Ref: Rahasia ditangan Angie adalah rahasia penguasa negara kleptokrasi.
Tidak ada harapan bagi rakyat banyak yang berada di luar lingkaran panggung
kekuasaan negara dan kaum elit yang berkerumun disekitarnya untuk memperoleh
perbaikan tingkat hidup memada sebagai manusia berharga, satu-satunya
alternatif yang dijamin oleh NKRI ialah pemiskinan abadi.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/05/ArticleHtmls/8-RAHASIA-DI-TANGAN-ANGIE-05052012001008.shtml?Mode=0
8 RAHASIA DI TANGAN ANGIE
JAKARTA
Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas
Gadjah Mada, Oce Madril, mengatakan Angelina Sondakh, tersangka kasus suap
Wisma Atlet Palembang dan proyek universitas, bisa menjadi pintu bagi Komisi
Pemberantasan Korupsi untuk mengungkap pihak yang terlibat. Ia mendesak lembaga
antikorupsi itu bekerja maksimal.“Melalui Angie, peran pihak lain dapat
terbongkar,“ kata Oce.
Ia mengatakan, keterangan sejumlah saksi dalam sidang
menyebutkan bahwa Angie tahu persis praktek korupsi yang melibatkan Dewan
Perwakilan Rakyat hingga ke partai. Misalnya, aliran duit dari Grup Permai,
Badan Anggaran DPR, dan aliran duit proyek Hambalang.
Angie disangka menerima suap dalam pembahasan anggaran
di DPR tentang proyek Wisma Atlet berbiaya Rp 191 miliar dan proyek pengadaan
alat laboratorium di beberapa perguruan tinggi berbiaya Rp 600 miliar.
KPK pun menyatakan segera memeriksa pejabat Kementerian
Olahraga, Kementerian Pendidikan, dan pemimpin Badan Anggaran DPR. “Pembahasan
anggaran proyek Wisma Atlet dan proyek pengadaan alat lab itu melibatkan tiga
institusi tersebut,“ kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P.
Pengacara Teuku Nasrullah meminta KPK tak memaksa Angie
mengakui kasusnya, tapi memberi hak kepada tersangka untuk menyampaikan
keterangan.
Berikut ini delapan rahasia yang bisa diungkap Angie:
Pertemuan Tim Pencari Fakta Fraksi Demokrat, 11 Mei 2011 1 Seusai sidang di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 21 Desember 2011, Nazar
mengungkapkan bahwa Angie menceritakan menerima Rp 9 miliar di hadapan TPF di
ruang Fraksi Demokrat. Dalam eksepsi Desember tahun lalu, Nazar menyatakan
Angie menerima Rp 9 miliar dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng
yang dibagikan kepada petinggi Demokrat.
Perencanaan Proyek Hambalang 2 Angie mengikuti
pertemuan di kantor Kementerian Olahraga bersama Menteri Andi, Mahyuddin, dan
Wafid. Pertemuan membahas proyek Hambalang. Ketua Komisi Olahraga DPR
Mahyuddin, ketika menjadi saksi atas kasus Nazar, 17 Februari 2012, mengakui
pertemuan itu juga dihadiri Nazar dan Angie. Mahyuddin menyatakan hanya
mengingat sedikit pembicaraan Nazar tentang Hambalang. “Sertifikat Hambalang 32
hektare sudah selesai,“ ujar Mahyuddin, menirukan Nazar.
Membuka Identitas `Bos Besar' dan `Ketua Besar' 3 Mindo
Rosalina Manulang, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri di bawah Grup Permai milik
Nazar, mengatakan Angie pernah meminta “apel“ ke Rosa yang ditujukan kepada
“bos besar“ dan “ketua besar“. Menurut Rosa, “ketua besar“ adalah Wakil Ketua
Badan Anggaran dari Demokrat, Mirwan Amir; dan “bos besar“ adalah Anas
Urbaningrum. Mengungkap `Apel Malang' dan `Apel Washington' 4 Rosa
mengungkapkan dalam sidang bahwa istilah “apel“ merupakan permin taan Angie.
“Angelina Sondakh yang bilang biar tak terlalu vulgar,“ Rosa mengungkapkan
dalam sidang 16 Januari 2012. Istilah “apel Malang“ dan “apel Washington“,
menurut Rosa, berasal dari Angelina. “Apel Malang“ sebutan untuk uang rupiah,
sedangkan “apel Washington“ buat dolar Amerika.
Anggota DPR yang Mendapat Fee 5 Rosa pada sidang 16
Januari 2012 menyatakan Angie meminta uang Rp 6 miliar sampai Rp 8 miliar
kepada Nazar.
Sebelumnya, Yulianis dalam sidang mengaku menyerahkan
fee 5 persen dari nilai proyek Rp 191 miliar ke DPR pada 2010. Menurut
Yulianis, adalah Rosalina yang menyerahkannya kepada dua anggota Badan Anggaran
DPR dari Komisi Olahraga. Kedua orang itu adalah, “Angelina Sondakh dan Wayan
Koster,“ kata Yulianis dalam sidang 10 Agustus 2011.
Kisah Kardus Berisi Duit Rp 3 Miliar yang Dikirim
Luthfi ke DPR 6 Luthfi Ardiansyah, sopir Yulianis, dalam sidang kasus Nazar 28
Januari 2012 menyatakan bertemu dengan Angie di DPR.
Saat itu ia menyerahkan kardus berisi uang Rp 3 miliar
ke ruang Wayan. Ketika meninggalkan ruangan, Luthfi berpapasan dengan Angie.
Yulianis ketika itu juga mengungkapkan bahwa Grup
Permai pernah mengeluarkan duit Rp 5 miliar untuk Angie dan Wayan. Uang
diserahkan dalam beberapa tahap.
Aliran Duit ke Anas Urbaningrum 7 Nazar mengatakan,
Anas menerima dua kali fee proyek Wisma Atlet. Jatah Demokrat sebesar Rp 9
miliar diberikan melalui Angelina dan Wayan Koster. Selanjutnya, diterima
Mirwan Amir dan dibagikan kepada pemimpin Badan Anggaran dan Ketua Fraksi
Demokrat. Sebelum pertemuan TPF 11 Mei 2011 di ruangan Jafar Hafsah, Nazar
mendengar cerita dari Mirwan bahwa Mirwan sudah menyerahkan duit Rp 7 miliar ke
Anas untuk pengamanan media. Waktu itu, menurut Nazar, yang hadir selain dia
juga Mirwan, Jafar, dan Angie.
Proyek Pengadaan Alat Laboratorium di Sejumlah
Perguruan Tinggi Negeri 8 Nama perguruan tinggi itu di antaranya terungkap
dalam percakapan melalui BlackBerry antara Rosa dan Angie, misalnya Universitas
Halu Oleo dan Universitas Sumatera Utara. Percakapan itu, di antaranya, Rosa
menanyakan proyek di Halu Oleo. Angie menjawab, “Udah aman. Itu khusus urusan
kita.“ “Oke. Siip deh,“ jawab Rosa. Ada lagi percakapan yang menyoal proyek di
USU berbiaya Rp 116 miliar. Rosa mengatakan, “Sesuai kecuali USU. USU kasihlah,
Bu. 15 aja.“ Angie kemudian menjawab, “USU dapat, tapi kecil, hanya 5.“
[Non-text portions of this message have been removed]