INDEF: Pungli Oknum Pejabat Korbankan Buruh 

Jakarta - Direktur Indonesian Development of Economics and Finance (INDEF), 
Enny Sri Hartati, menyatakan, ketidakberpihakan pemerintah terhadap nasib buruh 
dikarenakan adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pejabat 
pemerintah ke pengusaha.

"Pungli yang dilakukan pejabat pemerintah mengakibatkan buruh menjadi korban. 
Transparansi perusahaan tidak pernah diperlihatkan karena pengusaha memberikan 
pungli," ungkapnya.

Dikatakannya, pungli di pemerintah tidak dapat dihindari, sehingga bila terjadi 
tuntutan buruh, pemerintah tak hadir sebagai penengah antara pengusaha dan 
pekerja.

"Tidak dibisa dipungkiri, para pengusaha menginginkan upah rendah, sementara 
para pekerja ingin punya tuntutan tinggi, dari perselisihan ini, seharusnya 
negara hadir," bebernya.

Menurutnya, untuk menangani masalah upah, seharusnya pemerintah membentuk dewan 
upah yang merupakan representasi dari pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

"Sekarang ini masalahnya dewan upah tidak jelas, siapa yang mewakili para 
pekerja," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Advokasi Kebijakan Publik Apindo, Antony Hilman, 
menerangkan, pengusaha tak keberatan atas tuntutan buruh, namun hal tersebut 
harus menempuh mekanisme yang berlaku.

"Kita harus lihat dulu, bicara upah minimum, sangat keliru bila upah buruh 
angka minimum. Justru berakibat terbalik, upah tinggi berdampak negatif. Bila 
diterapkan upah sama dengan perusahaan besar, maka pengusaha kecil akan gulung 
tikar," kilahnya. [IS]

http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/8139-indef-pungli-oknum-pejabat-korbankan-buruh
Saturday, 04 February 2012 21:12 

Kirim email ke