Refl: Bagus sekali bisa impor aliran listrik dari Malaysia, karena  kalau tidak 
impor bisa gelap gulita atau lampu kedip-kedip bagaikan mata kuntilanak 
menerkam mangsanya di malam hari, dan tentunya bersamaan dengan mengalir arus 
listrik, mengalir pula komisi ke kantong penguasa tukang catut. Dirgahuyu harga 
mati!

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/21/ArticleHtmls/Impor-Listrik-dari-Malaysia-Mulai-2014-21042012005015.shtml?Mode=0


Impor Listrik dari Malaysia Mulai 2014
JAKARTA
    
          

    
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman, memastikan Indonesia bakal 
mengimpor listrik dari Malaysia. Melalui PT PLN (Persero), impor setrum itu 
akan dimulai akhir 2014. “Tahap pertama akan masuk sebesar 50 megawatt,”ujar 
Jarman kemarin.

Kepastian pembelian listrik dari negara tetangga dilakukan karena, setelah 
dihitung, harganya lebih murah dibanding mengoperasikan pembangkit tenaga 
diesel. Tata cara impor diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2012.

Ia menjelaskan, Malaysia menjual listriknya kepada PLN dengan harga US$ 9 sen 
per kilowatt per jam (kWh). Harga ini lebih rendah dibanding harga listrik 
menggunakan bahan bakar minyak sekitar US$ 27 sen per kWh.

Meski keran belanja listrik impor diizinkan, pemerintah mengingatkan PLN agar 
tidak terlalu bergantung pada negara lain.“Untuk itu, pembelian dibatasi hanya 
untuk jangka waktu lima tahun,”kata Jarman.

Jangka waktu tersebut bisa diperpanjang jika harga listrik di dalam negeri 
lebih mahal dibanding harga impor listrik.“Jika listrik dalam negeri lebih 
murah, tentu akan diprioritaskan.” Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko 
PLN, Murtaqi Syamsudin, menerangkan bahwa pembelian ini berdampak positif bagi 
kelistrikan Indonesia. Selain harganya lebih murah, dari sisi sistem lebih 
seimbang karena tidak membutuhkan cadangan untuk pemeliharaan.

PLN, kata dia, membeli listrik dari Sarawak Energy Berhad (SEB) ke Kalimantan 
Barat.

“Skema sudah disepakati. Transmisi sedang direncanakan, pendanaan sudah 
disiapkan,” kata Murtaqi.

Kerja sama jual-beli tenaga listrik berlangsung selama 25 tahun, terdiri atas 
dua tahapan.

Lima tahun pertama, PLN membeli listrik dari SEB. Berikutnya, PLN akan menjual 
listrik ke Sarawak dengan total tukar-menukar listrik hingga 120 megawatt.

PLN dan Sarawak Energy akan membangun transmisi tegangan 275 kilovolt sepanjang 
122 kilometer dari Bengkayang di Kalimantan Barat hingga Mambong di Sarawak, 
salah satu negara bagian di Malaysia.

Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, menilai hal ini 
langkah positif PLN. Sebab, dengan cadangan energi yang terbatas, lebih baik 
menambah cadangan untuk masa depan. Listrik, kata dia, bisa dipenuhi dengan 
membeli dari negara lain.

    
TOP
    
Powered by Pressmart Media Ltd
    
    

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke