Pengakuan Kapten A, Si 'Koboy Palmerah'  
TEMPO.CO – 1 jam 56 menit lalu
  a.. 
  b.. 
  c.. Share0
  d.. 
  e.. Email
  f.. Cetak
Konten Terkait
  a.. Lihat Foto 
  Pengakuan Kapten A, Si 'Koboy Palmerah'  

Berita Lainnya 
  a.. "Koboi Palmerah" itu Berpangkat Kapten
  Liputan 6
  b..  
  Kondisi Kritis, Keluarga Terus Bacakan Ayat Suci Al-Quran
  TRIBUNnews.com
  c..  
  Buruh Sesaki Kawasan Sudirman, Bus Trans J Terjebak Macet
  TRIBUNnews.com
Lainnya »
TEMPO.CO, Jakarta - Kapten A, sosok pria berkemeja putih yang terekam kamera 
sedang beraksi koboi  mengacung-acungkan pistol ke arah pengendara vespa, Senin 
30 April 2102 ternyata anggota TNI. Markas Besar Angkatan Darat mengakui, 
lelaki dalam rekaman itu adalah anggotanya. Aksinya menggenggam pistol membuat 
pria itu dijuluki 'koboy Palmerah' -- lokasi insiden terjadi--dan membuatnya 
diperiksa Polisi Militer Daerah Jakarta Raya.


Meski terlhat jelas dalam rekaman, bagaimana kronologis sesungguhnya terjadi, 
Mabes membantah kalau perwiranya itu mengumbar tembakan saat peristiwa 
perselisihan terjadi. Markas Besar Angkatan Darat melalui Kepala Sub Dinas 
Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin menyebut, Kapten A 
hanya membawa pistol mainan berupa airsoft gun untuk menakut-nakuti.


"Kami sangat menyayangkan kedua belah pihak tak dapat mengendalikan emosi," 
ujar Zaenal, saat ditemui di kantornya, Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 
2012.


Seperti diketahui, Selasa 1 Mei 2012 sebuah video berjudul 'Koboy Palmerah' 
diunggah warga di Youtube dan kini  menjadi pembicaraan di jejaring sosial 
Twitter. Dalam video itu tampak percekcokan seorang pengendara mobil TNI AD 
bernomor pelat nomor 1394-00 dengan seorang pengendara skuter. Dalam video 
tersebut, Kapten A terlihat menggenggam pistol dan tongkat besi.(Baca:Video: 
Diserempet, 'Koboy Palmerah' Todongkan Pistol )


Saat diperiksa, Kapten A beralasan aksi koboinya berlatarbelakang emosi. Namun 
tetap saja, Zainal menyayangkan aksi si Kapten karena tak pantas dilakukan. 
"Kedua belah pihak tidak bisa mengendalikan emosi," ujarnya. Untungnya saat itu 
ada patroli polisi militer, sehingga Kapten A langsung diamankan".


Berikut kronologis dan pengakuan yang ditulis Kapten A. Pengakuan tertulis itu 
dibacakan Zaenal. 


Pada pukul 15.00 saat itu saya berniat akan menjemput orang tua saya di Bandara 
Soekarno Hatta. Saat melintas di Palmerah, situasi jalan raya sedikit 
tersendat. 



Pada saat mobil saya bergeser ke arah kiri, kaca kiri mobil saya diketuk. 
Pengendara itu berkata 'jangan mentang-mentang aparat seenaknya saja'. 



Saya kaget lalu turun dari mobil untuk menanyakan masalahnya. Saya berpikir 
motornya terserempet tapi ternyata tidak. Saya tinggalkan dia sambil dia 
mengancam akan melaporkan ke atasan saya. Saya bilang silakan saja.


Saya kembali ke mobil dan siap melanjutkan perjalanan menuju  bandara karena 
khawatir, orang tua saya mengidap sakit jantung. Ketika akan menyalakan mesin 
mobil, pintu mobil saya ditendang dan kaca mobil diketok oleh pengendara motor 
itu.



Saya turun dan sempat mengeluarkan dan mengacungkan air soft gun dan stik besi 
yang saya punya agar dia mengeluarkan SIM miliknya. Lalu Pomdam Jaya melintas 
dan saya dibawa.


GADI MAKITAN


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke