http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/06/324051/126/101/33-Imigran-Gelap-Ancam-Bunuh-Diri-Massal


33 Imigran Gelap Ancam Bunuh Diri Massal 
Penulis : Rudi Kurniawansyah
Senin, 04 Juni 2012 19:10 WIB

      
ANTARA/Asep Fathulrahman/ip
  a.. PEKANBARU--MICOM: Sebanyak 33 Imigran gelap dari Palestina, Irak, dan 
Iran yang baru datang dari Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) mengancam bunuh 
diri jika dipindahkan ke Rumah Tahanan Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru. 

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Senin (4/6), para imigran yang sebagian 
besar terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak itu langsung mengamuk sesaat 
tiba di Rudenim Pekanbaru. 

Mereka marah karena tidak terima dipindahkan ke tahanan di Rudenim. Apalagi, 
dari kesepakatan sebelumnya bersama petugas imigrasi di Mataram, mereka 
dijanjikan akan mendapat perlakuan baik selama menunggu proses pemberian status 
suaka pengungsi dari lembaga PBB untuk imigran UNHCR. 

"Kami tak terima dipindahkan kesini (Rudenim). Tempat ini seperti tahanan. 
Indonesia tolong perlakukan kami sebagai sahabat. Kami ini pengungsi," tegas 
Hasan, kepala rombongan Imigran Palestina. 

Sebelumnya, Hasan bersama para imigran lainnya melakukan aksi mencekik diri 
sendiri. Bahkan untuk membuktikan ancaman bunuh diri, Hasan sempat melempar 
anak laki-laki-nya yang baru berumur dua tahun ke tembok di depan Rudenim. 

"Jika tak juga dipindahkan, kami akan bunuh diri bersama," tukasnya. 

Hasan menjelaskan, Ia bersama rombongan tidak menduga ternyata dibawa ke 
Pekanbaru, Riau. Padahal dari kesepakatan bersama petugas imigrasi, mereka 
dijanjikan akan diperlakukan baik sembari menunggu keluarnya status suaka 
pengungsi dari UNHCR untuk ke Australia. 

"Ada ratusan polisi yang mengawal kami mulai dari Mataram, di Jakarta, dan 
sekarang di Pekanbaru. Kami bukan kriminal," keluhnya. 

Sementara itu, Kasubag Operasi Polda NTB Kompol Dewa Made Sidan yang mengawal 
pemindahan para imigran Palestina sejak dari Lombok, Mataram NTB hingga ke 
Pekanbaru mengakui para imigran palestina selama ini memang diperlakukan dengan 
baik. Selama di Mataram, mereka diinapkan di Hotel Wisata. (RK/X-13) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke