Desa Hua Xi , Desa Terkaya Didunia
http://www.indonesiamedia.com/2012/04/24/desa-hua-xi-desa-terkaya-didunia/

Cukup menarik untuk diperhatikan bersama, dimana Desa Hua Xi, yang terletak di 
propinsi Jiang Shu, di tahun 1961 merupakan satu desa kecil, hanya 380 
keluarga, 1520 orang, dan sangat terbelakang, dibawah pimpinan sekretaris 
Partai, Wu Renbao akhirnya sekarang menjadi satu desa termaju diseluruh 
Tiongkok, dengan penduduk lebih dari 30 ribu dan areal lebih dari 30 Km. 
Berhasil menggabungkan 16 desa disekitarnya, setiap keluarga tidak hanya 
mempunyai rumah berbentuk vila 400 – 600 m², tapi juga ada mobil sedan bahkan 
ada yang sampai 3.

Di tahun 2005 Desa Hua Xi berhasil mencapai penjualan produksi senilai lebih 30 
milyar Yuan. Mereka membangun Pagoda, tugu-emas, danau, taman-internasional dan 
taman Petani, bahkan membangun proyek tamasya dengan 80 pemandangan alam yang 
indah. Selama ini telah melayani tamu-tamu dari lebih 120 negara dan daerah. 
Setiap tahunnya bisa menerima 1 juta orang yang ingin melihat keberhasilan desa 
Hua Xi.

Bagaimana proses perkembangan desa Hua Xi bisa begitu heibat sehingga 
mendapatkan julukan “Desa No. 1 didunia”? Disamping itu, berturut-turut Desa 
Hua Xi juga mendapatkan julukan “Basis Organisasi Partai termaju”, “Model Dewan 
Petani Tiongkok”, “Pedesaan Tiongkok yang Berkebudayaan”, “Model Tipikal 
Kebudayaan Tiongkok”, “Kesatuan Maju Pekerjaan Ideologi-Politik Usaha Industri 
Pedesaan Tiongok”, “Industi Termaju Dari Perindutrian Pedesaan Tiongkok”, 
“Taman Industri Dari Teknologi Perindustrian Pedesaan Tiongkok”, … dsb. 
Benar-benar tidak salah Desa Hua Xi mendapatkan kehormatan sebagai “Desa No.1 
Didunia” dari berbagai kalangan masyarakat Dalam dan luar negeri!

Dari beberapa tulisan (bahasa Tionghoa) yang bisa saya ikuti, patut 
diperhatikan cara memimpin Wu Renbao, sekretaris Partai di desa Hua Xi ini, 
sekalipun kelahiran petani biasa dan tidak berpendidikan tinggi. Semboyan yang 
dia ajukan: “Kebahagiaan dinikmati massa, Kesulitan dipikul pejabat”. Dan, 
prinsip yang dijalankan didesa Hua Xi, “maju dan makmur bersama”. Bukan 
sebagaimana prinsip Deng, “memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu”. 
Begitulah Pak Wu ini membawa penduduk desa Hua Xi maju makmur sampai sekarang 
ini. Seorang pengunjung dari Amerika menyatakan, Pak Wu seperti Lee Kuan Yao di 
Singapore.

Perkembangan pesat baru terjadi setelah awal tahun 80, pada saat politik 
“Membubarkan Komune Rakyat” mulai dijalankan dengan memperkenankan setiap Desa 
berinisiatif melancarkan usaha sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing dan 
kebutuhan pasar. Jadi, setelah didesa-desa diperkenankan menggunakan tanahnya 
untuk berproduksi yang dikehendaki sesusai kebutuhan pasar. Jadi, setelah 
Pemerintah pusat menerima keunggulan ekonomi-pasar dari system kapitalis. Tidak 
lagi sepenuhnya menjalankan segalanya harus direncana oleh Pemerintah pusat, 
sedang daerah, desa-desa bertanam atau berproduksi sesuai pembagian tugas yang 
ditentukan Pemerintah Pusat. Salah satu kesalahan prinsip system sosialisme 
yang segalanya diatur/dikendalikan secara sentral, dan mudah terjerumus 
kekesalahan manusia yang subjective atau hanyut oleh kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, desa Hua Xi setelah berhasil meningkatkan produksi pertanian 
dengan mekanisasi, mereka benar-benar mengembangkan usaha industry di-desanya, 
membangun pabrik baja dan pipa-baja. Usaha menjadi lebih besar setelah Wu 
Renbao menggabungkan beberapa desa disekitarnya, menambah jumlah tenaga kerja 
yang diperlukan untuk industry. Sehingga hasil produksi baja setahunnya 
mencapai 2,2 juta ton, sedang pipa-pipa berbagai jenis untuk sepeda, 
sepeda-motor dan perabot rumah-tangga, hampir 300 ribu ton/tahun. Dari hasil 
produksi desa Hua Xi sudah ada yang eksport ke AS, Canada, Eropah, Australia 
dan bebrapa Negara Asia-tenggara.

Desa Hua Xi telah menjadi kaya tidak berarti apa-apa seandainya seluruh 
Tiongkok tidak menjadi kaya. Itulah sebab, di tahun 2001, Desa Hua Xi 
memperluas wilayah dengan menggabungkan 16 desa disekitar menjadi satu 
pengurusan Desa Hua Xi untuk maju bersama. Dermikianlah sekarang ini desa Hua 
Xi menjadi besar dan lebih makmur lagi dengan bertambahnya tenaga kerja. 
Lengkap dengan produksi bahan pangan, buah-buahan, pohon, peternakan dan 
perikanan, …

Di tahun 2010 ini, mereka menyambut peringatan 50 tahun pembangunan desa Hua 
Xi, dengan hasil produksi senilai 50 Milyar untuk kebahagiaan dengan memperkaya 
50 ribu orang. Mewujutkan perkembangan yang serasi antara ekonomi, penduduk, 
sumber-alam dan lingkungan, lebih lanjut mempertahankan “Desa No. 1 Didunia” 
dengan meningkatkan kebudayaan, keserasian dan harmonis.

Penduduk desa Hua Xi menyatakan, keberhasilan desa Hua Xi menjadi begitu 
makmur, tidak terlepas dari kepemimpinan Wu Renbao. Itulah sebab mereka tidak 
hendak pimpinan diganti orang lain, sejak tahinm 1961, desa Hua Xi dipimpin 
oleh Wu Renbao. Dan karena pak Wu sudah lanjut usia, beberapa tahun yl. 
Berkeras mengundurkan diri, tapi yang diangkat sebagai penggantinya adalah 
putra ke-4nya. Menunjukkan kesadaran petani masih feodal, menganggap 
keberhasilan membawa kehidupan makmur, terutama ditentukan oleh seorang 
pemimpin, pribadi orangnya. Bukan bersandar pada sistemnya.

Bagaimana Wu Renbao mengatur pembagian hasil-kerja di Desa Hua Xi? Prinsip 
“mendapatkan sesuai dengan hasil kerja”, “kerja makin keras mendapatkan makin 
banyak” berusaha dipegang dan dilaksanakan. Keuntungan 20% untuk Grop Hua Xi 
yang melancarkan usaha, 80% digunakan untuk usaha; Dari 80% yang digunakan 
untuk Usaha itu, 10% untuk bonus pemborong; 30% untuk bonus manager dan 
teknisi; 30% untuk bonus pegawai/buruh; 30% akumulasi modal untuk mengembangkan 
usaha.

Mereka mengeluarkan semboyan: “Pembagian lebih sedikit, akumulasi modal lebih 
besar, mencatatkan saham lebih besar”. Pelaksanaannya? Bonus yang seharusnya 
jatuh ketangan pribadi pemborong, buruh/pegawai, kenyataan hanya 20% yang 
diuangkan dan diterima orang bersangkutan, selebihnya 80% dicatatkan sebagai 
pembelian saham perusahaan Hua Xi Grops. Jadi sekarang ini saham perusahaan Hua 
Xi Grop telah lebih 70% menjadi hak-milik kolektif dan kurang dari 30% saham 
milik Komune Hua Xi semula.

Bagaimana pula dengan kehidupan Petani/Buruh didesa Hua Xi? Praktis mereka 
tidak ada hari libur, Sabtu dan Minggu tetap bekerja. Setahun hanya 2 hari 
libur Tahun Baru Imlek. Jadi mereka, penduduk yang datang dari luar harus lebih 
dahulu ajukan permohonan pada Kepala Barisan Produksi untuk pulang kampung. 
Sedang bagi orang yang hendak keluarkan uang simpanan yang dalam bentuk saham 
itu, juga harus lebih dahulu mengajukan permohonan pada Dewan Desa. Dengan 
demikian, setiap penduduk desa Hua Xi, sudah ada uang simpanan setidaknya 1 
juta Yan. Pembangunan perumahan bentuk vila dan pembelian mobil sedan yang 
dibagikan pada setiap penduduk desa itu diambil dari simpanan saham yang 
terkumpulkan.

Kirim email ke