http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5668

Kamis, 31 Mei 2012 , 18:01:00


Warga Pendatang Demo Tuntut Jaminan Keamanan




 
Tampak ratusan warga pendatang yang berdomisi di Distrik Mulia, Kabupaten 
Puncak Jaya melakukan aksi demo damai ke Mapolres Puncak Jaya, Rabu (30/5) 
kemarin.
JAYAPURA – Pascapenembakan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap seorang warga 
pendatang asal Toraja bernama Anthon Arung Tandila yang diketahui kesehariannya 
sebagai guru Sekolah Dasar Inpres Dondobaga, Kampung Kurilik, Distrik Mulia, 
Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (29/5) sekitar pukul 19.30 WIT membuat ratusan 
warga pendatang yang berdomisili di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya 
melakukan aksi demo damai ke Mapolres Puncak Jaya, Rabu (30/5) kemarin.
Kedatangan ratusan warga tersebut diketahui untuk meminta jaminan keamanan dari 
pihak keamanan dalam hal ini Polres Puncak Jaya. 
Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Lukas Enembe SIP, MH ketika dikonfirmasi 
Cenderawasih Pos lewat ponselnya mengaku bahwa pihaknya telah melakukan 
pertemuan dengan pihak keamanan baik itu TNI maupun Polri terkait aksi demo 
damai warga tersebut.
"Ya memang sempat sejumlah warga pendatang dan beberapa Pegawai Negeri Sipil 
(PNS) yang melakukan aksi demo damai meminta jaminan keamanan. Sebagai Bupati 
Puncak Jaya, saya beserta muspida sudah menerima aspirasi mereka dan kita sudah 
memberikan jaminan keamanan lewat kepolisian," ungkapnya yang didampingi 
Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Marselis S usai pertemuan.
Dijelaskannya, berdasarkan pertemuan intensif yang telah dilakukan ke depannya 
akan ada langkah konkret dari pemerintah daerah termasuk pihak keamanan 
TNI/Polri di Puncak Jaya dalam kaitan memberikan rasa aman dan meredam konflik 
gangguan keamanan yang masih terus terjadi. 
"Yang jelas ada langkah-langkah besar yang terus kami lakukan yaitu melakukan 
pendekatan persuasif kepada kelompok tersebut untuk selanjutnya akan dicarikan 
solusi bersama. Misalnya digelarnya acara adat perdamaian termasuk mengganti 
rugi kepala korban penembakan baik itu dari masyarakat sipil biasa maupun 
kelompok yang selama ini membuat resah,”katanya. Ditanya soal kondisi saat ini 
di Mulia, Puncak Jaya, Enembe meminta kepada seluruh warga baik itu pendatang 
maupun asli Papua agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas terutama bagi 
warga yang memiliki toko atau kios supaya jangan membuka toko atau kiosnya 
larut malam. 

“Ya kita sudah menghimbau supaya mereka hanya berjualan sampai sore sekitar 
pukul 4 saja dan menutup rumahnya kemudian tidak beraktifitas pada malam 
harinya,”imbuhnya.
Tentang korban tewas, Lukas Enembe mengungkapkan, korban segera akan 
diberangkatkan ke Tanah Toraja dengan menggunakan pesawat pada besok hari (hari 
ini). “Harapannya proses pengiriman jenazah berjalan lancer dan tidak ada 
kendala,”ucapnya.

Di samping itu, Bupati Lukas Enembe juga mengungkapkan, saat ini Pemkab Puncak 
Jaya sedang berusaha melalui Panglima TNI untuk segera terbentuk Kodim di 
Puncak Jaya dan secepatnya pasukan TNI non organik ditarik dari Puncak Jaya. 
“Kami sedang berupaya mengirimkan surat resmi kepada Panglima TNI untuk 
percepatan pembentukan Kodim di Puncak Jaya,” ujarnya.
Mengenai lahan untuk lokasi Kodim tersebut, Bupati Lukas Enembe menambahkah, 
ketersediaan dan pembebeasan lahan sudah tidak jadi masalah dan pemerintah 
daerah siap memberikan lokasinya. Dengan demikian, situasi keamanan di Puncak 
Jaya yang terus terjadi gangguan keamanan oleh kelompok-kelompok yang tidak 
bertanggungjawab bisa secara perlahan semakin hilang.
“Saat ini kita perlu langkah konkret kerja terutama meredam masalah keamanan 
ini perlu banyak pendekatan persuasif pada kelompok bersenjata dan pada 
keluarga. Nantinya kita lakukan lagi dengan perdamaian secara adat hanya saja 
butuh biaya besar dan APBD Puncak Jaya tidak pernah cukup,"tuturnya. 

Menurutnya, jika sudah terjadi perdamaian secara adat yang memang merupakan 
solusi terbaik maka selanjutnya harus memberikan kompensasi kepada semua 
keluarga korban dari pihak masyarakat dan pelaku gangguan keamanan. "Barulah 
setelah semua bisa diatasi dan tuntas maka pendekatan kesejahteraan kepada 
mereka juga akan dilakukan yaitu merangkul kembali dalam NKRI dengan membangun 
rumah, kesehatan, pendidikan dan lainnya pada mereka. Ini program yang sedang 
dan terus kita upayakan,”tandasnya. 

Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs Johannes Nugroho Wicaksono kepada wartawan 
mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran 
terhadap pelaku penembakan terhadap guru Sekolah Dasar (SD) Inpres Dondobaga 
bernama Anton Arung Tambila (36) di Kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten 
Puncak Jaya Selasa (29/5).
"Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus penembakan 
yang menelan korban jiwa seorang guru ini. Sedikitnya sudah 10 warga dimintai 
keterangannya terkait penembakan ini," ungkapnya, Rabu (30/5).(nal/ro/fud) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke