Waspadai Pemerasan Gaya Baru, Dikirimi Paket Ternyata Berisi Narkoba Chazizah Gusnita - detikNews http://jakartametronews.blogspot.com/
Jakarta Ada saja taktik penjahat untuk mendapatkan uang dalam cara yang tidak halal. Baru-baru ini beredar informasi dari BBM dan internet tentang pemerasan gaya baru. Pembaca detikcom, Lie Sun Jue, juga meneruskan pesan tersebut kepada redaksi dengan tujuan agar masyarakat berhati-hati, Senin (26/3/2012). Berikut ini bunyi informasi yang beredar tersebut: Zaman sekarang ini ada saja ulah pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dalam mengerjai orang. Sekarang sedang marak terjadi di kawasan perumahan adalah sebagai berikut: Seseorang yang tidak dikenal (terutama oleh personel yang ada di rumah) mengirim barang kepada pembantu rumah tangga. Mereka menerangkan barang tersebut adalah pesanan atau titipan untuk majikannya, di mana pada saat itu sang majikan tidak ada di rumah. Biasanya si pengirim sudah tahu jelas nama sang majikan/pemilik rumahnya karena hal itu untuk mengelabui si pembantu agar si pembantu mau menerima barang/parselnya. Kemudian pada sore hari ketika si majikan sudah kembali ke rumahnya, tak lama kemudian akan ada polisi (kita juga tidak tahu itu polisi asli atau tidaknya) datang untuk memeriksa rumahnya, dan akan menemukan barang/ parsel yang dititipkan tersebut adalah narkoba. "Akibatnya sudah bisa ditebak di situ akan terjadi pemerasan dan negosiasi dengan yang berwajib (atau yang pura-pura) dan agar tidak ditahan/ditangkap si penghuni rumah tersebut. Setiap kejadian akan makan biaya "damai" minimal Rp 100 juta," tulisnya. "Jadi harap diberitahukan kepada seluruh pembantu rumah tangga atau orang-orang yang menunggu rumah Anda, jangan menerima barang kiriman dalam bentuk apa pun dari orang yang tidak dikenal walaupun si pengirimnya menyatakan tahu dan mengenal nama majikannya (kecuali tentunya dari perusahaan pengiriman yang resmi)," demikian bunyi peringatan itu. Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengaku belum pernah menerima informasi tentang modus seperti itu. Ia juga mengaku belum menerima laporan adanya kasus pemerasan tersebut. "Belum ada," kata Rikwanto. Visit http://jakartametronews.blogspot.com/ http://lowongannet.blogspot.com http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/ http://groups.yahoo.com/group/inti-net
