Ref: Kalau cara mendirikan bangunan tanpa diselidiki konstruksi dan keadaan 
tanah dengan saksama oleh independent expert, maka dalam waktu-waktu mendatang 
teristimewa di Jakarta yang banyak bangunan tinggi tumbuh seperti jamur, akan 
disaksikan kejadian kalangkabut. Lihat saja pada gedung DPRNKRI diberitakan 
miring beberapa derajat. Begitulah keadaannya kalau tukang copet dan catut 
dijadikan penguasa negara.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/28/ArticleHtmls/AMBRUKNYA-GEDUNG-DI-HAMBALANG-MENTERI-ANDI-DITUDING-LALAI-28052012001006.shtml?Mode=0#

AMBRUKNYA GEDUNG DI HAMBALANG MENTERI ANDI DITUDING LALAI 
JAKARTA 

     
"Saya hanya melanjutkan apa yang dilakukan Pak Adhyaksa."

Peneliti Indonesia Corruption Watch, Febridiansyah, menilai Menteri Pemuda dan 
Olahraga Andi Mallarangeng bisa dimintai pertanggungjawaban atas kerugian 
negara akibat ambruknya dua gedung di area proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Bangunan power house (tempat pembangkit listrik) dan lapangan indoor itu runtuh 
sebagian karena tanahnya ambles belum lama ini. 
“Jika kejadian itu ada unsur kesengajaan, akan memperkuat dugaan adanya 
korupsi,“ kata Febri saat dihubungi kemarin.
Ia menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri alasan Menteri Andi 
berkeras membangun pusat olahraga di kawasan rawan longsor itu. “Ada alasan KPK 
untuk memeriksa motif (Menteri Andi),“ ujarnya.

Menurut Febri, dugaan Menteri Andi lalai karena, sebelum proyek dimulai, sudah 
ada rekomendasi dari hasil penelitian yang menyatakan di tempat itu tidak layak 
didirikan bangunan. Namun, kenyataannya, kompleks pusat pelatihan dan 
pendidikan olahraga itu tetap dibangun. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga 
Adhyaksa Dault menyatakan sudah selayaknya Menteri Andi bertanggung jawab atas 
ambruknya bangunan di proyek Hambalang. Sebab, kata dia, para ahli geologi 
telah mengingatkan struktur tanah di kawasan proyek labil. Potensi gempa juga 
besar karena dikelilingi beberapa gunung berapi.

Rekomendasi itu, menurut Adhyaksa, sudah pula ia sampaikan ke Komite Olahraga 
Nasional Indonesia dan Kementerian Olahraga. “Tapi mungkin Pak Andi telah 
mendapatkan masukan lain dari stafnya,“ katanya.

Ahli geotechnical engineering dari Institut Teknologi Bandung, Masyhur Irsyam, 
membenarkan tanah di bukit Hambalang rawan longsor.
Musibah longsor bisa dicegah jika konsultan pembangunan mengantisipasi dengan 
teknik pembangunan yang tepat.

Ketika dimintai konfirmasi, Menteri Andi mengatakan bahwa dia hanya melanjutkan 
kebijakan pendahulunya. “Pak Adhyaksa tidak pernah mengatakan kepada saya agar 
proyek itu dihentikan,“katanya melalui pesan pendek. Saat diangkat menjadi 
menteri, Andi mengaku, di Hambalang sudah ada bangunan asrama, masjid, jalan 
beraspal, lapangan sepak bola, dan pagar keliling. RAFIKA AULIA | FRANCISCO 
ROSARIAN | ANGGA SUKMA WIJAYA | AGUSSUP

5 PENYEBAB PROYEK RAWAN AMBRUK 

Sejak awal proyek Hambalang diduga diliputi banyak penyimpangan. Selain aroma 
korupsi yang melingkupinya, kondisi tanahnya yang labil sebenarnya tak cocok 
untuk konstruksi bangunan bertingkat. 

KAWASAN CINCIN API Mantan Menteri 1 Olahraga Adhyaksa Dault mengingatkan, di 
bukit Hambalang tak layak dibangun kompleks olahraga. Alasannya, area tersebut 
berada di jalur ring of fire.“Di situ ada Gunung Gede dan Gunung Galunggung, 
semuanya rangkaian gunung berapi,“ katanya pekan lalu, mengutip pakar geologi 
J.A.
Katili (almarhum).

KONTUR TANAH Lahan 2 Hambalang mulanya adalah perbukitan dengan tingkat 
kemiringan mencapai 45 derajat atau lebih. Menurut Adhyaksa, rencana awal hanya 
dirancang bangunan dua lantai berbentuk huruf L. “Bukan untuk sport center yang 
tingginya tujuh hingga delapan tingkat,“ ujarnya kemarin. 

RAWAN LONGSOR Menurut ahli 3 geotechnical engineering dari Institut Teknologi 
Bandung, Masyhur Irsyam, tanah di bukit Hambalang rawan longsor.“Jenis tanah di 
Hambalang itu cleyshale atau tanah ekspansif. Tanah mudah longsor dan mengalami 
pelapukan,“ katanya kemarin. 

CURAH HUJAN TINGGI Wilayah Bogor 4 merupakan daerah dengan curah hujan 
tertinggi di Indonesia. Struktur tanahnya labil akibat guyuran hujan deras 
disertai petir.“Tanahnya memang sudah pernah longsor,“ ujar Kepala Bidang 
Evaluasi dan Diseminasi Kementerian Pekerjaan Umum Wisler Manalu pekan lalu. 
SPESIFIKASI KONSTRUKSI

5 Diduga kualitas spesifikasi konstruksi bangunan di bawah standar. Hal ini 
terjadi karena pengerjaan proyek disubkontrakkan hingga beberapa lapis. 
Subkontraktor diketahui mencapai 17 perusahaan, termasuk PT Dutasari 
Citralaras, yang mensubkan lagi ke PT Bestido dan PT Kurnia Mutu. “Kemungkinan 
ada korupsi pada proses pembangunannya,“ kata peneliti ICW, Febridiansyah, 
kemarin. NASKAH: RAFIKA AULIA | ANGGA SUKMA | RUSMAN PARAQBOEQ | AGUSSUP 
FOTO-FOTO: TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO/ ADITIA NOVIANSYAH 

++++

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/28/ArticleHtmls/Penanggung-Jawab-Proyek-Bisa-Dipidana-28052012003017.shtml?Mode=0


Penanggung Jawab Proyek Bisa Dipidana 
JAKARTA ­ 
Kontraktor dianggap paling bertanggung jawab.

Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi Malkan Amin menyerukanagarKementerian Pekerjaan 
Umum segera menginvestigasi ambruknya dua bangunan di proyek Hambalang, Bogor. 
Bila ditemukan adanya pelanggaran, penanggung jawab proyek bisa dipidanakan. 
Penanggung jawab tersebut adalah kontraktor, konsultan perencana, dan pengawas 
proyek. “Aturannya, setiap pembangunan harus melalui perencanaan, salah satunya 
penelitian tanah.
Bila tidak terdeteksi (tanah mudah longsor), berarti ada yang melanggar 
aturan,“ kata Malkan kepada Tempo kemarin.

Indikasi unsur pidana, menurut Malkan, jelas terjadi bila benar ada kolam air 
di bawah tanah yang menjadi fondasi dua bangunan yang ambruk. Adanya kolam air 
di bawah tanah diungkapkan oleh Ginting, Manajer Konsultan Proyek Hambalang. 
”Konsultan bisa dianggap gagal melakukan tugasnya,” ucapnya. 

Soal struktur tanah di bukit Hambalang, kata Malkan, meliputi jenis tanah, 
lapisan tanah, serta kandungan koral, pasir, dan air. Apabila hal itu tidak 
tercatat, menurut dia, konsultan sudah pasti bersalah. Kementerian Pekerjaan 
Umum juga harus memeriksa konstruksi bangunan yang ambruk. “Semua sudah diatur 
dalam UndangUndang Jasa Konstruksi Nomor 18 Tahun 1999, yang bertanggung jawab 
harus dipidanakan,” katanya. 

Ginting menjelaskan, penelitian ulang membuka kemungkinan dilakukannya 
pemindahan atau penggantian fungsi lahan bila benar ditemukan ada masalah 
seperti kolam air di bawah tanah. “Pada awal pembangunan sebenarnya ada info 
ada kolam air di bawah sana, tapi belum pasti,” ujarnya. Pakar konstruksi 
Institut Teknologi Bandung, Iswandi Imran, menilai aneh ada kolam air di bawah 
tanah. 

Sebab, kata dia, pembangunan mensyaratkan pemahaman mengenai karakteristik 
tanah saat perencanaan. Ini menjadi pertimbangan untuk menyesuaikan beban 
bangunan. “Bila ada rongga dalam tanah, seperti kolam air, pembangunan dengan 
beban bangunan besar tidak dapat dilakukan,” ujarnya. 

Juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum, Waskito Pandu, menyatakan pihaknya akan 
melakukan investigasi dan audit terhadap proyek pusat pendidikan dan latihan 
olahraga di bukit Hambalang. “Kami akan analisis dan beri sanksi sesuai 
aturan,“ katanya. 

Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hasan Bisri menambahkan, peristiwa ini 
mengindikasikan adanya kecerobohan dan kelalaian kontraktor. “Ini memalukan, 
karena kontraktornya adalah BUMN yang besar-besar (Adi Karya dan Waskita 
Karya),“ katanya.

BPK, menurut Hasan, tengah melakukan audit investigasi atas proyek tersebut. 
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian Pemuda 
dan Olahraga 2010, realisasi proyek menyerap Rp 253 miliar. “BPK belum 
memberikan catatan khusus temuan kemungkinan kerugian negara,“ ucapnya.

FRANCISCO ROSARIANS | BERNADETTE CHRISTINA | RAFIKA AULIA | SYAILENDRA | ANGGA 
SUKMA WIJAYA | AGUSSUP 

     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke