Wah?! Ada WNI yang Jadi Tentara Malaysia?

[LOSARANG] Anggota MPR, Yoseph Umar Hadi berjanji akan mengecek sejauh mana 
keterlibatan WNI di perbatasan, yang disebut-sebut direkrut Malaysia untuk 
dijadikan anggota tentara negara tersebut. Masalahnya, jika hal tersebut benar, 
yang dipermalukan adalah Pemerintah Indonesia sendiri.

"Saya baru mendengar ini, karena itu Senin (23/4) saya akan ke Kalimantan, 
segera mengecek kebenaran informasi ini," katanya setelah mendengar aktivis 
Karang Taruna, Kurniawan ketika mengikuti sosialisasi “4 Pilar” di salah satu 
hotel di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, 
akhir pekan lalu.

Kurniawan mempertanyakan, sejauh mana kebenaran informasi tersebut, ada warga 
Indonesia di perbatasan, karena alasan kemiskinan dan tidak punya pekerjaan mau 
direkrut dijadikan anggota militer Malaysia.

Yoseph yang juga anggota Fraksi  PDI Perjuangan itu, sedang mengadakan 
kunjungan kerja (kunker) ke daerah pemilihannya di Cirebon dan Indramayu ini 
menegaskan, belum begitu percaya kalau benar ada warga Indonesia di perbatasan 
seperti itu, apalagi belum pernah ada laporan dari pemerintah daerah.

Dalam kunker Komisi V DPR ke Pontianak, Kaltim minggu depan, Yoseph akan 
mencari tahu informasi itu. "Kebetulan saya mau kesana kunker komisi, saya akan 
tanya ke gubernur dan ke bupati, termasuk melaporkan ini ke Komisi I," ujarnya.

Acara sosialisasi 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu, diikuti 110 
peserta, terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda atau 
karang taruna di wilayah Losarang. Animo mereka terlihat tinggi, sebab dari 
awal sampai selesai, peserta serius menyimak dan mendengarkan penjelasan atau 
arahan dari Yoseph Umar Hadi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka 
Tunggal Ika.

"Sudah menjadi tugas atau kewajiban semua anggota MPR mensosialisasikan empat 
pilar ini ke semua lapisan masyarakat di Indonesia," katanya.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi V DPR itu mengatakan, soal perbatasan 
memang sedikit lebih banyak mendapat perhatian, terutama soal patok yang sempat 
diberitakan mulai bergeser ke wilayah Malaysia. Menurut Yoseph, belum tentu 
negara tetangga mengakui batas-batas negara kita. "Jangan batas negara, batas 
kampung saja bisa memunculkan pertikaian,"tegasnya.

Dia menegaskan, sebagai negara berdaulat kita harus marah dan berani unjuk gigi 
jika sewaktu-waktu berkonfrontasi dengan negara tetangga. "Kita harus tunjukkan 
kalau kita negara berdaulat, jangan sampai dicap sebagai negara yang lembek," 
katanya. [146/M-16]

http://www.suarapembaruan.com/nasional/wah-ada-wni-yang-jadi-tentara-malaysia/19378

Kirim email ke