Yudhoyono: jangan politisasi rencana kenaikan harga bbm 
Minggu, 18 Maret 2012 23:43 WIB | 2017 Views

 
Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)


Cikeas, Bogor (ANTARA News) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo 
Bambang Yudhoyono meminta jangan ada upaya politisasi terhadap rencana 
pemerintah melakukan penyesuaian APBN 2012 termasuk menaikkan harga bahan bakar 
minyak subsidi.

Saat pengarahan di hadapan kader dan pengurus Partai Demokrat di Puri Cikeas, 
Bogor, Minggu malam, Yudhoyono mengatakan, isu tersebut saat ini berkembang 
sangat politis dan jauh menyimpang dari hakikat dan permasalahannya.

"Bila kami ikuti pembicaraan di publik, isu ini berkembang sangat politis dan 
jauh menyimpang dari hakikat dan permasalahannya ditambah lagi berbagai aksi 
provokasi dan agitasi," katanya.

Ia mengatakan, di beberapa kalangan berkembang pikiran apapun yang dilakukan 
pemerintah hendaknya langsung ditentang tanpa dilihat bagaimana hasil 
pembicaraan mengenai rencana kebijakan itu antara pemerintah dengan DPR RI.

"Itu wajar dan saya bisa terima, tapi kalau yang terjadi "black campaign", 
buruk sangka, atau apapun yang digunakan lawan politik maka politik menjadi 
menyedihkan," katanya.

Yudhoyono mengatakan, masalah yang dihadapi saat ini adalah bagaimana 
menyelamatkan perekonomian nasional termasuk tekanan dari ekonomi global.

"Tapi apa yang kami saksikan bahwa seperti sudah vonis, rencana menaikkan harga 
BBM salah, buruk, dan harus dilawan," katanya.

Oleh karena itu, Yudhoyono meminta kader Partai Demokrat dapat menjelaskan hal 
tersebut secara utuh kepada masyarakat. Penjelasan secara utuh, rasional, dan 
logis perlu disampaikan sehingga masyarakat paham.

"Manakala diperdebatkan, masalan yang sesungguhnya bukan distorsi, bias, atau 
manipulasi," katanya.

Ia mengaku tidak habis pikir ada kelompok yang menentang rencana pemerintah 
untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat sebagai kompensasi kenaikan 
harga BBM bersubsidi. 

Menurut dia, kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat miskin atau hampir 
miskin dalam situasi yang sulit.

Ia pun menampik adanya pandangan bahwa pemerintah akan menghapus subsidi kepada 
masyarakat. 

Ia menjelaskan, pemerintah tetap akan memberikan subsidi kepada pembangunan 
infrastruktur, transportasi, pendidikan dan kesehatan, serta hal lainnya yang 
tidak salah sasaran.

Presiden menyadari bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tidak populer dan ia 
menyatakan siap menghadapi hal tersebut.

"Saya, SBY, selalu begitu, hari-hari saya mendapat berbagai SMS (layanan pesan 
singkat). Di samping ada yang mendoakan agar baik-baik saja, tidak sedikit yang 
mencaci maki bahkan ada yang mengancam menurunkan di tengah jalan," katanya.

Ia mengatakan, tidak ada presiden yang senang dengan kebijakan kenaikan harga 
BBM tersebut.

Namun, katanya, mengingat kondisi yang ada dan juga untuk menjamin keamanan 
perekonomian terutama anggaran nasional maka langkah tersebut harus ditempuh.

"Sebagai pemimpin, saya siap mengambil risiko dan hadapi tantangan, yang 
penting niat saya baik dan segala sesuatunya telah dipikirkan masak-masak," 
katanya. 
(T.P008/M029) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke