Refl: Silahkan bersesat-sesat atau tidak sesat, tetapi bukan wewenang disertasi 
menjadi hakim dan hukum, melainkan....?


http://www.hidayatullah.com/read/20968/03/02/2012/disertasi-aqil-siradj-telah-menyebut-syiah-sesat?.html
Disertasi Aqil Siradj Telah Menyebut Syiah Sesat? 


      
     
     
     
Jum'at, 03 Februari 2012 


Dr Said Aqil Siradj Dulu dan Kini 

PERJALANAN hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, 
mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa 
hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya 
manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya 
(istiqamah). Karena itu, dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa 
memohon keteguhan hati kepada Allah: “Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, 
tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Dan ini mungkin salah satu hikmah yang 
dapat anda petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat 
shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah Azza wa Jalla agar 
senantiasa menunjuki anda jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran

Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca 
pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di 
berbagai media. Said Aqil Siradj mengatakan bahwa ajaran syiah tidak sesat dan 
termasuk Islam seperti halnya Sunni.

Untuk menguatkan klaimnya ini, Said Aqil merujuk pada kurikulum pendidikan pada 
almamaternya Universitas Umm Al Quro di Arab Saudi. Menurutnya: "Wahabi yang 
keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat."

Pernyataan Said Aqil ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, 
pada Mukaddimah disertasi S3 yang ia tulis semasa ia kuliah di Universitas Umm 
Al Quro, hal: tha’ (ط) Said Aqil menyatakan: “Telah diketahui bersama bahwa 
umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial dan idiologi menghadapi 
berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang 
senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham sekuler, 
kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal syi’ah, Qadiyaniyah (Ahmadiyyah), 
Bahaiyah dan selanjutnya tasawuf.”

Pernyataan Said Aqil pada awal dan akhir disertasi S3-nya ini menggambarkan 
bagaimana pemahaman yang dianut oleh Universitas Umm Al Quro. Bukan hanya 
Syi’ah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya menyimpulkan 
bahwa paham tasawuf juga menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu pada akhir 
dari disertasinya, Said Aqil menyatakan: “Sejatinya ajaran tasawuf dalam hal 
“al hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) berasalkan dari orang-orang Syi’ah 
aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim Syi’ah meyakini bahwa Tuhan atau bagian 
dari-Nya telah menyatu dengan para imam mereka, atau yang mewakili mereka. Dan 
idiologi ini sampai ke pada para pengikut Sekte Syi’ah berawal dari pengaruh 
ajaran agama Nasrani.” ("Silatullah Bil Kaun Fit Tassawuf Al Falsafy" oleh Said 
Aqil Siradj 2/605-606).

Karena menyadari kesesatan dan mengetahui gencarnya penyebaran Syi’ah di 
Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan pada 
awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi Umat Islam dari 
paham yang sesat dan menyesatkan.

Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan 
keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, 
kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan 
"pembela" Syi’ah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar 
yang dulu ia kawatirkan mengancam Umat Islam di negeri tercinta ini? 

Wassalam,

Dr. Muhammad Arifin Badri
Lulusan Universitas Islam Madinah, dosen tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen 
terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional 
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan anggota Pembina Pengusaha Muslim 
Indonesia (KPMI)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke