http://news.detik.com/read/2012/05/29/142256/1927438/727/meneg-bumn-semoga-jadi-pemicu-bumn-lain?9922022

 

 
  a..  
  b.. Home 
  c.. Berita 
  d.. Internasional 
  e.. Kolom 
  f.. Wawancara 
  g.. Lapsus 
  h.. Tokoh 
  i.. Pro Kontra 
  j.. Profil 
  k.. Indeks
Politik · Hukum · Peristiwa · Kriminal · Opini Anda · Info Anda · Forum · Foto 
· TV 
  a.. detikNews 
  b.. Advertorial News Block
Syukuran Masuk FORBES 2000 
Meneg BUMN: Semoga Jadi Pemicu BUMN Lain 
Advertorial - detikNews

Selasa, 29/05/2012 14:22 WIB 
Jakarta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggelar 
syukuran atas suksesnya enam perusahaan pelat merah masuk dalam Forbes Global 
2000. Kinerja mereka sebagai perusahaan terbuka (Tbk) sangat gemilang. 
“Keberhasilan enam BUMN ini semoga jadi pemicu BUMN yang lain untuk bisa lebih 
berprestasi lagi,” ujar Dahlan.

Dikatakan Dahlan, dengan potensi yang sangat besar, tak hanya keenam BUMN ini, 
BUMN lainnya juga punya peluang yang sama untuk bisa bersaing pada tingkat 
regional dan bahkan global.

“Kiranya ini bisa menginspirasikan BUMN lainnya untuk bangkit, meningkatkan 
kinerja, serta berprestasi pada tingkat global. Pada gilirannya akan memperkuat 
jajaran korporasi Indonesia yang siap masuk ke pasar internasional,” pungkas 
Dahlan hari ini di Jakarta.

Sebagaimana diketahui enam BUMN masing-masing PT Bank Rakyat Indonesia 
(persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia 
(persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BBNI), PT Semen 
Gresik Tbk (SMGR)dan PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN) masuk dalam 
jajaran 2000 perusahaan andalan global. Sebenarnya terdapat 10 perusahaan 
Indonesia yang masuk ke dalam 2.000 perusahaan paling untung sedunia itu. Namun 
enam diantaranya adalah milik pemerintah. 

Menurut Majalah Forbes yang mendaftar 2.000 perusahaan papan atas dunia, krisis 
global rupanya tidak berpengaruh besar atas kinerja perusahaan-perusahaan ini. 
Bahkan perusahaan-perusahaan ini masih mengalami pertumbuhan penjualan dan laba 
sebanyak dua digit pada 2011.

Sebanyak 2.000 perusahaan tersebut membukukan pendapatan sebesar US$ 36 triliun 
atau naik 12%. Sedangkan dari sisi laba mencapai US$ 2,64 triliun atau naik 
11%, dan memiliki aset US$ 149 triliun atau naik 8%. Digoyang krisis, nilai 
pasar perusahaan ini turun 0,5% sebesar US$ 37 triliun dengan jumlah karyawan 
sebanyak 83 orang di seluruh dunia.

Sementara itu, dalam pemeringkatan 2.000 perusahaan itu, Forbesmelihat dari 
sisi penjualan, laba, aset dan nilai pasar. Sedangkan negara yang terlingkup 
sebanyak 66 negara. Empat diantaranya merupakan negara baru. Dalam hal ini, 
sudah tradisi, perusahaan-perusahaan raksasa asal Amerika Serikat berhasil 
memasukan 524 perusahaannya dan kedua adalah Jepang sebanyak 258. Yang 
mengancam medua negara itu adalah China. China berada di posisi ke tiga, dengan 
menambah 15 perusahaan baru tahun ini. Sedangkan negara lainnya yang juga 
menambah jumlah perusahaan adalah Korea Selatan dengan total 68 perusahaan, 
India 61 perusahaan, dan Inggris 93 perusahaan. Indonesia sukses memasukan 10 
perusahaannya di daftar Forbes 2.000. Enam diantaranya adalah perusahaan BUMN.
(adv/adv) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke