itu adalah "HARGA MATI dan Tak bisa ditawar" kata Panglima Komando Daerah
Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Erfi Triassunu dan siapa saja yang
menggugat  kedaulatan Freeport McMoran  di Papua  akan berhadapan dengan TNI
dan Mariner AS".


NOTE :

RUPANYA PARA JENDRAL INDONESIA DAN PARA MENTERI NYA  SERTA TNI  INI ,
nampaknya TOTAL - BERADA DIBAWAH KEKUASAN DAN PERINTAH PARA DIREKTUR
FREEPORT........ ( Begitu rendahnya yah ...Pangkat dan derajat Para Jendral
dan TNI -ORBA  SAMPAI BISA DIPERINTAH OLEH ARA DIREKTUR FREEPORT ..... )  ..
.......Ohhhhhhh......SAD .....SO SAD ..... 

motto : MONEY CAN BUY ANYTHING  ...including the Army General...
             MONEY CAN CHANGE EVERYONE ....even  to be a DOG WATCH 
             MONEY CAN ALSO HUMILIATE PERSONALITY ,  HONOUR AND GLORY  OF
THE  LEADERS and what is so tragic is - also the whole UNITE ------ 



Contra factum non datur argumentum ( Against THE TRUTH  - No more Argument 
is needed ..... ) 

-------Original Message-------

From: Barisan Merahputih
Date: 17.2.2012 20:51:38
To: [email protected];  [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Bls: [GELORA45] Wuih! 'Satpam' Freeport Eks Marinir AS
 
  




itu adalah "HARGA MATI dan Tak bisa ditawar" kata Panglima Komando Daerah
Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Erfi Triassunu dan siapa saja yang
menggugat  kedaulatan Freeport McMoran  di Papua  akan berhadapan dengan TNI
dan Mariner AS".



US firm pays Indonesian army

 
The Indonesian military are accused of human rights abuses in Papua
The American mining giant Freeport McMoran paid the Indonesian military more
than $5m last year for protection in Papua, a troubled Indonesian province 


   


 
Papuans distrust army guards at Freeport mine 







--- Pada Jum, 17/2/12, Sunny <[email protected]> menulis:


Dari: Sunny <[email protected]>
Judul: [GELORA45] Wuih! 'Satpam' Freeport Eks Marinir AS
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 17 Februari, 2012, 10:58 PM


  
Refl: Apa ada perjanjian untuk tidak boleh mempekerjakan ex marinir untuk
bekerja. Apa beda dengan Polri dan TNI yang digaji oleh Freeport?  Polri/TNI
mapun ex marinir bertugas untuk keselamatan perusahaan yang memberi dana
kepada kas penguasa.
 
http://us.finance.detik
com/read/2012/02/16/192222/1844592/4/wuih-satpam-freeport-eks-marinir-as?f991
023

Kamis, 16/02/2012 19:22 WIB
 
 

Wuih! 'Satpam' Freeport Eks Marinir AS  
Ahmad Toriq - detikFinance 


 

 
Jakarta - PT Freeport Indonesia (Freeport) mengaku menggunakan jasa eks
marinir AS sebagai konsultan pengamanan pertambangan. Adanya pengakuan
tersebut membuat Freeport mendapat kritikan keras dari para anggota DPR-RI.

"Untuk konsultan keamanan memang menggunakan tenaga asing, eks marinir AS.
Kegiatan utama mereka pengamanan logistik, konvoi membawa bekal dari dataran
rendah ke tinggi," kata Presdir PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto,
saat rapat kerja dengan Tim Pengawas Otonomi Khusus Papua dan Aceh di Gedung
DPR, Kamis (16/2/2012).

Mendapat jawaban tersebut, Ketua Tim Pengawas Otonomi Khusus Papua dan Aceh
DPR RI Priyo Budi Santoso menanggapi sinis. "Apakah tidak ada pendekar dari
putra asli Papua atau mantan TNI/Polri?" tanya Priyo.

Belum sempat menjawab, Rozik sudah dicecar pertanyaan dari anggota timwas
dari Fraksi Partai Golkar, Yoris Rameway. Yoris menyarankan agar Freeport
menggunakan jasa orang asli Indonesia.

"Masa mesti pakai orang Amerika? Anda nggak percaya orang Indonesia? Stop
itu, ikut aturan disini," ujar Yoris.

Namun, akhirnya jawaban dari pertanyaan tersebut tidak dilakukan pada rapat
tersebut. Priyo menyarankan agar dialokasikan waktu khusus untuk mendengar
jawaban dari Presdir PT Freeport Indonesia.




 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke