TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR dari Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, sikap Fraksi Golkar tetap menginginkan angka 15 persen dari asumsi minyak mentah Indonesia atau ICP(Indonesian Crude Price), untuk rata-rata enam bulan terakhir. "Dengan demikian, harga BBM tidak naik dalam waktu dekat. Bisa sampai Juni harga BBM tidak naik," kata Priyo di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/3/2012), malam. Saat ini, harga rata-rata ICP dalam enam bulan terakhir mencapai 116,49 dolar AS per barel. Sementara, nilai asumsi rata-rata dalam APBN Perubahan 2012 adalah 105 dolar AS per barel. Bila mengikuti keinginan Golkar 15 persen, maka harga BBM akan naik, kalau harga rata-rata ICP selama enam bulan terakhir di atas 120 dolar AS per barel. Saat ini perdebatan dalam rapat paripurna DPR berkutat pada pasal 7 Ayat 6A UU APBN-P 2012. Di mana ayat 6A berisi kewenangan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, bila harga rata-rata ICP naik lima persen. Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, dalam lobi yang dipimpin Ketua DPR Marzuki Alie, ada keinginan parpol koalisi pendukung pemerintah bersikukuh pada angka 10 persen. "Jika itu disetujui, sama saja harga BBM akan naik besok atau minggu-minggu ini," kata seorang anggota DPR. Kemungkinan besar, inilah yang akan divoting dalam rapat paripurna yang akan dilanjutkan malam ini. Golkar dan PKS dikabarkan masih berseberangan dengan anggota koalisi lainnya seperti Demokrat, PAN, PPP, dan PKB. Sementara tiga partai lainnya, yakni Hanura, Gerindra, dan PDIP sejak awal menolak opsi itu. (*)
