menurut dia, keinginan mencopot Anas muncul karena kekhawatiran turunnya 
popularitas partai akibat sorotan publik kepada Anas. Selama beberapa bulan 
belakangan ini nama Anas memang sering muncul di media massa dalam berita kasus 
Wisma Atlet setelah bekas Bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut Anas 
ikut menikmati fee proyek senilai Rp 191 miliar itu. 

Adjeng berharap kongres luar biasa diadakan secepatnya supaya kepercayaan 
konstituen tak tergerus. 

Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat ini menerangkan, pertemuan 
digelar di kantor Dewan Pembina Demokrat, di bilangan Kema

yoran, Jakarta, pada 23 Januari lalu. Rapat diadakan secara mendadak untuk 
membahas antisipasi jika Anas dinyatakan terlibat kasus Wisma Atlet oleh KPK. 
Dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, rapat dihadiri 24 
anggota. 
Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng pun hadir. 

Pembahasan berlangsung alot. Rapat kelar setelah sekitar lima jam sejak pukul 
13.00 WIB. Hingga rapat usai, tak ada keputusan bulat tentang waktu pelaksanaan 
kongres luar biasa. Hasil rapat itu lantas disampaikan dalam pertemuan tertutup 
di kediaman Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, keesokan 
harinya.“Belum ada keputusan dari Ketua Dewan Pembina,” ucap Adjeng. 

Anas telah membantah kabar bahwa dia akan dilengserkan gara-gara kasus Wisma 
Atlet. 

Ketua Demokrat Benny Kabur Harman pun menuding ada se

kelompok orang yang hendak menghancurkan partai dengan mencopot Anas. “Ada 
rayap-rayap di tubuh Demokrat,“ ujarnya, dua hari lalu.Tapi ia tak menyebutkan 
siapa yang dimaksudkannya. Benny juga menilai ada kekuatan eksternal yang 
mencoba merusak Demokrat. 
Anggota Dewan Pembina, Ahmad Mubarok, menepis tudingan Benny.“Partai tetap 
solid. Kalau dinamika, ya, ada,“ katanya kemarin. Dinamika yang dimaksud adalah 
persaingan antarkader yang positif di lingkup internal partai. Namun ia tak 
membantah ada pula persaingan antarpartai. Mubarok mengakui ada beberapa kader 
baru yang belum mampu bersinergi dengan tujuan partai. Ia mencontohkan 
Nazaruddin, yang kini menjadi terdakwa perkara Wisma Atlet. Namun ia tak 
menyebutkan siapa kader-kader baru lainnya yang bermasalah.

IRA G | RUSMAN P | JOBPIE S 

     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke