http://www.antaranews.com/berita/297376/selamat-hari-kasih-sayang-rizieq-di-suatu-sore

"Selamat hari kasih sayang, Rizieq" di suatu sore...
Selasa, 14 Februari 2012 23:57 WIB | 

 
Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dalam suatu kesempatan 
(ANTARA/M Agung Rajasa )

  Yang kami tuntut bukan pembubaran FPI tetapi kekerasan yang sering 
dipertontonkan oleh FPI," 
Berita Terkait
  a.. Hanung Bramantyo dan Jajang C Noer ikut aksi anti-FPI
  b.. Komentar Ayu Utami soal ormas anarkis 
  c.. Pangdam Brawijaya: FPI di Jatim masih kondusif
  d.. 5 diamankan dalam aksi unjuk rasa anti-FPI
  e.. Sejumlah orang diamankan saat demonstrasi anti FPI

Jakarta (ANTARA News News) - "Selamat hari kasih sayang, Rizieq!" teriak Helga 
Worokicen, salah satu peserta aksi damai "Gerakan Indonesia Tanpa FPI" di 
Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa sore.

Sosok yang dimaksud Helga adalah Habib Rizieq, ketua Front Pembela Islam (FPI).

"Yang kami tuntut bukan pembubaran FPI tetapi kekerasan yang sering 
dipertontonkan oleh FPI," kata salah satu juru bicara gerakan Indonesia Tanpa 
FPI, Tunggal.

Tunggal mengatakan kekerasan yang selalu dipertontonkan di hadapan publik 
seolah-olah menjadi legitimasi dan tidak ada tindakan tegas dari negara maupun 
aparat hukum. "seolah-olah ada imunitas dan pembiaran," katanya.

"Selama penegakan hukum belum ditegakkan secara maksimal, budaya kekerasan yang 
dilakukan FPI bisa direplikasi," lanjut Tunggal.

Rencana aksi "Indonesia Tanpa FPI" tersebut disebar di jejaring sosial seperti 
Twitter, Broadcast Blackberry Messenger yang diikuti oleh masyarakat dari 
berbagai kalangan, organisasi, bahkan tokoh-tokoh ternama seperti Hanung 
Bramantyo, Jajang C Noer, dan Ayu Utami. 

Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan teriakan dari peserta 
aksi "Indonesia damai tanpa FPI, tanpa kekerasan".

Di tengah-tengah aksi sempat terjadi kericuhan yang dilakukan oleh oknum tidak 
dikenal dan menyebabkan koordinator lapangan, Bhagavad Sambada, menderita luka 
di bagian pelipis. 

Bhaga sempat diamankan hingga aksi selesai, begitu juga peserta bernama Bandi 
dari komunitas Gusdurian yang digiring ke Polda Metro Jaya.

Pada detik-detik akhir aksi, saat peserta mulai bubar, petugas kepolisian 
tiba-tiba menangkap dua orang yang diduga membawa senjata tajam.

"Mereka bukan peserta aksi, ditangkap karena diduga membawa senjata tajam dan 
ketapel," kata peserta aksi dan saksi mata, Ari nugraha.
(M047) 
Editor: Aditia Maruli


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke