Refl. Kalau bicara triliun itu banyak selaki angka nolnya. Jadi 2 trliun itu kalau tak salah ditulis kurang lebih demikian 2.000.000.000.000. Bagaimana kalau kata istilah “korupsi” disinonimkan dengan “ hadiah” atau “sedekah” kepada yang mengelapkan harta negara? Karena dengan begitu rezim NKRI bisa mengharumkan nama dan imagenya sebagai negara tanpa korupsi yang banyak berkat dilimpahkan kepada penguasa negara disegala tingkat dan cabang serta ranting kekuasaan. Dengan begitu bagi yang dilimpahkan berkat negara ini bisa bangga seperti menerima bintang kehormatan negara tertinggi.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/18/ArticleHtmls/SETELAH-RESMI-TERSANGKA-SITI-DITUNGGU-KASUS-NAZAR-RP-18042012001006.shtml?Mode=0 SETELAH RESMI TERSANGKA SITI DITUNGGU KASUS NAZAR RP 2 TRILIUN JAKARTA Tujuh kali diperiksa KPK. Markas Besar Kepolisian RI menetapkan Siti Fadilah Supari sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa pada 2005. Modusnya, menurut polisi, bekas Menteri Kesehatan ini merekomendasikan penunjukan langsung pelaksana proyek, dan diduga melakukan penggelembungan nilai proyek. Sitorus Situmorang, pengacara Siti Fadilah, mengakui kliennya banyak terlibat kasus sepanjang 2005. “Iya, Ibu (Siti) memang banyak (terlibat) kasus pada 2005,“ujarnya kemarin. Dia bersama Siti Fadilah berencana datang ke Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi. Menurut Sitorus, selama ini kliennya tidak pernah diperiksa polisi. “Kami pun siap melakukan konfrontasi karena polisi tidak memberikan surat resmi,“ucapnya. Selama menjabat menteri, Siti diduga juga terlibat dalam sejumlah proyek yang ditangani mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Nilai total proyek tersebut mencapai Rp 2 triliun. Tapi Sitorus mengaku tak mengetahui kasus ini. Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, menolak menjelaskan ihwal proyek Nazaruddin tersebut. Menurut dia, “Itu termasuk informasi yang dikecualikan untuk diketahui publik.“ Adapun juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi, mengatakan Siti Fadilah beberapa kali diperiksa dalam kasus korupsi yang lain.Yaitu, kasus alat kesehatan pembekalan rumah sakit flu burung pada 2006 dengan tersangka bekas Direktur Bina Pelayanan Medik Ratna Dewi Umar. “Tapi statusnya saksi,“katanya. Siti Fadilah sendiri mengakui tujuh kali diperiksa KPK. Johan melanjutkan, kasus yang kini menjerat Siti sebagai tersangka berbeda dengan yang diurus KPK. Dia juga memastikan proyek Nazaruddin di Kementerian Kesehatan tidak ditangani KPK, karena polisi lebih dulu mengusutnya. “Jadi KPK menyerahkan ke polisi,“ katanya. SYAILENDRA | FRANSISCO R | TRI S | ARYANI K | RAFIKA A | SUKMA TOP Powered by Pressmart Media Ltd -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 153 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message
