http://www.sinarharapan.co.id/content/read/koin-dosen-cabul-akan-dikumpulkan-seluruh-kampus/

08.02.2012 08:47

'Koin Dosen Cabul' Akan Dikumpulkan Seluruh Kampus
 GORONTALO - Aksi 'koin untuk dosen cabul' akan digelar dan dikumpulkan oleh 
mahasiswa di seluruh kampus di Gorontalo.

"Kami sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan mahasiswa perguruan tinggi se 
Gorontalo, aksinya akan digelar mulai Selasa," ujar Rahmad Himran, koordinator 
aksi tersebut, Rabu (8/2).

Dia mengatakan, aksi itu akan digelar mahasiswa di kampus Universitas Negeri 
Gorontalo, Universitas Gorontalo, IAIN Sultan Amai, Universitas Ichsan 
Gorontalo.

"Koin ini dikumpulkan dan akan dikerahkan pada dosen tersebut, untuk membiayai 
hasrat seksualnya, silahkan sewa pelacur, jangan cabuli mahasiswi," ujarnya.

Pada selasa sore (7/1) aksi kumpul koin yang hanya digelar beberapa mahasiswa 
itu, cukup menarik perhatian pengguna jalan, mereka membawa kertas bertuliskan 
" Koin untuk Dosen Cabul" sambil berorasi.

Menurutnya, Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kekecewaan mereka, atas 
dilepaskannya oknum dosen Universitas Negeri Gorontalo, RL dan DN, setelah 
dilaporkan ke polisi, karena diduga melakukan percobaan pemerkosaan terhadap 
IZ, mahasiswa di perguruan tinggi itu.

"Dua dosen itu dibebaskan karena kurang bukti, mereka hanya dikenakan pasal 
perbuatan tidak menyenangkan bagi orang lain," kata dia.

Sebelumnya, kedua dosen tersebut diduga bersekongkol melakukan percobaan 
pemerkosaan kepada seorang mahasiswanya berinisial IZ, yang dipaksa untuk 
melayani keduanya agar nilai mata kuliahnya keluar pada selasa (31/1) lalu.

DN mengajak IZ bertemu di ruang laboratorium kampus untuk membahas nilainya, 
dan mencoba melakukan hal tak senonoh disana, disaat yang sama RL juga telah 
meminta IZ untuk menemuinya di salah satu kamar hotel, untuk menyelesaikan 
urusan nilainya itu.

Belum sempat berbuat terlalu jauh, DN melepaskan IZ yang berjanji akan kembali 
lagi setelah menemui RL, mahasiswi itu kemudian menghubungi rekan-rekannya dan 
menjebak RL.

Begitu IZ tiba di kamar hotel, RL langsung memeluknya, dan pada saat itulah 
rekan-rekan IZ menangkap basah aksinya, sebelum membawanya ke kantor polisi, 
dosen tersebut sempat mereka pukuli beramai-ramai.

Rektor UNG, Syamsu Qomar Badu, mengatakan pihaknya juga telah memberi sanksi 
kedua dosen tersebut.

Dosen RL" yang berstatus sebagai dosen luar biasa di jurusan teknik 
informatika, dikeluarkan dari institusi pendidikan tersebut, sedang DN yang 
menjabat sebagai Kepala program studi teknik informatika, dipecat dari 
jabatannya.

Sanksi lainnya yang diberikan kepada DN, yang sudah berstatus PNS itu, adalah 
penundaan kenaikan pangkat, serta tidak boleh memberikan kuliah dan 
pembimbingan untuk mahasiswa. (Ant) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke