Pemerintah Akan Berikan Pelatihan TKI Setelah Bekerja Antara – 25-03-2012 Lihat Foto a.. Pemerintah Akan Berikan Pelatihan TKI Setelah Bekerja
Hong Kong (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, baik sebelum maupun setelah masa kerja selesai. Kepala Negara ketika bertatap muka dengan para warga negara Indonesia di Hong Kong, Minggu menjelaskan, pembekalan sebelum para TKI bekerja akan memudahkan mereka untuk menjalankan pekerjaan dengan baik. Sementara itu, pelatihan setelah masa kerja bertujuan untuk menyiapkan para mantan TKI sehingga bisa tetap bekerja sesuai bidang keahlian yang digeluti. "Memang lapangan pekerjaan tidak akan langsung ada, namun dengan bekal keterampilan, mereka bisa mendapatkan pekerjaan," kata Yudhoyono. Dia menjelaskan itu untuk menjawab pertanyaan seorang TKI, Endang Dwi. Perempuan asal Ponorogo Jawa Timur itu mengeluhkan kurangnya pelatihan bagi para TKI sehingga mereka sulit mendapatkan pekerjaan setelah tidak lagi bekerja di negara lain. Endang yang sudah bekerja di Hong Kong selama 12 tahun itu optimistis, keterampilan akan membuat para TKI lebih percaya diri ketika kembali ke kampung halaman karena mereka tetap bisa bekerja. Presiden memerintahkan kepada para pejabat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pejabat pemerintah daerah untuk membuat berbagai jenis pelatihan, baik sebelum maupun setelah masa kerja TKI. Menurut Yudhoyono, pemerintah juga terus berusaha untuk memberikan jaminan keamanan dan perlindungan hak para TKI. Hal itu antara lain dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan negara-negara penerima tenaga kerja dari Indonesia. Hong Kong adalah salah satu daerah tujuan TKI yang bisa menerima tenaga kerja dari Indonesia dengan baik. Yudhoyono menjelaskan, otoritas Hong Kong, berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang lebih baik dengan Indonesia dalam bidang ketenagakerjaan. Hingga saat ini sedikitnya ada 157 ribu TKI berada di Hong Kong.(ar) [Non-text portions of this message have been removed]
