http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5060


btu, 25 Februari 2012 , 01:45:00

Dubes AS Terkesan Dengan Anak Cerdas Papua
Semua Dialog Dilakukan Dengan Bahasa Inggris


 
Semua Dialog Dilakukan Dengan Bahasa Inggris. (Isak/cepos)
  JAKARTA-Duta besar Amerika untuk Indonesia Scot Marciel terkesan dnegan anak 
cerdas Papua saat  mengunjungi Surya Institute di Gedung Surya Research and 
Education Center, Gading Serpong, Jumat (24/2/2012).  Kedatangan Duta besar 
Amerika ini untuk berdiskusi dan melihat langsung dengan pelajar-pelajar Papua 
dan Papua Barat yang mengeyam pendidikan di Surya Institue.
   Dalam dialog tersebut, sang Dubes pun banyak dibuat terseyum, bagaimana 
tidak rata-rata anak-anak Papua dan Papua Barat yang maju untuk berdialog 
dengannya, semuanya menggunakan bahasa Inggris dengan lancar dan sangat 
bagus,bahkan Dubes Amerika tersebut terkesan dan sempat bangga serta mengakui 
jika Bahasa Inggris salah satu anak Papua yang sempat melontarkan pertanyaan 
kepadanya cukup bagus.
“Bahasa inggris anda cukup bagus,bahkan lebih bagus dari saya,”ujar Dubes AS 
untuk Indonesia Scot Marciel, yang diterjemahkan oleh penerjemah dari surya 
institute.
   Sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anak-anak Papua 
tersebut semuanya pun sederhana namun cukup masuk akal, sebab mereka memiliki 
mimpi yang cukup maju dan jauh ke depan, padahal anak-anak tersebut ada yang 
dari SD kelas VI,SMP dan SMA.
“Pak Dubes Bagaimana agar saya bisa menjadi seperti Barack Obama, ?”ujar Alfred 
Kwalik anak SD Impres Amungme Timika.
  Pertanyaan ini dijawab dengan lugas oleh Dubes AS.“Kuncinya cuma satu, kalian 
harus sekolah sebab di dalam pendidikan ada pengetahuan, melalui pengetahuan 
yang ada miliki, maka anda bisa seperti Obama, disamping itu harus didukung 
dengan keluarga,”jelas Duta besar, dengan senangnya.
“Pada saat Obama kecil seperti kamu, pasti tidak ada yang menyangka ia akan 
menjadi presiden Amerika. Intinya adalah pantang menyerah dan terus belajar dan 
harus didukung keluarga. Saya yakin kamu bisa sukses,” tambah Scot.
  Scot terkesan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Surya Institute di bidang 
pendidikan, khususnya untuk memajukan pendidikan di daerah tertinggal seperti 
pedalaman Papua. Dubes AS ingin mengetahui lebih jauh bagaimana Surya Institute 
dapat mendidik anak-anak dari pedalaman di Indonesia Timur.
  Pemerintah Amerika Serikat akan terus mengedepankan kerja sama di bidang 
pendidikan dengan Indonesia. Hal ini sejalan dengan program US-Indonesia 
Comprehensive Partnership yang telah dicanangkan oleh Presiden AS Barack Obama 
dan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010 di Bali.
“Presiden Obama bertemu dengan SBY mengatakan bahwa kerja sama di bidang 
pendidikan merupakan urusan nomor satu kita. Kami sedang mencari cara untuk 
bisa mendatangkan universitas yang bekerja sama di sini dan juga bisa membawa 
mahasiswa-mahasiswa di sini untuk bersekolah di Amerika Serikat,” kata Scot.
  Ia mengatakan, selain pelajar asal Papua, AS berupaya membawa 
mahasiswa-mahasiswa dari daerah lain di indonesia untuk menempuh pendidikan di 
Negeri Paman Sam juga bagian dari rencana peningkatan pendidikan di Indonesia.  
  

  Pemerintah AS telah menyiapkan dana sebesar 150 juta dollar AS untuk 
pemberian beasiswa maupun pengajaran Bahasa Inggris untuk menunjang program 
pendidikan tersebut.
Pendiri Surya Institute Yohannes Surya menyambut baik kedatangan Duta Besar AS 
di kampusnya. “Kami dari Surya Institute sangat senang sekali dengan kedatangan 
Dubes AS. Kami ingin mendorong supaya anak-anak di daerah tertinggal Papua bisa 
melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Di sana untuk belajar dengan teknologi ke 
depan agar mereka bisa kembali membangun Papua menjadi lebih baik,” kata 
Yohannes Surya.
  Dialog pelajar maupun mahasiswa Papua dengan Dubes AS ini diharapkan dapat 
menjadi semangat untuk kemajuan pendidikan di Papua dan Papua Barat, menunjukan 
bahwa Papua bisa.
Koordinator Nasional Kaukus Papua di Parlemen Indonesia Paskalis Kossay yang 
hadir dalam dialog tersebut mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung sekali 
program kerja sama antara pemerintah Papua dan surya institute, dirinya 
mengakui jika program ini akan sangat membantu sumber daya anak Papua ke depan.
  “ Saya sarankan semua Kabupaten di Papua kerja sama dengan surya instite, 
gunakan dana Otsus yang banyak itu, untuk kirim anak-anak Papua ke surya 
institute, mereka inilah yang akan pulang untuk membangun Papua,”tegasnya.

   Bahkan dirinya meminta agar jangan ada pandangan politik soal kerja sama 
ini, misalnya dengan mengatakan program ini adalah program Barnabas Suebu atau 
program Jhon Tabo, keduanya hanya mempeloporkan, program ini harus dilihat 
sebagai langkah untuk membawa anak-anak Papua yang memiliki pikiran cemerlang 
di masa yang akan datang.  
  Bupati Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw, sebagai salah satu kabupaten dari 
Papua Barat, yang juga bekerja sama dengan Surya intitute, saat diwawancarai 
usai dialog, mengakui jika pihaknya sendiri sudah tiga tahun terakhir 
menganggarkan sekitar Rp 5 Miliar untuk menunjang program ini.
“Sorong selatan sudah mengirim anak SD,SMP, SMA, bahkan sudah sekitar 80 guru 
dari sorong selatan, mendapat ilmu disini, khususnya ilmu eksata,”jelasnya.
  Bahkan dengan kerja sama tersebut, dirinya kini mendapatkan dana hibah dati 
dari negara donor dan Asia dan Eropa, sebab lembaga donor melihat  bahwa ada 
keberhasilan dari Pemrintah Sorong Selatan sebagai Kabupaten baru, namun sudah 
mengalokasikan dana sekitar 20 persen dari APBD dan Otsus untuk menunjang 
pendidikan, termasuk kerja sama dengan surya istitute.
  Sekadar diketahui, pada tahun 2011, ada tiga anak SD dari Kabupaten Sorong 
Selatan yang mendapatkan penghargaan, bersama dengan anak Papua yang lain, 
seperti Agustina Kohoin Marandei medali emas pada olimpiade asia,Ester Dina 
Aifufu Medali Perunggu olimpiade asia, Syors Srefle, peraih medali perak pada 
olimpiade metematika Asia.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke