SBY: Bongkar Itu Pengkhianat
TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM,CHINA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mensinyalir ada 
pengkhianat dalam proses hubungan perdagangan antara Indonesia dan China.

"Bongkar itu," tegas Presiden SBY saat jumpa pers usai pertemuan bilateral 
dengan Presiden Hu Jintao, PM China Wen Jiabao dan Ketua Polit Biro Partai 
Komunis China, Li Changchun di Beijing, China, Sabtu (24/3/2012).

Sinyalemen itu diungkapkan presiden menanggapi pertanyaan wartawan saat jumpa 
pers di hari terakhir kunjungannya di Negeri Tirai Bambu.

Pasalnya, terdapat perbedaan data yang dimiliki China dan RI. Menurut data RI, 
volume perdagangan kedua negara mencapai 50 miliar dolar AS. Sedangkan menurut 
catatan China mencapai 60 miliar dolar AS.

Pada sisi lain, dalam catatan RI terjadi defisit untuk Indonesia senilai Rp 3 
triliun. Sebaliknya mereka mencatat defisit itu justru untuk China dengan nilai 
sama.

Presiden menduga ada barang yang keluar atau masuk RI tak melalui pintu resmi. 
"Tujuannya untuk menghindari pajak. Ini pengkhianat," tandas Kepala Negara.

Bisa saja perdagangan itu melalui negara lain. "Ini juga pengkhianat," katanya. 
Presiden minta agar hal itu dibongkar karena merugikan negara. "Jangan ada yang 
sluman, slumun, selamet. Tapi mudah-mudahan tak selamat," kata SBY.

Tak sampai di situ, presiden yang murka memerintahkan mencopot pejabat yang 
terlibat. "Copot saja. Jangan terus dibina, dibimbing, diasuh. Sudah cukup," 
tandas presiden.

Menurut presiden, pemerintah kedua negara bersepakat terus meningkatkan volume 
perdagangan. Pada 2015, kedua negara menargetkan volume perdagangan mencapai 80 
miliar dolar AS.

"Dengan catatan ada penguatan industri dalam negeri dan pengembangan 
kapasitas," katanya. Selain itu, hubungan perdagangan tersebut harus bersifat 
berimbang dan fair, sehingga memberikan keuntungan bagi masing-masing negara.

Pemerintah Indonesia dan China sepakat membentuk komisi bersama untuk 
meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. "Komisi ini langsung melapor ke 
presiden, jika di Indonesia. Sedangkan jika di China melapor ke presiden dan 
perdana menteri," jelas SBY.

Selain komisi bersama, kedua negara sepakat menjajaki kemungkinan kerjasama 
pertukaran dua hewan asli kedua negara, yakni komodo dengan panda. "Tukar 
menukar komodo dan panda, sedang diteliti. Mudah-mudahan saat dingin komodo tak 
terganggu, dan saat musim panas panda tak terganggu juga," kata presiden.
Visit
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://lowongannet.blogspot.com
http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Get your Financial Freedom here :
http://www.pulsagram.com/?id=CN121810
http://www.asetBCA.com/?id=bimagroup

Get your Free USD 10 and let it Grow !
Click Here !
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5
http://tinyurl.com/bimagroup

How To Win Any Election (kit
A Complete Guide To Winning Elections - 5 Ebooks And Sample Documents,
Including A 178 Page Elections Guide That Shows Everything You Need To
Know To Win Your Next Election!
Rahasia Memenangkan Pemilihan Umum (Pilkada)
http://tinyurl.com/6nxpvba

Kirim email ke