*115 Hari Menjelang Pilkada Gubernur DKI  2012*

Teman2.

Beberapa bulan silam,  menjelang musim penghujan sebuah koran memberitakan
agenda Pemda DKI bagi *proyek normalisasi sungai-sungai Jakarta untuk
mengurangi resiko banjir*  akan segera dilaksanakan. Selain anggaran biaya
proyek disebutkan sebesar Rp 3,45 T, disitu tidak dicantumkan spesifikasi
pekerjaan dan standar spesifik sebagai ukuran keberhasilannya. Padahal
menurut pemahaman saya, pekerjaan pembersihan sungai bukanlah pekerjaan 5
tahun sekali, tetapi merupakan pekerjaan rutin setiap hari. seperti halnya
kita mandi ataupun menyapu rumah. Beberapa bulan setelah berita itu, awal
Januari 2012 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta,
menyatakan "... segala persiapan sudah dilakukan untuk menghadapi banjir,
intinya Jakarta siap,"

*Kesiapan Kepala BPBD tidaklah sia-sia. *

Senin 13 Februari 2012, setelah masyarakat Bogor menikmati sejuknya  hujan
yang lebat selama 2,5jam, Jakarta Timur-Selatan-Utara (Kramat Jati-Kp
Melayu-Cawang-Otista- Bidara Cina-Jati Waringin-Kp Pulo- Bukit Duri-Pondok
Labu-Petogogan-Kebagusan-Lenteng Agung-Gandaria- Petamburan- Tanah
Abang-Pantai Mutiara...) dilanda banjir. Diberitakan pada beberapa tempat,
air merendam pemukiman hingga mencapai ketinggian melebihi 2 meter, bahkan
ada korban jiwa.  Beberapa tanggul jebol, sejumlah sekolah  terendam air,
ribuan rumah tergenang. Dengan tergenanginya beberapa area di Jaksel dan
Jakut, banjir 2012 ( paska proyek normalisasi sungai) lebih luas dibanding
tahun2 sebelumnya, Banjir bukan hanya merugikan penduduk pemukiman, namun
juga memperparah kemacetan jalan raya di sekitar lokasi banjir.  Pintu
masuk jalan tol Jakarta-Merak ditutup selama 4 jam, karena  kendaraan
besar-kecil  terjebak macet total pada ruas tol yang tergenang banjir.
Pemborosan BBM, kerugian waktu dan hilangnya kesempatan ditanggung segenap
pengguna jalan tol Jakarta-Merak hari itu. Menanggapi banjir tahun ini, pak
Fauzy Bowo menyatakan Pemda DKI akan menyiapkan anggaran dana sebesar Rp29M
untuk penggunaan pompa untuk menyedot genangan banjir di sejumlah wilayah
Jakarta. Seandainya  kalkulasi anggaran pak Fauzy benar, dapat dipastikan
dampak banjir Jakarta ini menimbulkan kerugian masyarakat Jakarta dan
sekitarnya. lebih besar dari  Rp3479M.

Pertengahan Februari itu, pak Fauzy mendapat undangan wawancara di studio
Metro TV. Disitu pak Fauzy menjelaskan alasan-alasan mengapa tahun 2012 dan
seperti tahun-tahun sebelumnya Jakarta tergenang banjir. Dalam jeda,
disajikan sisipan video mengenai banjir tahunan di Jakarta yang tahun ini
luasnya semakin bertambah. Namun dalam tayangan video tersebut dikatakan
bahwa 40% wilayah Jakarta sebenarnya berada di bawah permukaan air laut.
Saya tidak sependapat pernyataan pada video itu, karena seandainya 40%
wilayah Jakarta berada dibawah permukaan air laut, walaupun disaat kemarau,
40% wilayah Jakarta itu akan berupa genangan air (seperti danau) karena
segenap air yang berada di bawah permukaan laut tidak akan kering jika
tidak disedot ataupun ditimba.

Mengingat disaat kemarau,kebanyakan daerah Jakarta adalah kering, saya
yakin bahwa 99,8% wilayah daratan di Jakarta berada pada ketinggian di atas
permukan air laut.

* *

*Konsep Preventif: Mencegah Jakarta terkena Banjir Tahunan*

Sementara menyaksikan sungai-sungai di Jakarta masih seperti biasanya
(penuh sampah, jentik nyamuk serta bau busuk), sebenarnya 3 Februari 2012
lalu saya ke kantor Pemda DKI untuk menyampaikan proposal *2 konsep solusi
untuk membebaskan Jakarta dari banjir tahunan* dengan taksiran anggaran
tidak lebih dari Rp 1 Trilyun (dibawah 30% biaya normalisasi sungai-sungai
Jakarta 2011). Seandainya Jakarta menerapkan kedua konsep itu, berarti
Jakarta sudah melakukan tindakan PREVENTIF, sehingga Jakarta tidak akan
mengalami lagi banjir tahunan untuk 50 tahun kedepan. Surat untuk pak Fauzy
itu sudah didesposisikan kepada Sekda DKI (pejabat yang berperan mewakili
Gubernur sementara Wagub mengundurkan diri). Sementara pak Andri (staf TU
Sekda) menyilakan agar setiap hari saya menelpon, karena beliau sendiri
tidak tahu kapan surat itu akan diturunkan ke TU Sekda. Selain 3x datang ke
kantor TU Sekda DKI. biasanya saya menelpon staf TU tiap Senin, Rabu,
Jumat. Namun karena  Senin/ Selasa  12/13 Maret terkesan pak Andri enggan
menerima telepon, saya kira Pemda DKI menganggap bahwa proposal itu kurang
penting untuk diperhatikan.  Menjawab pertanyaan apakah Pemda DKI tidak
tertarik untuk bisa mengatasi banjir menjelang Pilkada DKI 11Juli 2012, pak
Andri pernah menjawab bahwa beliau tidak tahu akan hal itu.

* *

*Konsep Kuratif: Mengeringkan Wilayah Terkena Banjir*

Sementara belum ada tanggapan dari Pemda DKI, dan banjir masih menggenangi
beberapa lokasi  di DKI dan wilayah di tanah air, 27 Februari 2012 saya
juga mengirimkan surat kepada bapak Presiden. Dalam surat itu saya
menawarkan rancangan suatu sistim dan design pesawat pengering banjir.
Berbeda dengan konsep *untuk mencegah* banjir (bersifat *preventif*) yang
sedang saya tawarkan kepada pak Fauzy Bowo.teknik yang saya sampaikan
kepada Presiden SBY adalah sistem tindakan darurat jangka pendek yang
efektif *untuk mengeringkan* secara cepat suatu wilayah yang baru mulai/
sudah terlanjur parah terkena banjir (bersifat *kuratif*). Seandainya
pesawat diaktifkan sejak masih dini, diharapkan banjir tidak akan
menimbulkan kerugian berarti. Perakitan  mekanik pesawat itu akan selesai
dalam waktu 7 hari. Seandainya dalam uji coba ternyata efektif dan
berhasil, pesawat ini bisa diproduksi secara massal dan boleh digunakan di
wilayah-wilayah yang memerlukan di tanah air.  Proses  produksi pesawat ini
 cukup murah dan tidak sulit. Sedangkan biaya operasional pesawat ini
relatif sangat murah. Pesawat ini bisa dioperasikan secara dini (sejak awal
dimulai gejala banjir) dan tetap akan sangat efektif dan diperlukan untuk
mengeringkan banjir yang memang sudah terlanjur parah.

* *

*115 Hari Menjelang PILKADA Gubernur DKI*

Saya kurang memahami sikap pak Fauzy Bowo yang terkesan kurang berminat
menanggapi proposal sepenting ini. Namun saya juga menunda konfirmasi
penawaran 5 Konsep untuk membebaskan kemacetan lalu lintas kepada MenHub EE
Mangindaan, karena  selain masih memprioritaskan penawaran konsep solusi
banjir Jakarta, saya berpendapat konsep solusi kemacetan, seperti halnya
solusi banjir sebenarnya lebih vital dan  diperlukan oleh kota terbesar dan
ibu kota negara kita.  Mungkin saya akan  mengkonfirmasi penawaran solusi
kemacetan dan solusi banjir setelah Pilkada DKI 11 juli  2012 memastikan
gubernur yang akan terpilih nanti.

Seandainya gubernur lama akan maju kembali sebagai kandidat, sebenarnya
akan lebih adil jika saingannya hanya ada 1 kubu. Artinya secara
probabilitas, sebenarnya kedua pasangan memiliki kans sama, yaitu 50:50.
Seandainya gubernur lama akan bersaing dengan 5 pasang calon baru, maka
probabilitas kans antara kubu gubernur lama dan ke 5 kubu pesaingnya berada
dalam posisi 50:10:10:10:10:10. suara para pemilih yang tidak mengharapkan
perubahan, akan menyumbang kans 50% bagi pejabat lama. Sedangkan para calon
baru (yang kemungkinan belum dikenal) akan bersaing berebut suara pemilih
yang mengharapkan perubahan (sisa suara bagi pejabat lama). Berarti para
calon baru secara probablilitas, masing2 akan memiliki kans sebesar 10%.
Seandainya sistim ini diterapkan, penggantian kepemimpinan hampir tidak
mungkin bisa terjadi..

Negara-negara demokratis modern yang mengizinkan 2x masa jabatan, pejabat
lama harus berhadapan hanya dengan satu kubu (terkonsentrasi) saingan.
Seandainya Pilkada Jakarta menerapkan sistim yang lebih fair tersebut,
secara probabilitas kubu baru memiliki 50% suara dari pemilih yang
menginginkan perubahan kepemimpinan.  Walau demikian,  sebenarnya pak Fauzy
memiliki keunggulan karena beliau sudah berkampanye selama 15tahun (selama
menjabat  Wagub bersama pak Sutiyoso dan selama menjabat Gubernur DKI)
sehingga sangat dikenal masyarakat Jakarta. Namun demikian, seandainya
calon baru mampu mengkomunikasikan diri kepada masyarakat lebih baik dari
gubernur lama, calon baru sebenarnya masih memiliki waktu yang cukup
(sekitar 3 bulan) untuk berkampanye dalam memperkenalkan program serta gaya
kepemimpinannya. Dalam LP (Program Kepemimpinan) AsiaWorksTrainings yang
pernah saya ikuti.  kami terlatih untuk mampu mengelola waktu terbatas
secara efektif dan produktif sampai mencapai hasil seperti yang sudah kami
targetkan. Jadi betapapun singkatnya waktu 3 bulan adalah waktu yang cukup
dan pas,





Teman2.

Menurut teori Energi Metafisika (Chi) Angin-Air (Feng-Shui), kebersihan
yang akan menyebabkan aliran air  sungai yang lancar dan selaras, seperti
juga arus lalu lintas yang selaras teratur, adalah akan sejalan dengan
lancarnya aliran kekayaan/ darah dalam tubuh yang akan meningkatkan
kesehatan dan kemakmuran masyarakat kota. Seandainya ibu kota ditata secara
harmonis dan seimbang, dengan sendirinya akan mendatangkan chi positif/
energi kesejahteraan bagi bangsa dan segenap negri.

Mari kita sukseskan pilkada DKI 11Juli 2012 secara jujur, adil, aman dan
bersih. Biarlah pemimpin yang  terpilih menjadi gubernur DKI adalah
pemimpin dengan kwalitas terbaik. Seiring dengan teraturnya ibu kota,
seluruh negri juga akan ikut maju bersama. Semoga gubernur pemenang pilkada
DKI  akan mampu menata DKI menjadi ibu kota yang lebih maju, produktif,
lancar. Terutama tentu saja harus...: Bersih.Bebas Macet. Bebas Banjir.!

Salam baik,
*shared with everyone in the world ~inspiration for goodness*
*YohanesMulyadiLiu <https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/>      *
* /site/yohanesmulyadiliu/** *

* *

*arsip-arsip 
lama**______________________________________________________________________
*

*_______________________________________________________________________arsip
17Feb2012*





Halo teman2,



Selasa kemarin saya ke kantor gubernur DKI dan ke kantor Dephub.

Di kantor Pemda DKI, karena surat penawaran baru 4 hari sebelumnya
 dilimpahkan  kepada bagian PU, saya belum bisa mendapat kepastian karena
belum sempat dibahas. Besok, hari Jumat. saya akan ke Jakarta untuk
mengunjungi kantor Gubernur DKI lagi. Sementara di Dephub, proposal saya
sementara didesposisi kepada pak Yusuf (direktur perhubungan darat) serta
direktur transportasi perkotaan). Menurut agenda, pak Yusuf Rabu pagi
kemarin akan ke DPR. Mudah2an beliau berkesempatan mengkomunikasikan
proposal saya dengan dengan DPR dengan hasil yang terbaik. Seandainya tidak
ada halangan, besok, usai dari kantor Gubernur DKI, saya kunjungi lagi ke
Dephub untuk kemungkinan menemui beliau.

Trims buat bu Shirley yang memforward email saya ke
[email protected].  Saya coba menjawab respons dan pertanyaan dari
moderator/  pak Rinus Pantouw...

Walau sering dengan suka rela berinisytif mengusulkan solusi kepada banyak
pemimpin sehingga berhasil mengatasi  perkara besar dan sulit,  mungkin
agak sulit bagi saya untuk menunjukkan*referensi pengalaman*. Walau
demikian, saya percaya bahwa seandainya mendapat kesempatan, saya mampu
menunjukkan bahwa konsep saya adalah konsep yang sangat  praktis, efektif
dan tahan uji.  Terima kasih jika sementara pak Pantouw menganggapnya
 sebagai ide besar. Mungkin itu karena teknologinya masih baru. Namun
sejalan dengan fungsi waktu, sesudah kita pahami, ternyata sebenarnya
 teknologinya sangat sederhana.

Saya coba jelaskan dengan contoh...

Sebagai orang Eropa pertama, sukses Colombus hingga menemukan benua
Amerika, merupakan hasil perjuangan dari gagasan yang semula *dianggap
tidak waras**.* Di zamannya,  Colombus menggunakan metode berpikir yang
out-of-the-box (istilah AsiaWorksTrainings untuk pola pikir di luar konsep
kelaziman).  Gagasannya itu sangatlah kontroversial, karena dalam konsep
lazim di zamannya, dunia diyakini berbentuk datar seperti meja yang
mempunyai ujung sebagai jurang yang sangat dalam. Setelah perjuangan
Colombus membuktikan dunia adalah bulat, bahkan hingga kemudian menemukan
benua baru yang kemudian dinamakan  Amerika (nama anak buahnya),  ternyata
orang-orang  justru berbalik menyangkal penemuannya itu. Kemudian Colombus
menantang orang2 yang tidak mau mengakui penemuannya: Seandainya diantara
mereka ada yang mampu membuat telur berdiri di atas meja, ia boleh diakui
sebagai penemu benuayang sangat besar itu. Ternyata saat itu hanya
 Colombus yang dengan menekan telur hingga retak kulit. mampu membuat telur
tegak berdiri di atas meja. Ketika semua  orang2 disitu mengaku bahwa
mereka juga bisa menekan telur sampai retak agar telur bisa tegak berdiri,
Colombus mengatakan bahwa mereka pasti bisa melakukan ide yang sederhana
itu karena sudah ada pionir  yang pernah melakukannya. Demikian pula,
seandainyai tahun 2012 ini kita ditantang melakukan hal yang sama, mungkin
kita mampu melakukannya dengan menggunakan  100 konsep yang berbeda (misal
dengan menggunakan tutup botol akua terlentang ataupun menggunakan lem
epoxy-instant).



Teman2,

Sebelum saya menjawab pertanyaan sdri Shirley, saya akan mengemukan
beberapa konsep rencana proyek yang pernah saya tawarkan kepada   beberapa
pejabat.  Berikut saya tampilkan estimasi waktu pelaksanaan dan anggaran
biaya proyeknya. Angka-angka yang saya tampilkan berikut sebenarnya hanya
taksiran kasar, semata untuk menunjukkan perbandingan skala kerumitan dari
konsep2 yang pernah saya usulkan.



*A.*       Sistem pembayar an tol otomatis malalui pembacaaan nomor polisi
kendaraan dengan menggunakan sensor kamera digital. Proyek 1 bulan @ Rp
30Milyar. BEP 1 bulan.

*B.*       Menyumbat semburan lumpur panas  Lapindo. Proyek 3 bulan @ Rp8
00Milyar.

*C.*       *Solusi untuk membebaskan banjir tahunan Jakarta*: Proyek 9
bulan @ Rp 1Trilyun. Non direct profit.

*D.*      *Solusi kemacetan Jakarta*. Empat konsep proyek= 30 bulan @ 15
Trilyun (BEP di tahun ke 5)

*E.*       Penggandaan produktivitas daya listrik PLTA Jatiluhur dengan
memanfaatkan PLTAhidrostatis dan multi purpose secara terpada pada aliran
Citarum. Proyek 2 tahun, @ Biaya =0, justru pemerintah dapat duit lelang
serta penerimaan rutin (pajak dll).

*F.*        Jembatan selat Sunda (Banten-Lampung). Proyek 3 tahun @Rp
20Trilyun. BEP setelah 10 tahun beroperasi.



Dibanding dengan konsep D, konsep C jauh lebih sederhana. Jadi untuk proyek
perdana, saya cenderung jika proyek C didahulukan. Sedang untuk proyek E,
setelah proyek D berjalan efektif, saya akan menawarkannya melalui ibu Mari
Pangestu. Lho, ...? Kecuali Presiden berpendapat lain, saya percaya bahwa
bu Mari adalah orang yang paling tepat untuk proyek ini...

Melengakapi jawaban untuk sdri Shirley/ pak Pantouw, sebagai bocoran
informasi buat teman-teman, cakupan dua ide dari *konsep  C** *(*membebaskan
Jakarta dari banjir tahunan*) sebenarnya sebatas penataan saluran air
Jakarta.  Maaf saya belum dapat mengemukakan sebelum termijn-termijn
kesepakatan kontrak dilaksanakan. Namun sebagai gambaran buat teman-teman,
kedua konsep itu akan saling mendukung. Jika proyek hanya menerapkan 1 buah
konsep, efektivitasnya tidak akan optimal dan manfaatnya akan terbatas atau
bersifat temporer. Jadi agar efektifitasnya maksimal, pemda DKI perlu
membeli kedua konsep itu.

Saya percaya konsep yang baik lebih efektif dibanding dengan proyek yang
mahal. Namun karena kekuatan konsep cenderung bersifat soft-ware
(intelectual property) dibanding hard-ware (~materi/ kerja fisik),
seandainya pemda DKI tidak keberatan, saya akan membagi penawaran dalam
termijn- termijn dalam 5 poin topik...

1.       Judul teknik solusi  (sekitar 7 kata kunci/ konsep)

2.       Abstrak Teknis (tidak lebih dari 200 kata)

3.       Kajian Teknis bersama Tim Akhli dan Calon Pemborong Proyek:

a.       Penjelasan detil & argumentasi konstruktif

b.       Lulus Uji Kelayakan Proyek

4.       Peran Konsultan dan Pengawasan Prinsipil Proyek

5.       Inspeksi Quality Check Tahap Akhir Proyek

Walau mengharapkan proyek bisa terlaksana secara mudah dan cepat, mengingat
tragedi runtuhnya jembatan KuKar, karena merasa bertanggung jawab saya
merasa perlu  terlibat dalam mengawasi kwalitas pelaksanaan. Karena itu,
sebagai tanggung jawab profesional, saya memasukkan termijn ke 5 itu,
sebelum saya menganggap tanggung jawab tugas saya sudah selesai.

Kini, bagaimana seandainya ternyata proyek itu tidak berhasil yang
disebabkan  oleh karena faktor mis-conception (kesalahan konsep) yang tidak
bisa diperbaiki?  Sandainya  proyek ternyata gagal dan menurut kajian
ilmiah dan logika terbukti bahwa kegagalan itu disebabkan kesalahan konsep
dan saya tidak mampu memperbaiki kesalahan konsep itu, secara tanggung
jawab profesional tanpa faktor intimidasi ilegal,  saya akan membuat
penyataan bahwa konsep yang telah saya jual, secara ilmiah terbukti  adalah
salah, serta saya menyerah karena tidak mampu melakukan perbaikan. serta
saya akan mengembalikan pembayaran termijn yangnsudah saya  terima menurut
rumus perhitungan yang  disepakati dalam kontrak.

 Teman2,

Setelah siap menghadapi bottom-risk, tentu saya  akan lebih siap lagi dalam
berjuang sambil mengharapkan yang terbaik dari gagasan ini. Tetap dukung
dalam doa, ya... Terima kasih untuk perhatian teman-teman...



Salam kasih,  pMul...







 *______________________________________________________________________arsip
11Feb2012*









*2 Konsep Teknis untuk Membebaskan Jakarta Dari Banjir Tahunan*



Teman2,

3 Februari ybl, saya mengunjungi kantor DKI untuk menyerahkan surat yang
menawarkan 2 Konsep-Teknis untuk Membebaskan Jakarta dari Banjir Tahunan.
Penawaran ini adalah paralel dengan penawaran 5 konsep solusi pembebaskan
Jakarta dari kemacetan lalu lintas yang beberapa saat lalu saya kirimkan ke
Menhub Mangindaan. Seandainya gubernur Fauzy Bowo akan menerapkan ke2
konsep itu, proyek pelaksanaannya akan selesai dalam waktu sekitar 9 bulan
dengan prakiraan biaya proyek tidak lebih dari Rp 1 trilyun,-. Dengan
penerapan ke2 konsep itu, kecuali terjadi musibah mayor (tsunami,
misalnya),, berapa banyak curah hujan dari Bogor, Jakarta tidak akan
mengalami genangan banjir tahunan. Perhitungan anggaran proyek ini bisa
 disusun secara  terinci setelah pak Fauzy menyetujuinya.

Besok lusa,  saya akan kembali ke kantor DKI (dan juga Dephub) untuk
menanyakan tanggapan dari yang berwenang. Teman2 tolong dukung dan doakan
ya...

Salam hangat pak Mul....







*______________________________________________________________________arsip
24Des2011*



10 Desember yang lalu, saya menyampaikan proposal yang saya tujukan kepada
pak EE Mangindaan serta laporan bagi Presiden SBY dan Gubernur Fauzy Bowo.
Pada surat itu saya kembali menyampaikan inisyatif 5 konsep terobosan
sebagai solusi bagi kemacetan lalin Jakarta/ kota besar. Pak SBY dan pak
Mangindaan adalah para analyzer yang amat mementingkan faktor keamanan.
Saya percaya  bahwa aplikasi dari ke 5 konsep itu memenuhi kaidah-kaidah
yang diperlukan bagi standar keamanan.

Saya mengucapkan terima kasih untuk perhatian dan feedback teman2, terutama
atas respons kawan2 KKMKKAJ. Feedback tersebut adalah masukan konstruktif
bagi terobosan ini.

*Hendro Liem* to [email protected] 3Nov

Solusi kemacetan di Jakarta mudah sekali penyelesaiannya. Contoh saja kota
yg sudah maju dan lebih padat dibanding kota Jakarta. Misal Hongkong,
Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Guangzhou, Senzhen, Sydney, dll,
solusinya semua sama yaitu MRT dan Monorail..

Thanks, pHendro. Dengan menerapkan 2 dari 5 konsep solusi, kemacetan
Jakarta (kota besar) akan berkurang sekitar 65%. Pelaksanaannya saya kira
akan bisa produktif dalam waktu sekitar 12 bulan, Jika pemerintah
menerapkan 3 dari 5 konsep saya, kemacetan akan berkurang sekitar 80% yang
bisa mulai produktif dalam waktu 2 tahun. Jika pemerintah menerapkan 4 dari
5 konsep saya, kemacetan akan berkurang 90% yang bisa dilaksanakan secara
bertahap . Dengan 4 konsep tersebut, lalu lintas Jakarta akan sangat lancar
dan akan sanggup bertahan hingga 60 tahun ke depan. Seandainya pemerintah
akan menerapkan konsep ke5, maka Jakarta akan memiliki sistim  transportasi
massa yang cepat-murah-nyaman yang saya sebut sebagai
Mass-Flash-Transporter (MFT). Dengan konsep ke 5, penduduk Jakarta memiliki
kesempatan memilih untuk menggunakan kendaraan konvensional dalam kelancarn
lalu lintas, atau naik MFT yang sangat cepat, nyaman dan ekonomis.

Ketika di Aussie, saya juga berkesempatan naik kereta monorail di Sidney.
Monorail itu terletak beberapa meter diatas tanah. Namun perlu diingat
bahwa jumlah populasi di Sidney, jauh lebih sepi dibanding Jakarta, Bogor
bahkan Tomohon sekalipun. Saya kira monorail tidak akan memadai dengan
populasi yang sangat pada di kota-kota Indonesia.

Transportasi di Singapura yang padat dan serta sempit dan mahalnya lahan,
sangatlah  tergantung pada  kereta listrik bawah tanah yang disebut
Mass-Rapid-Transportation (MRT). Setiap beberapa menit, subwaytrain itu
berhenti disetiap halte untuk menurunkan dan  mengangkut penumpangnya.
Dibanding dengan semrawutnya lalin Jakarta, MRT di Singapura yang bebas
kemacetan ini jauh lebih baik. Namun subway MRT memiliki beberapa
kelemahan. Pertama, pembuatan terowongan di bawah hutan beton Jakarta
adalah sangat sulit dan beresiko tinggi. Walau tidak bisa dibandingkan
dengan pemborosan kemacetan lalin Jakarta, sebenarnya MRT juga masih boros
waktu dan energi.

Kenapa MRT yang mengangkut sekaligus  ribuan penumpang serta bebas macet
itu saya sebut masih boros waktu dan energi? Ini karena MRT harus berhenti
berkali2 di setiap stasiun (halte), untuk menurunkan dan menaikkan
penumpang. Misalkan dalam setiap halte, MRT harus berhenti selama 2menit,
maka MRT itu akan menghabiskan waktu ekstra untuk perlambatan dan
percepatan sekitar 3menit. Seandainya dalam MRT terdapat 1000 penumpang
yang harus berhenti 10 kali sebelum sampai tujuan berarti untuk mencapai
halte ke 11, MRT itu sudah menyita waktu penumpamg sebanyak 10.000x5menit=
833 jam. Selain pemborosan waktu, setiap seluruh penumpang dan MRT harus
melakukan perubahan percepatan berulang-ulang: ‘injak gas’ setiap
meninggalkan halte  dan injak rem menjelang tiba di setiap halte. Padahal
setiap perubahan akselerasi (percepatan) bagi pesawat dengan bobot puluhan
ton adalah  pemborosan energi listrik yang sangat besar (KWHnya bisa
dihitung sendiri ajd...)

1982, ketika kuliah di Unpar, saya sering melewati jalan berliku
dipegunungan kapur yang banyak dilalui truk pengangkut batu karang yang
merayap karena beratnya beban dan tanjakan. Sambil mengemudi, saat itu saya
merancang konsep dasar MFT, yang kemudian saya kembangkan dan sederhanakan
sampai sekarang ini.

*Buntoro Sutanto* to [email protected] 4Nov
Masalahnya di kota-kota lain pembebasan tanahnya mudah, karena
pemerintahnya punya wibawa dan punya duit buat penggantian biaya pembebasan
tanah. Di Jakarta tahu sendiri, mungkin kalau jadipun rel monorailnya bisa
belak-belok ngga karuan karena banyak tanah-tanah misterius (baca: punya
"orang kuat") yang steril dan tidak tersentuh (untouchable), sehingga tidak
bisa dibebaskan untuk pembangunan proyek. He..he..dikita Presiden aja kalah
digertak sama ketua Partai.  Apalagi cuma menteri yang bertanggung jawab
sebagai koordinator....
Thanks pak Buntoro.

Dalam solusi yang saya tawarkan, tidaklah mengandalkan pembebasan tanah.

3 konsep pertama adalah konsep sederhana mengenai manajerial serta
perbaikan infrastruktur lalin yang ada. Seluruh dari ke 5 konsep itu, tetap
akan efektif walau tanpa pembebasan tanah sama sekali. Saya percaya bahwa
konsep yang berkwalitas, akan lebih efektif dibanding dengan proyek yang
mahal.



Teman2,

Tolong doakan dan dukung inisyatif solusi ini bisa diterima dan diterapkan
dengan lancar dan baik. Insiyatif ini bukan hanya solusi bagi kemacetan
transportasi ibu kota, tetapi merupakan juga terobosan konstruktif bagi
prestasi bangsa kita, Indonesia.

Menyambut perayaan Natal 2011, saya mengucapkan *salam sukacita Natal* bagi
sesama umat Kritiani.

Menjelang tibanya tahun yang baru, saya ucapkan *selamat Tahun Baru 2012 *buat
teman2 semua.`

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan melimpahkan* *berkat dan
rahmatnya bagi kita semua.

Kedamaian, keamanan, ketentraman senantiasa menaungi bumi Nusantara yang
makmur dan sejahtera.

Amin.





Salam kasih dari hati...

Mulyadi, Ansye, Elshadain, Adonain Liu.

* *

* *





*______________________________________________________________________arsip
15Ag 2011*



 *Air yang manis ~ salam dari Tomohon*

Saat ini kami menginap di rumah mama papa di perkampungan sejuk lembah
antara puncak Masarang dan puncak Mahawu, barisan pegunungan di Tomohon
Timur.  Tiap sore adik mama membawakan 1 mug air yang manis dari pohon
aren. Saya dan papa biasa meminumnya setelah kuman-wengi (dinner). Setelah
minum segelas saguer manis, badan terasa hangat dan pilek menjauh, Menurut
bu An, muka saya tampak segar kemerahan.

Ketika kami datang 2 tahun lalu, setelah beberapa bulan tidak turun,  hujan
‘berkat’ (ungkapan syukur masyarakat petani atas karunia hujan) turun
membasahi Tomohon. Senin lalu ketika bu An, Elsha dan Dona tiba, masyarakat
Tomohon kembali gembira,. Soalnya setelah 2 bulan tidak turun , hujan
berkat kembali membasahi tanah pertanian Tomohon yang subur (puji syukur
atas kebaikan Tuhan). Karena sinyal untuk SmartFren wifi mobile router
kurang kuat, pas ada delation pesawa ke Jkarta, saya sewa lounge Bandara
Sam Ratulangi bisa posting dengan wiifi lounge yang cukup lambat sekali...

*~ ~ ~*

*Den Suta*                                                         ke  <
[email protected]>,

Dear T-neters,
Kini…  diskusi T-net ramai membahas kiat… mengatasi kemacetan arus
lalulintas jalan di darat, terutama di  ruas-ruas  jalan di beberapa lokasi
di ibu-kota Indonesia,  karena intensitas & frekuensi berlalulalangnya alat
transportasi yg disebut truk… Setelah cara "Busway" digunakan untuk
menanggulangi kemacetan lalulintas  di  jalan raya di Jakata,  yg. ternyata
tak menyelesaikan masalahnya… Penetapan ERP atau Electronic Road Precing,
 yakni  sistem jalan berbayar, berdasarkan nomor genap  &  ganjil kendaraan
bermotor di ruas jalan protocolJakarta… menurut Tempo Interaktif, kini juga
ramai dibahas tentang penurunan tarif KRL (Kereta Rel Listrik )…
…kini telah mulai muncul penilaian… pesimistis / penilaian negatif, bahwa
rencana tersebut bersifat simtomatis,  bukan kuratif. Menghilangkan
gejalanya bukan  penyebab  kemacetannya  yg. bersifat tetap… keberhasilan
di Singapura dan Australia ditunjang  "angkutan bus umum",.. "kereta
listrik di bawah tanah"….
Salam renungan solutif, DS                                         *…   …  …
*

Thanks, pak. Saya juga sependapat dengan pak DS.

2 tahun lalu, saat kami di Tomohon, sistim nopol ganjil genap bergant\ian
setiap hari  sempat diberlakukan. Itu dilaksanakan untuk menghindari
kemacetan dalam menyambut pak SBY dan ibu Ani yang meresmikan Tomohon
sebagai Kota Bunga. Namun seandainya diterapkan di Jakarta, pasti banyak
orang membeli mobil baru supaya punya mobil dengan nopol genap dan nopol
ganjil.

 *~ ~ ~*





*5 Misconceptions in Jakarta Traffic ~ a solvable terms analysis*



Kemacetan adalah pemborosan yang merugikan…

Kemacetan atau tersendatnya laju kendaraan adalah pemborosan energi, waktu
dan kesempatan yang juga merugikan ekosistem dan ekonomi. Seandainya lalin
bisa dibenahi sehingga kendaraan lancar melaju dalam kecepatan yang ideal,
kita bisa memperoleh kembali kesempatan yang selama ini terlewati karena
‘Misconceptions in Jakarta Traffic’. (konsep yang salah dalam lalu lintas
Jakarta).

Apa maksudnya pemborosan waktu?

Misal seseorang setiap hari karena kemacetan  memboroskan 2 jam lebih lama
dari seharusnya . Artinya, selama 20 tahun, ia sudah memboroskan 20 x 365 x
2 jam =14.600jam 608x24jam= 20bulan dari usianya untuk menikmati stress di
dalam kendaraan untuk bertarung melawan kemacetan jalan raya. Bukan hanya
itu. Banyak kesempatan termasuk relasi orang itu yang ikut merasakan
dampaknya. Seandainya pemborosan waktu dan kesempatan yang dialami oleh  1
orang begitu besar, bagaimana pula dengan total kerugian yang diderita
jutaan penduduk Jakarta.

Dengan metode sama, kita bisa mengestimasi kerugian akibat pemborosan bahan
bakar, polusi udara serta pemanasan lingkungan,

Kendaraan yang berhenti (mesin menyala). sering menginjak rem atau
kecepatan yang berubah-ubah, umumnya sangat boros energi. Seharusnya,
konsep lalu lintas mengupayakan  suatu sistim kendaraan untuk melaju secara
ideal (misalnya tanpa harus ngerem dengan kecepatan stabil misalnya 70
km/jam),sehingga  konsumsi energi kendaraan tersebut akan minimal.



Ketika mengikuti Leadership Academy di *Anthony Robbins* *~ Mastery
University* di San Diego kami diajari *teknik solusi yang permanen* dalam *7
Master Steps.* *Jurus pertama* sebelum tindakan lain adalah *Define The
Problem in Solvable Terms* (Definisikan Soal demi Solusi). Demikian pula
seandainya akan dikemukakan beberapa konsep yang saya nilai kurang efektif,
bukanlah untuk menyalahkan pengambil kebijakan, tetapi untuk
mengidentifikasi letak kesalahan yang memudahkan kita  menentuan solusi
yang lebih bagus dan lebih efektif,

Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, sudah lama dikenal sebagai kota yang
macet. Sejak pak Sutiyoso yang kemudian dilanjutkan oleh pak Fauzy menjabat
gubernur DKI, kita mengenal beberapa peraturan dan wacana. Berikut akan
dibahas beberapa peraturan lalu lintas bahkan wacana solusi pemerintah yang
masih dalam pertimbangan.

1.     Three in One

2.     Bus Way

3.     Car Free Day dan Larangan Truk.

4.     Nomor Polisi: Genap/ ganjil (wacana)

5.     Pemindahan ibu kota Negara (wacana)





*1.*     * Konsep Three in One*

Artinya, untuk memasuki jalan- jalan protokol, 1 mobil harus ditumpangi
minimal oleh 3 orang. Pada prakteknya, tidak mudah mencari teman yang
sempat/ mau menemani naik mobil . Menyewa 2 orang joki mungkin suatu
pilihan yang lebih praktis. Seandainya kita tidak mau menyewa joki, kita
harus bermacet-ria di jalan-jalan kecil yang dulu biasa disebut  sebagai
‘jalan tikus’. Menurut saya, konsep Three in One, cenderung memindahkan
kemacetan: Mengosongkan jalan Protocol dan memadatkan  jalan-jalan kecil
sehingga macet-cet-cet…

*2.*     *Bus Way*

Istilah Bus Way (bahasa Inggris) jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia, artinya: Jalan Bis.

Jadi istilah: Naik Bus Way, lebih tepat: “Naik bis”. Jalur Bus Way, lebih
tepat: “Jalur khusus bis”

Walau tujuan ;jalur khusus bis’ adalah baik, saya kira tidak melihat
efetiktifitasnya. Sementara pengendara mobil bermacet–ria di jalan raya,
Bus Way yang menyita sekitar 30% lebar jalan kebanyakan kosong  (sesekali
dilewati bis Trans Jakarta yang melaju dengan kecepatan tinggi),

Ada beberapa kejanggalan dalam konsep yang diterapkan.

·        Kenapa Bus Way (jalan bus), terletak di kanan atau di tengah
jalan. Padahal di Indonesia, (stir mobil di kanan) penumpang umum,
seharusnya naik dari trotoir di sebelah kiri.

·        Untuk mendatangi (atau meninggalkan) halte bis yang letaknya
ditengah-tangah jalan raya, dari (ke) trotoar, penumpang harus menaiki dan
harus menuruni jembatan dengan ketinggian sekitar 6 meter dengan jarak
tempuh puluhan bahkan berputar hingga lebih dari seratus meter. (Menurut
sudut pandang arsitektur, halte di tengah jalan, seperti halnya menempatkan
lemari ditengah-tengah ruangan/ mobil mogok di tengah jalan,  akan menyita
ruang karena ngagokin bahkan membahayakan).

·        Lebar jalan raya searah, yang semula selebar 3 jalur, kini sudah
dikurangi lebar 1 Bus Way (jalur bis) dan lebar 1 jalur untuk halte bis.
Lebar jalan 2 arah yang 6 atau 8 jalur kini dikurangi oleh 2 jalur bis dan
1 jalur halte bolak balik. Sebagai perbandingan, seandainya dalam lalu
lintas keramaian jalan raya  ada sebuah mobil/ terbalik kita bisa bayangkan
dampaknya.

·        Ada lagi yang janggal. Seandainya maksud ‘Jalur Bus Way’ adalah
jalur khusus untuk kendaraan bis, saya lihat bis-bis penumpang
umumnya, ternyata juga tidak diizinkan memasuki  jalur bis tersebut.
Kecuali bis Trans Jakarta yang sekali-sekali lewat dengan kecepatan tinggi,
semua pengguna kendaraan bermotor di Jakarta (sepeda motor, bajaj,
mikrolet, bis kota, kendaraan pribadi) menikmati kemacetan jalan raya yang
kini semakin sempit. Adalah pemandangan umum di Jakarta sekitar 8 tahun
belakangan ini, di sebelah kanan ribuan sopir yang tegang dalam antrian
macet, terdapat 33% luas jalan kosong yang bertulisan : “Selain Bus Way
dilarang memasuki Jalur Bus Way”

·        Seandainya tujuan sebenarnya untuk mengajak masyarakat menggunakan
kendaraan umum atau kendaraan yang hemat ruang, kenapa angkutan umum (bis
kota, angkot/ mikrolet, bajajm ojek motor)  yang bukan Trans Jakarta, dan
sepeda motor juga ikut dimacetkan?



*3.*     *Car Free Day & Larangan bagi truk.*

Sementara luas jalan raya berkurang, kini setiap hari Minggu ke 2 dan
Minggu terakhir setiap bulan, beberapa ruas jalan raya utama kini
diberlakukan Car Free Day (larangan kendaraan bermotor menggunakan jalan
protokol utama, karena diperuntukan khusus para pengguna sepeda).

Olah raga sepeda adalah kegiatan yang baik. Namun tidak semua masyarakat
Jakarta menggemari naik sepeda di hari Minggu. Sementara para pengemudi
kendaraan harus macet berputar-putar menggunakan jalan-jalan kecil yang
padat dan dipalaki para ‘pak Ogah’, jalan utama yang digunakan para
pengendara sepeda tampak lengang. Menurut saya, hari Minggu, jalan protocol
tetap diperlukan masyarakat bagi perekonomian, rekreasi dan ibadah.

Walau kurang tahu persis aturannya, pelarangan truk di Jakarta mulai
diberlakukan. Mungkin tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan lalu
lintas. Namun saya berpendapat, sebenarnya kendaraan angkut barang, amat
diperlukan untuk menopang kegiatan ekonomi/ bisnis Jakarta.

*4.*     *Nomor Polisi: Genap/ Ganjil*

Wacana ini masih dalam pembahasan. Walau 2 tahun lalu sempat sukses selama
beberapa hari saat menyambut kedatangan pak SBY yang meresmikan Tomohon
sebagai Kota Bunga, ini bukanlah solusi jangka panjang.  Untuk memenuhi
tuntutan transportasi, orang akan mencari cara dengan memiliki ekstra
kendaraan dengan nomor polisi ganjil dan genap.

*5.*     *Wacana pemindahkan ibu kota dari Jakarta ke Jonggol*

Memindahkan ibu kota sebenarnya boleh saja menjadi wacana, asal penyebabnya
bukan karena kemacetan lalu lintas dan bukan ke Jonggol. Kenapa bukan
karena kemacetan lalu lintas? Karena lalu lintas Jakarta bisa dibenahi,
sedangkan Jonggol dan Jakarta itu terlalu dekat . Seandainya  ada wacana
untuk itu, saya cenderung memilih di  wilayah Jawa Tengah, agar terjadi
keseimbangan kemajuan pembangunan antara Jabodetabek-Surabaya dengan
kota-kota di Jateng, serta jarak yang lebih seimbang antar kepulauan Sunda
Besar (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua).



Jadi itulah beberapa aturan/ wacana yang saya sebut sebagai 5 Misconception
in Jakarta Traffic. Lalu mana solusinya? Sebenarnya sejak 8 tahun lalu saya
sudah menemukan solusinya. Sayang saya belum berkesempatan
mengkomunikasikannya dengan pihak yang tertarik untuk bekerja sama.

*Apa mungkin* dalam keterbatasan lahan serta begitu banyaknya kandaraan di
ibukota negara, transportasi bisa mencapai kecepatan ideal?

Teman2 yang baca posting: *Ada Kompas dalam Hati MK*, mungkin memperhatikan
ada potongan cerita yang kurang sinkron. Sementara membahas perbedaan
energi konstruktif Ketua MK dengan energi Nazarudin, koq tiba-tiba pak Mul
ngomongin pengalaman mindahin dinding tembok seberat 4 ton sejauh 15cm?

Cerita itu memang saya paksakan karena ingin menunjukkan kepada teman *cara
berpikir* yang *‘out of the box* (*di luar kelaziman*). Jadi sementara Ir.
Adang masih bertanya-tanya bagaimana cara ngangkat nya, dinding tembok
seberat itu sudah dipindahkan... Saya menunjukkan teori dalam bukti
realitas.

Belum lama ini, dunia kagum (sebenarnya saya juga kagum sih…) kehebatan
Tiongkok membangun Jiaouzhou Bay, jembatan terpanjang di dunia, Saat itu
saya mengatakan kepada pak Adang bahwa kita bisa membangun jembatan yang
menghubungkan ke 5 pulau Sunda Besar dengan *total biaya* lebih rendah
(saya estimasi hanya 30%) dibandingkan biaya pembangunan 42 km jembatan
itu. (Kapan2 kita bahas ya…)



Teman2,

Belakangan, saya menyusun 5 konsep solusi untuk membenahi sistim
transportasi Jakarta.  Kecuali konsep 1 yang sebaiknya digabung dengan
konsep  2, masing-masing konsep memiliki efekifitas tersendiri. Namun
sistim transportasi Jakarta akan mencapai efektifitas maksimal jika ke 5
konsep itu diterapkan seluruhnya. Menurut rencana, sepulang dari Tomohon,
saya akan ke Sekretariat Negara untuk menyampaikan proposal konsep itu
kepada Presiden SBY.

Oya teman2,

Menurut Sekneg, saya mendapat undangan untuk mengikuti upacara kemerdekaan
di istana Merdeka. Mudah-mudahan saya bisa mengajak bu An, Elsha dan Dona.
Karena tempat duduknya bukan di VIP, kemungkinan kami tidak tampak di TV.
Gpp d… Yang pasti, saya dan bu An selalu bangga dan haru bisa menghormati
bendera Merah Putih sambil menyanyikan Indonesia Raya, apalagi 17an di
istana negara.



Salam Kota Bunga ~ Tomohon,

koko Mulyadi & keluarga Moningka



------------------------------------

Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : 
[email protected]

Kunjungi situs INTI-net    
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/inti-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke