Ref:  “There is no business likes mongkey business”, kata orang seberang 
daratan. Impor ini mungkin bermaksud  untuk kepentingan negara membiayi 
pecandu-pendu yang bertugas sebagai mata dan telingga rezim berkuasa agar para 
petinggi negara bisa tidur nyenyak dan makan minum enak-enakan, tentu juga ada 
yang menjadi kaya tanpa berkeringat.


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/29/ArticleHtmls/Ekstasi-Diimpor-atas-Nama-Koperasi-TNI-29052012005016.shtml?Mode=0#


Ekstasi Diimpor atas Nama Koperasi TNI 


     


Petugas gabungan dari Badan Narkotika Nasional, Kepolisian RI, dan Direktorat 
Jenderal Bea-Cukai berhasil mencegat barang impor dari Cina berupa 1.412.476 
pil ekstasi atau setara dengan 3 ton lebih. Dengan taksiran harga per butir Rp 
300350 ribu, total nilai impor ekstasi itu mencapai Rp 500 miliar. 
Mengemasnya dalam 12 kotak karton di antara barang-barang, seperti akuarium, 
karbon, dan plastik, pengimpor melibatkan seorang anggota TNI berpangkat 
bintara yang seharihari mengurusi koperasi milik Badan Intelijen Strategis 
(Bais) TNI. Anggota TNI itu berinisial S.

“Dia yang melayani kepabeanan,“ kata Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Benny 
Mamoto, kemarin.

Bais, ketika dimintai konfirmasi, menyatakan tidak memesan isi kon tainer 
tersebut. Kontainer itu memang ditujukan ke alamat sebuah rumah toko di Jalan 
Kayu Besar Dalam Nomor 19, Cengkareng, Jakarta Barat.
“Dia (S) palsukan surat, tanda tangan ketua koperasi, stempel, format surat 
enggak benar, dan catut nama supaya proses pengeluaran kontainer lancar,“ kata 
Benny.

Benny menjelaskan, kontainer berasal dari kapal YM yang angkat sauh dari 
Lianyungan, Shenzhen, Cina. Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 28 April lalu, 
petugas lalu melakukan penggeledahan pada 8 Mei.

BNN menangkap RS, yang diduga pengendali pengiriman kontainer tersebut di pintu 
masuk tol Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat lalu. 
Berturut-turut lalu ditangkap enam orang lainnya.“Penyelidikan terhadap para 
pelaku dan asal barang masih berjalan,“kata Benny.

Kepala Bais, Laksamana Muda Soleiman Ponto, mengatakan S mencatut nama Bais 
untuk kemudahan proses impor. Adapun Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda 
Iskandar Sitompul mengatakan pihaknya telah memeriksa anggota koperasi yang 
lain. “Mereka tidak tahu,“ ujarnya.

Sementara itu, petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, dan 
Polonia, Medan, kemarin juga menggagalkan upaya penyelundupan narkotik. Lindsay 
June Sandiford, 56 tahun, warga Inggris, ditangkap bersama barang bukti kokain 
seberat 4,791 kilogram senilai Rp 24 miliar. Sementara itu, di Medan, paket 520 
gram sabu-sabu dalam dua mangkuk keramik terdeteksi sinar-X.

ATMI PERTIWI | ROFIQI HASAN | SAHAT SIMATUPANG 

     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke