http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=38405

RABU, 05 Juni 2012 | 


Skenario Penyelematan Presiden dan Ibu Negara Juga Disiapkan
Jelang MTQ RI 1 Dikawal 3.366 Aparat Keamanan



AMBON, AE.- Aparat keamanan tidak ingin jebol dalam pengamanan tingkat pertama 
untuk menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hampir seluruh 
titik diisi oleh aparat keamanan. Sebanyak 3.366 prajurit TNI dan Polri 
ditugaskan melakukan pengawalan terhadap RI 1. 

Kedatangan SBY untuk membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatir Qur’an (MTQ) ke 
XXIV di Kota Ambon Provinsi Maluku 8 Juni 2012 mendatang. Kodam XVI Pattimura 
melaksanakan apel kesiapan operasi pengamanan VVIP.

Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Winston P Simanjuntak memimpin langsung Apel 
Kesiapan Operasi Pengamanan VVIP dalam Kunjungan kerja Presiden RI dalam rangka 
MTQ Nasional ke-XXIV yang dipusatkan di Lapangan upacara Lantamal IX Halong 
Ambon, Senin (04/06). 

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suharsono, S. Ip dalam amanatnya yang 
dibacakan Kasdam mengatakan, situasi keamanan di wilayah Maluku saat ini sudah 
semakin kondusif, meskipun harus disadari bersama bahwa kemungkinan adanya 
potensi konflik dapat saja terjadi sewaktu-waktu. 

Untuk itu, diperlukan kesiapan, kesiapsiagaan dan kebersamaan dari seluruh 
aparat keamanan dan Pemda serta segenap komponen masyarakat di wilayah ini guna 
melakukan langkah-langkah antisipasi dan proaktif, sehingga setiap indikasi 
terjadinya instabilitas keamanan dapat segera dicegah dan dinetralisir sedini 
mungkin. 

Pangdam memerintahkan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam 
mensinergikan penanganan setiap permasalahan yang ada, khususnya terhadap 
masalah keamanan, sehingga apabila ada permasalahan dapat diselesaikan dengan 
cepat, tepat dan tuntas. 

“Kita semua harus senantiasa mengamati setiap perkembangan yang terjadi 
dimanapun bertugas dan berada. Oleh sebab itu, semua komponen yang tergabung 
dalam pasukan Operasi Pengamanan VVIP harus dapat melaksanakan tugas yang mulia 
ini dengan sebaik-baiknya,”pinta Pangdam.

Dijelaskanya, operasi Pengamanan VVIP melibatkan pasukan TNI/Polri yang 
berjumlah 3.366 orang terdiri dari personil Paspampers, Kodam XVI/Pattimura dan 
jajaran, Lantamal IX Ambon dan jajaran, Lanud Pattimura dan jajaran, Polda 
Maluku dan jajaran. Selanjutnya dalam rangka tugas pengamanan MTQ, TNI BKO 
Polda terdiri dari : Kodam XVI/Pattimura dan jajaran sebanyak 491 orang, 
Lantamal IX 112 orang, Lanud 92 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danlantamal IX/Ambon, Kapolda Maluku, Danlanud 
Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Kajati, Asisten 1 Gubernur Maluku, para Asisten, 
Kabalak, Komandan Satuan jajaran Kodam XVI/Pattimura, para Pejabat Teras Polda 
Maluku, Lantamal IX/Ambon, Lanud Pattimura, Komandan Batalyon Satgas 516/CY dan 
301/BC serta peserta Apel yang tergabung dalam Operasi Pengamanan VVIP.

Sementara itu pantauan Ambon Ekspres di kantor gubernur, pasukan elit 733 
Raider sekira pukul 13.30 WIT melakukan simulasi penyelamatan terhadap Presiden 
dan Ibu Negara. Mereka melakukan tindakan penyelamatan melibatkan sepuluh orang 
prajurit elit TNI 733 Raider, untuk menyelamatan Presiden dan Ibu Negera bila 
kondisi membahayakan. Bahkan kenderaan tempur Jenis Anoa milik Kodam XVI 
Pattimura di kerahkan untuk melakukan tindakan penyelamatan. 

TNI Bersiaga
Sementara itu, gladik resik yang berjalan kemarin, sempat membuat sebagian 
warga bertanya-tanya karena banyaknya aparat keamanan.”pengamanan ini sangat 
penting, apalagi kondisi Kota Ambon yang kerap bergejolak,” Ujar Neles Tuamaian 
mahasiswa Unpatti kepada Ambon Ekspres di Kampus poka, kemarin.

Kehadiran tentara itu, kata Tuamaian sangat tepat untuk memberikan rasa aman 
dan nyaman bagi warga terutama para kontingen yang datang. ”Warga khan masih 
dalam kondisi was-was dengan kondisi Kota Ambon yang kerap bergejolak,” 
sebutnya.

Terpisah, Abdul Aziz salah warga yang ditemui Ambon Ekspres di Jalan AY. Patty 
mengatakan, banyaknya aparat keamanan justeru bisa menimbulkan citra lain 
terhadap kondisi keamanan Ambon. ”Warga lain memang merasa aman, tapi kondisi 
ini menunjukan kepada Publik terutama para tamu MTQ bahwa Maluku masih dalam 
konflik sektarian,” ujarnya seraya menunjuk sekelompok aparat yang 
mondar-mandir di seputaran jalan AY. Patty. (CR2/M4). 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke