Ref: Waktu pemilu lalu, disuarakan agar para capers harus berpendidikan akademi. Berpendidikan akademi artinya memiliki gelarnya. Hal ini membuat beberapa balon dan calon memasang gelar haji di depan nama mereka, karena tidak mempunyai gelar pendidikan tinggi sebagi kompensasi dipasang gelar “haji” di muka nama mereka. Sebelumnya tidak biasa dipakai. Agaknya gelar haji telah dinilai sebagai gelar akademi. Apabila gelar haji adalah gelar akademi, maka bisa dibilang bahwarata-rata orang Arab Saudia dan setiap tahun sekian juta melakukan ibadah haji mempunyai telah selesai pendidikan akademi dan mengondol gelarnya.
Sekarang mengenai syarat 7C, yaitu : clean (bersih), clever (pintar), competent (berkemampuan), comunicative (pandai bicara) etc. Hematku sayarat 7C ini bukan saja untuk menjadi capers, tetapi syarat yang dihendaki untuk dimiliki oleh setiap orang yang bekerja di lapangan apa saja. Untuk menjadi presiden di NKRI harus ada faktor MER yaitu, Money, Ethnicity dan Religion. Ketiga faktor ini harus dimiliki, sebab kalau hanya punya duit [M] tetapi etniknya bukan etnik mayoritas pasti tidak akan dipilih menjadi presiden. Capers etntik minoritas sekalipun banyak duit, jangan harap bisa sukses. Begitupun kalau agamanya [R] cocok, tetapi tidak punya duit [M] sama saja tidak laku. Kalau dimiliki faktor M dan E, tetapi R (agama) salah, maka juga akan runtuh. Tentu ada yang bertanya mengapa faktor R membatasi? Jawabnya ialah dilarang oleh Allah, sesuai Al Quran ayat 3:28 dan ayat 5:51. Jadi bagi yang tidak memenuhi syarat MER, sebaiknya jangan membuang-buang uang dan waktu untuk berusaha menjadi presiden NKRI, karena begitulah demoncrazy di NKRI. http://www.beritasatu.com/nasional/36576-tanri-abeng-capres-indonesia-butuh-tujuh-syarat.html Tanri Abeng: Capres Indonesia Butuh Tujuh Syarat Selasa, 13 Maret 2012 | 08:08 Tanri Abeng (sumber: Antara) Permasalahan bangsa saat ini tergantung pada siapa yang bertanggung jawab Mantan menteri Pendayaagunaan BUMN Tanri Abeng berpendapat, ada tujuh syarat utama yang dibutuhkan dari calon presiden Indonesia yaitu bersih, cerdas, kompeten, komunikatif, berani, berkomitmen, dan peduli. "Permasalahan bangsa saat ini tergantung pada siapa yang bertanggung jawab yaitu eksekutif selaku pemimpin bangsa, untuk itu dibutuhkan pemimpin dengan syarat seperti itu," kata Tanri pada diskusi bertema "Reformasi Birokrasi" di kediaman Ketua DPD RI, Irman Gusman, di Jakarta, Senin malam. Tanri mengatakan jika syarat itu dirangkum dalam bahasa Inggris maka akan menjadi "7C" yaitu "clean, clever, competent, communicative, courageous, commited, and care." "Cerdas tidak selalu bisa diandalkan, artinya kompetensi tersebut harus terukur melalui pengalaman dan keahlian yang dimiliki," kata mantan presiden direktu sejumlah perusahaan swasata itu. Menurut Tanri, keberanian serta ketegasan seorang pemimpin ("courage") dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan yang sulit, sehingga hal itu akan sejalan dengan komitmen pribadi yang telah dibuat pemimpin bangsa. Selain itu, Tanri mengatakan tentunya pemimpin yang baik adalah yang peduli dan peka terhadap rakyatnya, sehingga mampu menempatkan diri dalam berbagai persoalan yang juga dirasakan rakyat. "Namun sayangnya saat ini sulit sekali mencari figur seperti itu," katanya. Tanri juga mendukung upaya reformasi birokrasi yang tengah dilakukan di semua lini pemerintahan karena perampingan organisasi pemerintahan dinilai akan meningkatkan produktifitas dan juga memberikan dampak positif terhadap pembelanjaan negara di sektor belanja pegawai. "Dulu waktu saya membentuk kementerian BUMN hanya mulai dengan 200 orang, sekarang satu Direktorat Jenderal saja bisa melampaui 200 orang jumlah karyawannya," katanya. Penulis: Antara/ Ayyi Achmad Hidayah [Non-text portions of this message have been removed]
