Refl: Bravo! Bravo!  Merdeka! Merdeka ! Dirgahayu  neo-Mojopahit!

http://www.antaranews.com/berita/301067/70-persen-apbn-untuk-pulau-jawa

70 persen APBN untuk Pulau Jawa
Senin, 12 Maret 2012 21:34 WIB | 1720 Views

 
Presiden Susilo Yudhoyono memimpin sidang kabinet paripurna membahas Masterplan 
Program Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di Kantor 
Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/2). Yudhoyono mengatakan pemerintah akan 
mengajukan percepatan pembahasan APBN Perubahan 2012 kepada DPR lebih cepat 
dari biasanya terkait krisis minyak dunia yang berdampak langsung pada APBN 
2012. (FOTO ANTARA/Widodo S Jusuf)

  ... APBN 2012 sejumlah Rp1.439 triliun jika bisa dibagi merata, maka 
perekonomian tidak akan hanya terpusat di Pulau Jawa... 

Video Terkait 

Anggaran APBN Terus Meningkat


Usulan RAPBN 2012 Kemenpora

Palembang (ANTARA News) - 70 persen alokasi dana APBN diperuntukkan pembiayaan 
pembangunan di Pulau Jawa, sehingga perlu diatur agar lebih adil lagi. Dengan 
kata lain, wilayah-wilayah lain Indonesia cuma kebagian 30 persen APBN.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dr Harry Azhar Azis, pada Lokakarya Regional 
Sumatra Economic Outlook 2012, di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, 
Senin, harus ada keadilan anggaran untuk pembangunan secara menyeluruh di 
Indonesia.

"APBN 2012 sejumlah Rp1.439 triliun jika bisa dibagi merata, maka perekonomian 
tidak akan hanya terpusat di Pulau Jawa," kata dia.

Aziz mengakui, pusat perekonomian sebagian besar di Pulau Jawa, sehingga 
membutuhkan anggaran yang lebih besar namun seharusnya dapat diatur secara 
lebih adil lagi.

Selain itu, ujar dia, harus ada koordinasi antar elit politik di DPR yang 
mewakili daerah selain dari Pulau Jawa, agar dapat memperjuangkan anggaran yang 
memadai bagi daerah mereka.

"Selama ini belum ada koordinasi tersebut, tetapi umumnya anggota DPR sibuk 
mengurusi dapil-dapilnya," kata dia lagi.

Dia juga mengungkapkan bahwa belanja pegawai lebih besar anggarannya dalam 
APBN, dibandingkan belanja infrastruktur. "Jika belanja infrastruktur lebih 
besar, maka bisa dipastikan perekonomian akan lebih maju dari sekarang," kata 
dia.

Ia menilai, belanja pegawai yang besar tidak akan bisa meningkatkan taraf 
ekonomi rakyat. "Hanya pegawai-pegawai pemerintah saja yang sejahtera, tapi 
rakyat kebanyakan tidak menikmatinya," ujar dia lagi.

Dia menyebutkan, anggaran APBN 2012 sebesar Rp1.439 triliun, dengan alokasi 
belanja pegawai sebesar Rp215 triliun. Sedangkan belanja infrastruktur hanya 
sebesar Rp161 triliun, hanya 11 persen dari total anggaran.

"Jika anggaran infrastruktur ditingkatkan menjadi 20-25 persen per tahun, maka 
di Indonesia akan bisa dibangun 25 ribu km jalan setiap tahun," kata dia.

(KR-SUS/B014)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke