Batara Simatupang (Pematang Siantar 25 Mei 1932). 1959: Pengagum ekonomi sosialis ini ditugaskan oleh Universitas Indonesia (M.Sadli) utk mempelajari ekonomi-perencanaan sosialis di Stanford University, AS, di bawah Paul Baran (1959-1961); 1961: ke Yugoslavia & Polandia; 1966: dicabut paspornya; 1971: diusir dari Polandia, bekerja sbg buruh di Jerman; 1978: pindah dan melanjutkan studi di Amsterdam, Belanda; 1991: mempertahankan dissertasi di Universiteit van Amsterdam; hingga kini kewarganegaraannya tidak pernah dipulihkan oleh RI. Ibunya mengajarkan “Belajar, belajar, belajarlah”. “Kami ini generasi 1930an, direndahkan martabat sbg ‘inlanders’, maka kami dididik agar belajar, belajar dan belajar. Batara seorg yang bekera keras, menanggung sendiri kesulitan hidupnya. Biarlah kami disebut CIA, Berkeley Mafia, dsb, tapi kami yakin, kami belajar ekonomi-perencanaan untuk mengatur pasar, dan bekerja untuk negeri ini,” sambut rekan segenerasi, sebangku kuliah Batara, Emil Salim. ”Negeri ini menyia-nyiakan warganya yg mencintai tanah airnya,” tutur Pendeta S.A. Nababan. “Saya pergi utk mempelajari ekonomi sosialis, tapi tahun 1980an, ekonomi sosialis Eropa Tengah, Timur & Uni Soviet morat marit. Ketika menulis dissertasi tentang ekonomi Polandia, saya harus mengakui kenyataan, dan paradigma saya beralih.(Akhirnya) 55 tahun di rantau, saya tak menyumbang apa-apa untuk negeri ini,” kata Batara. (Hotel Sultan, Jakarta 26 Mei 2012). Di Belanda akhir-1970-80an, Batara menjadi sahabat dan mentor mahasiswa Indonesia di PPI Amsterdam. [Non-text portions of this message have been removed]
