Cap Go Meh dikemas dalam "Bogor Festival"
Senin, 6 Februari 2012

Atraksi Liong digelar ketika menyambut "Cap Go Meh" dalam rangkaian Tahun Baru 
Imlek 2563 di vihara Dhanagun, Bogor, Minggu (5/2). (FOTO ANTARA/Paramayuda)

Kampung Cina Padat Pengunjung

Potehi, Wayang Cina

Bogor (ANTARA News) - Perayaan Cap Go Meh 2012 di Kota Bogor, Jawa Barat, 
dikemas dalam rangkaian "Bogor Street Festival", yang digelar di sepanjang 
Jalan Suryakenacana Bogor Tengah, hingga simpang Batu Tulis, Kecamatan Bogor 
Selatan.

Kirab Cap Gomeh 2012 itu dilepas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Vihara 
Dhanagun Jalan Suryakencana Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin.

Puluhan ribu warga menyaksikan kirab Cap Gomeh 2012, yang mengusung tema 
"Menjalin Persatuan Bangsa Dalam Ragam Budaya".

Pada acara tersebut, dilakukan kirab budaya "Bogor Street Festival" dengan rute 
melalui sejumlah ruas jalan protokol Kota Bogor, yakni Jalan Suryakencana, 
Siliwangi, hingga Simpang Tiga Batutulis.

Kirab Cap Gomeh yang digelar setiap tahun di Kota Bogor itu, diawali mulai dari 
Vihara Dhanagun Kota Bogor.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan apresiasi dan berterima kasih atas 
terselenggaranya acara yang disebutnya sebagai pentas seni budaya masyarakat 
yang dikemas dalam semangat kebhinekaan.

Ia mengharapkan dengan pergelaran festival itu semakin memperkuat rasa 
persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa dalam bingkai Negara 
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ragam etnis dan budaya hendaknya menjadi modal kuat bagi pembangunan 
masyarakat lebih baik lagi. Dengan ragam etnis dan budaya semakin memperkaya 
khasanah kesenian masyarakat sehingga menjadi daya tarik turis untuk berkunjung 
ke wilayah kita, sehingga mampu mendongkrak perekonomian setempat," katanya.

Apalagi, kata dia, ditambah dengan keramahan dan rasa kebersamaan yang semakin 
memperkokoh kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kirab Cap Gomeh yang digelar setiap tahun di Kota Bogor itu menarik perhatian 
puluhan ribu pengunjung.

Para pengunjung tersebut, tidak hanya datang dari Bogor, namun juga dari 
berbagai daerah di Tanah Air.

"Hampir setiap tahun pada acara Cap Go Meh di Kota Bogor selalu dipenuhi ribuan 
pengunjung," kata staf Humas Pemkot Bogor Iyan Sofyan.
(T.A035/Z002)
Editor: Ruslan Burhani

Ping Senang Jadi Tatung
TRIBUNnews.com

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM,PONTIANAK - Umumnya kaum perempuan takut dan menghindar jadi 
tatung, sebagian merasa terpaksa karena tidak bisa menghindari dari takdir yang 
telah menentukan harus menjadi tatung. Kalangan Tionghoa percaya bisa tatung 
disebabkan memiliki tulang naga.

Meski begitu, ada sedikit berbeda dengan Siau Ping Ping (24), gadis manis yang 
kerasukan Datuk Dayang.

"Awalnya setiap tahun bantu mereka yang tatung saat Cap Go Meh, lama-lama 
menjadi tertarik dan senang menjadi tatung. Berkat bantuan dari Ketua 
Hermansyah (Datuk Kurata) akhirnya bisa tatung," ujarnya yang sudah tiga tahun 
menjadi tatung.

Ia menambahkan, menjadi tatung adalah permintaannya sendiri dan kemungkinan 
juga memang memiliki tulang naga. Sehingga tidak sulit untuk bisa tatung, meski 
harus melewati beberapa proses yang menjadi aturannya.

Ping Ping yang menjadi murid ketujuhbelas Datuk Kurata, mengaku asyik bisa 
menjadi satu di antara tatung perempuan yang ada di Singkawang. Kendati 
demikian, ada waktu tertentu baru ia kerasukan yaitu biasanya pada tanggal 1 
dan 15 penanggalan Imlek.

"Hari biasa tidak akan kesurupan ada waktu tertentu. Sejak bisa tatung, saya 
merasa lebih sehat dan setiap ada kesulitan selalu dapat diatasi," ucapnya.

Kirim email ke