Refl:  Penggilingan gandum disamakan dengan pabrik?

      
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/26/ArticleHtmls/Lima-Perusahaan-Asing-Bangun-Pabrik-Terigu-26042012104012.shtml?Mode=0


      Lima Perusahaan Asing Bangun Pabrik Terigu

      JAKARTA


Ekspor produk berbahan terigu tumbuh 24 persen.

Lima perusahaan asing berencana menanamkan investasi di industri tepung 
terigu.“Ada perusahaan yang akan masuk, tapi ada yang sudah berinvestasi 
di Indonesia, di antaranya Wilmar, Siantar Top, dan Bungasari,“ kata Ketua 
Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang 
kemarin.
Masuknya investor asing menambah jumlah perusahaan terigu dari 18 menjadi 
23 perusahaan. Dalam catatan Aptindo, perusahaan yang akan berinvestasi di 
antaranya PT Bungasari Flour Mills, yang akan berlokasi di Cilegon dengan 
kapasitas produksi 342 ribu ton per tahun. Bungasari Flour Mills merupakan 
perusahaan patungan antara Toyota Tsusho Corp (anak usaha Toyota Motor 
Corp) dan PT FKS Capital dari Indonesia serta Malayan Flour Mills Bhd asal 
Malaysia.

Ada pula PT Siantar Top, yang berlokasi di Jawa Timur, dengan kapasitas 
produksi 90 ribu ton per tahun. PT Sarana Prima Makmur Sejahtera di Serang 
dan Banjarmasin memiliki kapasitas produksi masing-masing sebesar 250 ribu 
ton per tahun dan 198 ribu ton per tahun. Selanjutnya, ada PT Tarlindo 
Makmur Abadi, yang akan berlokasi di Bekasi, tapi belum diketahui 
kapasitas produksinya.

Kelima perusahaan itu tertarik membangun pabrik karena meningkatnya 
permintaan terigu. Masuknya kelima perusahaan tersebut akan menjadi sinyal 
positif bagi perusahaan lain, yang menyasar pasar Asia Timur, untuk 
membangun pabrik di Indonesia. “Berarti industri tepung terigu kita 
mengalami pertumbuhan,” kata Menteri Perindustrian M.S. Hidayat.

Nilai investasi yang ditanamkan kelima perusahaan tersebut juga cukup 
besar. PT Bungasari Flour Mills menanamkan uangnya Rp 600 miliar dan PT 
Siantar Top sebesar Rp 150 miliar. Siantar Top telah membeli lahan dari 
dua anak usahanya, yakni PT Siantar Tiara dan PT Benteng Sejahtera, untuk 
lokasi pabrik terigu. Nilai pembelian lahan tersebut mencapai Rp 89,38 
miliar.

Franky menambahkan, industri berbasis tepung terigu menunjukkan 
pertumbuhan positif, setelah pemerintah berencana meningkatkan nilai 
tambah untuk produk ekspor. Industri berbasis tepung terigu sudah mulai 
mengekspor produknya ke beberapa negara, terutama Asia Timur. Beberapa 
negara tujuan di antaranya Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

Pada 2011, volume ekspor makanan berbahan baku tepung terigu tumbuh 
sekitar 24 persen dari 189.830 ton menjadi 240.049. Adapun total nilai 
ekspor tahun lalu menembus US$ 600 juta. Dalam empat hingga lima tahun 
mendatang, Franky optimistis nilai ekspor produk berbahan baku tepung 
terigu, seperti mi instan dan biskuit, naik menjadi US$ 1 miliar.

Indonesia masih harus mengimpor terigu. Kapasitas giling pabrik terigu 
saat ini setara dengan 6 juta ton tepung terigu. Namun permintaan di dalam 
negeri sendiri baru bisa dipenuhi 5,3 juta ton terigu.

ROSALINA

--
I am using the free version of SPAMfighter.
We are a community of 7 million users fighting spam.
SPAMfighter has removed 558 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

The Professional version does not have this message

Kirim email ke