Prof Windia: Perlu Program Khusus Atasi Kemiskinan Antara – 23 menit yang lalu Perbesar Foto a.. Prof Windia: Perlu Program Khusus Atasi Kemiskinan
Denpasar (ANTARA) - Guru besar Universitas Udayana, Prof Dr I Wayan Windia, menilai, upaya pengentasan masalah kemiskinan di Bali memerlukan sentuhan dan program khusus yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu. "Kemiskinan struktural ekonomi itu hanya dapat diatasi dengan program yang dirancang secara khusus dan tenaga pendampingan untuk memberdayakan masyarakat miskin tersebut," kata Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) 1945 Provinsi Bali itu di Denpasar, Jumat. Menurut dia, pengentasan kemiskinan struktural ekonomi itu tidak bisa diatasi lewat program umum karena tidak akan menyentuh masyarakat yang selama ini kurang beruntung dari segi ekonomi. Program perbaikan rumah keluarga miskin tidak memberikan hasil yang maksimal dalam mengatasi kemiskinan. "Masyarakat miskin setelah mendapat bantuan rumah layak huni dalam perkembangan selanjutnya tetap saja miskin," kata Windia. Oleh sebab itu Pemprov Bali yang bertekad untuk mengentaskan masalah kemiskinan harus merancang program khusus dengan melibatkan tenaga-tenaga pendampingan yang khusus menyasar masyarakat kurang mampu. "Hanya dengan cara itu masalah kemiskinan akan dapat ditekan, bahkan ditangani secara tuntas," katanya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa dalam kesempatan terpisah menyebutkan bahwa penduduk miskin di Bali tercatat 183,1 ribu atau 4,59 persen dari jumlah penduduk Pulau Dewata hingga pada September 2011, meningkat 0,39 persen dibanding kondisi Maret 2011. Penduduk miskin tersebut berada di perkotaan 100,8 ribu orang dan perdesaan 82,3 ribu orang. Bertambahnya angka kemiskinan itu akibat adanya kenaikan indikator garis kemiskinan Bali sebesar 3,16 persen, dari Rp233.172 pada bulan Maret 2011 menjadi Rp240.541 pada September 2011. Garis kemiskinan di daerah perkotaan maupun pedesaan di Bali sama-sama mengalami peningkatan. Daerah perkotaan meningkat 3,05 persen dan pedesaan 3,36 persen. [Non-text portions of this message have been removed]
