http://www.antaranews.com/berita/297878/23-santri-dirawat-diduga-dianiaya-guru-sendiri

23 santri dirawat, diduga dianiaya guru sendiri
Sabtu, 18 Februari 2012 21:23 WIB | 2123 Views

 
Ratusan santri menggelar doa bersama untuk korban kerusuhan Yaman di Pondok 
pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan, Sumut, Jumat (2/12). (FOTO 
ANTARA/Septianda Perdana)

  ...mereka dipukuli dan disetrum oknum guru sebagai bentuk tindakan disiplin. 
Saat ini empat saksi korban telah diperiksa... 

Video Terkait 

Suasana Ramadhan Di Ponpes ...

Solok, Sumatera Barat (ANTARA News) - Sebanyak 23 santri Pondok Pesantren 
Gontor Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, 
diduga dianiaya oleh gurunya sendiri sehingga sempat dirawat di rumah sakit 
selama enam hari.

Kapolres Kota Solok AKBP Lutfi Martadian melalui Kasat Reskrimnya AKP Musrial 
di Solok, Sabtu, menyebutkan, jajarannya masih menyelidiki kasus dugaan 
penganiayaan yang dilakukan oknum guru, NA, terhadap 23 santri Pondok Pesantren 
Gontor Sulit Air.

"Santri-santri mengaku kepada petugas bahwa mereka dipukuli dan disetrum oknum 
guru sebagai bentuk tindakan disiplin. Saat ini empat saksi korban telah 
diperiksa," katanya.

Akibat tindakan guru, tambah dia, enam orang santri sempat dirawat selama enam 
hari di salah satu rumah sakit di Bukittinggi. Sementara NA sendiri diduga 
melarikan diri ke daerahnya di Lampung.

Dia menjelaskan, kejadian itu berawal 2 Februari saat NA melakukan pemeriksaan 
sampul buku kepada seluruh santri. Namun sejumlah santri tidak mengikuti 
perintah tersebut dengan berbagai alasan.

Akibatnya, guru pun marah dan menghukum seluruh santri dengan pukulan benda 
keras dan menyetrum telapak tangannya.

Tindak kekerasan ini terkuak pada 12 Februari, setelah wali murid asal 
Bukittinggi melapor ke Polresta Solok karena anaknya ikut menjadi korban 
kekerasan guru tersebut.

Sementara Pemerintah Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok 
menilai tindakan disiplin yang dilakukan guru Pesantren Gontor Sulit Air 
terhadap 23 orang santrinya di luar batas kewajaran.

"Memang tindakan disiplin sering diterapkan oleh guru terhadap santrinya di 
pesantren tersebut. Namun kali ini tindakan tersebut di luar batas kewajaran 
sehingga mengarah kepada dugaan penganiayaan. Jadi wajar saja orang tua mereka 
melapor kepada pihak kepolisian," kata Sekretaris Nagari Sulit Air, Ahmad 
Purnama.

Dia mengatakan, pesantren Gontor setiap tahun selalu merotasi gurunya untuk 
memberikan tindakan disiplin kepada santri. Khusus tahun ini, tindakan disiplin 
guru dinilai berlebihan dan di luar batas kewajaran sehingga meluas ke ranah 
hukum. (*) 
Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Berita Terkait
  a.. Ponpes Al-ikhlas yang antikuper
  b.. Jenazah santri terseret Sungai Ciberang ditemukan
  c.. Tim SAR hentikan pencarian santri terseret arus sungai 
  d.. Dua santri tewas terseret arus Sungai Ciberang
  e.. Ribuan santri Karawang ikuti sarasehan cinta tanah air


Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke