Refl: Kalau kambing, domba dan keledai disikat, maka mungkin juga yang berotak 
encer bisa mengasak orangutang.

http://bangka.tribunnews.com/2012/02/06/orangutan-ini-diduga-diperkosa

Orangutan Ini Diduga Diperkosa


Bangkapos.com - Senin, 6 Februari 2012 07:56 WIB
Kompas.comBANGKAPOS.COM — Dua ekor orangutan diselamatkan oleh tim rescue and 
release Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), Borneo Orangutan Survival 
Foundation (BOSF), dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan 
Timur.

Orangutan itu diselamatkan setelah semalaman dikejar hingga kelelahan. Saat 
ditemukan, dua ekor orangutan yang merupakan induk dan anak itu tampak tak 
berdaya. Sang induk tengah memeluk anaknya dan dikepung oleh orang-orang yang 
membawa parang dan tali.

Kondisi tersebut mungkin biasa dijumpai pada orangutan yang akan dibantai. 
Namun, fakta yang lebih memilukan adalah bahwa induk orangutan sebenarnya 
tengah bunting 3 bulan. Fakta ini ditemukan setelah tim memeriksa induk 
tersebut.

"Ini tidak biasa. Biasanya induk orangutan yang membawa anak tidak sedang dalam 
kondisi hamil," kata Deputi Direktur Konservasi RHOI Aldrianto Priadjati dalam 
konferensi pers, Kamis (2/2/2012).

Menurut Aldrianto, kondisi hamil tersebut janggal. Orangutan biasanya akan 
memelihara dan mengajari anaknya hidup di hutan selama 6-8 tahun. Jadi dalam 
jangka waktu tersebut induk orangutan tidak akan hamil. Tim penyelamat menduga 
induk orangutan itu telah diperkosa oleh pejantan lain sehingga bunting di saat 
masih mengasuh anaknya.

"Induk orangutan ini diduga diperkosa oleh pejantan lain. Kami memperkirakan, 
dalam fragmen hutan ini, ada lebih banyak pejantan," kata Aldrianto yang juga 
menjadi ketua tim penyelamat dan pelepasliaran orangutan.

Aldrianto mengatakan, rasio jantan dan betina orangutan secara keseluruhan 
sampai saat ini belum diketahui. Jika jumlah betina sangat sedikit, kurang dari 
1 persen dari populasi, maka orangutan lebih rentan mengalami kepunahan.

Kondisi yang dialami induk orangutan yang diselamatkan oleh tim RHOI, BOSF, dan 
BKSDA Kaltim ini bisa menjadi gambaran ancaman yang diterima orangutan betina. 
Tidak hanya diburu manusia, orangutan betina juga mengalami tekanan seksual 
dari pejantan. 

Aldrianto mengatakan, orangutan betina memiliki sifat pemilih, cenderung 
memilih pejantan yang tangguh sehingga bisa berlindung. Namun, dalam kondisi 
tertentu, betina bisa saja kalah.

Kunci penyelamatan orangutan menuntut keterlibatan banyak pihak, bukan cuma 
lembaga swadaya masyarakat. Salah satu yang kini disorot adalah kalangan 
bisnis. 

Perusahaan kelapa sawit, misalnya, wajib memiliki corporate biodiversity 
responsibility (CBR) selain corporate social responsibility (CSR). Salah satu 
yang bisa dilakukan untuk menjaga orangutan adalah menjaga hutan serta 
keseimbangan rasio jantan dan betina orangutan di alam.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke