Ref: Agaknya yang dikatakan oleh SBY bahwa pendapatan per capita naik menjadi US$ 3.000,—didorong dengan bertambahnya hutang. Sebagai pembaca apa komentar Anda?
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/14/ArticleHtmls/Utang-Indonesia-Bakal-Tembus-Rp-1937-Triliun-14032012102004.shtml?Mode=0 Utang Indonesia Bakal Tembus Rp 1.937 Triliun Melesetnya penerimaan pajak dan diturunkannya target penerimaan pajak meningkatkan akumulasi utang Indonesia. Pada 2012, diperkirakan jumlah utang kumulatif Indonesia akan mencapai Rp 1.937 triliun. Dengan demikian, menurut pengamat kebijakan dari Perkumpulan Prakarsa, Setyo Budiantoro, setiap warga negara Indonesia akan memikul beban utang sekitar Rp 8 juta. Ia mengatakan, tahun ini, jumlah utang luar negeri kumulatif pemerintah mencapai Rp 615 triliun. Sedangkan jumlah utang kumulatif dalam negeri akan mencapai Rp 1.322 triliun.“Jumlah utang terus meningkat setiap tahunnya,“ujarnya kepada Tempo kemarin. Research Associate Perkumpulan Prakarsa, J. Prastowo, mengatakan peningkatan jumlah utang tersebut tak diimbangi dengan peningkatan penerimaan pajak.“Tak hanya rendah, penerimaan pajak juga tak adil karena lebih dibebankan pada para pegawai,“ ucapnya. Berdasarkan data realisasi APBN 2010, penerimaan pajak penghasilan karyawan (PPh Pasal 21) mencapai Rp 55,3 triliun. Di sisi lain, penerimaan Pph pribadi non-pegawai atau pengusaha (PPh 25/29) hanya mencapai Rp 3,6 triliun. Menurut Setyo, Lembaga Penjamin Simpanan mencatat ada 1,3 persen nasabah yang memiliki jumlah dana pihak ketiga di perbankan sebesar Rp 2.000 triliun dari keseluruhan DPK, yang mencapai Rp 2.400 triliun.“Ini menandakan adanya potensi kehilangan pajak dari nasabah-nasabah tersebut,“katanya. Rendahnya penerimaan pajak juga tecermin dari rasio pajak. Menurut Setyo, tahun ini pemerintah memproyeksikan penerimaan pajak sebesar Rp 1.033 triliun. Nilai ini hampir setara dengan empat per lima dari penerimaan negara. Sedangkan rasio pajak Indonesia hanya mencapai 12 persen. [Non-text portions of this message have been removed]
