http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=148757
Koruptor lebih sangar, kayak geng motor wajib dihabisi Tanggal : 16 Apr 2012 Sumber : Harian Terbit JAKARTA - Seperti halnya geng motor, koruptor harus di ganyang. Apalagi perampok uang negara itu lebih kejam karena menyebabkan puluhan juta rakyat menderita, sebagian diantaranya meregang nyawa. Demikian penilaian psikiater dari Universitas Indonesia Mintarsih A Latief kepada Harian Terbit, Senin (16/4). "Memang kebrutalan geng motor dengan koruptor berbeda caranya. Kalau geng motor melakukannya dengan langsung dan kekerasan fisik, sedangkan koruptor membunuh rakyat Indonesia dengan pelan-pelan," ujarnya. Namun fakta membuktikan, jika geng motor, menurut data Indonesia Police Watch (IPW), di Jakarta telah membunuh 60 korban setiap tahunnya, sedangkan koruptor dari data yang dimiliki Konsorsium Masyarakat Miskin Kota atau Urban Poor Consortium (UPC) "sukses" memiskinkan 80 juta rakyat Indonesia. Menurut Mintarsih, tindakan para koruptor yang telah menggarong duit rakyat itu memang tidak langsung membuat rakyat miskin langsung meninggal dunia. Tapi membuat rakyat miskin makin sengsara dan lama kelamaan akan mati. Dia mencontohkan, warga miskin yang selama ini tidak tersentuh pelayanan kesehatan lantaran dana kesehatan yang digelontorkan oleh pemerintah justru dikorupsi. "Dana kesehatan untuk rakyat yang seharusnya bisa menjangkau rakyat miskin dalam jumlah besar ternyata dikorup. Sehingga jumlah warga miskin yang seharusnya dapat pelayanan kesehatan itu pun berkurang," tandasnya. Meregang nyawa Dia menambahkan, kemiskinan adalah sesuatu kalimat yang tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Tapi mati kelaparan karena miskin, tidak dapat untuk membeli makanan itu sangat menyakitkan dan memilukan untuk didengar dan dilihat. Dan akibat kemiskinan itu pula, warga terpaksa meregang nyawa karena kelaparan. Seperti yang belum lama ini terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sebuah desa terpencil, ditemukan seorang wanita yang tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan. Dia diketahui meninggal di tepi jalan karena kelaparan serta tidak tahu siapa keluarganya. Potret kemiskinan lain yang tidak kalah mengenaskan terjadi di sebuah desa di Ciamis, Jawa Barat. Warga miskin yang antre membeli beras raskin terpaksa mengelus dada. Pasalnya, beras rakskin yang dijual Rp 10 ribu per 5 kilogram itu ternyata banyak belatungnya. Tapi coba dilihat kasus korupsi di Indonesia, sehingga merugikan negara triliun rupiah. Pertama kasus Bank Century yang tidak ada titik terangnya. Belum lagi kasus Melinda Dee yang mengambil uang nasabah dan yang terakhir adalah kasus M Nazaruddin yang merugikan negara triliun rupiah. Cari modal Dihubungi terpisah, anggota DPR dari Fraksi PKB Lily Wahid mengungkapkan, saat ini semua partai tengah getol mencari modal untuk berbagai kegiatan politik demi memenangkan Pemilu 2014. Mereka berusaha memanfaatkan berbagai celah yang dimungkinkan untuk memperoleh dana, meskipun melalui proyek-proyek pendanaan APBN. "Sebagian usaha itu rawan masuk dalam ranah korupsi yang menggerogoti dana negara. Ini harus diwaspadai," kata Lily Wahid. Lily menghimbau kepada seluruh masyarakat hendaknya ikut mengawasi kegiatan partai-partai politik, dalam mencari dana untuk pemenangan Pemilu 2014. "Jika dibiarkan, korupsi itu itu bisa menjadikan APBN sebagai jalan mengumpulkan pundi-pundi partai. Akibatnya, dana untuk program-program kesejahteraan rakyat tidak sampai," ucap Lily. (dodo -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 96 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message
