Inilah Kata Sambutan Terakhir Endang Rahayu...
Icha Rastika | Benny N Joewono | Rabu, 2 Mei 2012 | 20:32 WIB 
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOMenkes Endang Rahayu Sedyaningsih 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan nonaktif, Endang Rahayu Sedyaningsih 
tutup usia, Rabu (2/5/2012) siang tadi. Selama masa hidupnya, Endang 
meninggalkan pesan dan kesan yang menjadi tauladan bagi masyarakat. 

Salah satu pesan yang ditinggalkan Endang termuat dalam kata sambutan yang 
ditulisnya dalam rangka menyambut penerbitan buku "Berdamai dengan Kanker". 
Tiada yang menyangka, kata sambutan yang ditulis Endang pada 13 April 2011 itu 
menjadi kata sambutan terakhir dari Endang. 

Inilah penggalan kata sambutan terakhir Endang yang diperoleh wartawan dari 
pihak Kementerian Kesehatan:   

"Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru 
stadium empat baru ditegakkan lima bulan yang lalu dan sampai kata sambutan ini 
saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi, saya tidak bertanya 
"Why me ??". 

Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu 
banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini. Hidup di negara yang indah, 
tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial 
ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua 
putra dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada 
orang tua. 

Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. "So... Why not?" Mengapa tidak, Tuhan 
menganugerahi saya kenker paru? Tuhan pasti mempunyai rencana-Nya, yang belum 
saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. 
Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, 
sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik. 

Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik 
sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerahNya dengan bersyukur. Sungguh, 
lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan 
sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh 
hati. 

Dan... jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita 
sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu. Demikian pesan 
yang disampaikan Endang... selamat jalan bu... 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke