http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5687
Selasa, 05 Juni 2012 , 17:42:00
Dihadang Polisi, Massa KNPB Berulah
Masa KNPB dari Jayapura Saat di hadang di Lingkaran Abepura Senin 04/06 pukul
15.30 wit
Di Sentani, Massa KNPB Dibubarkan Paksa
JAYAPURA – Sejumlah massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang longmarch
dari Perumnas III Waena menuju di lingkaran Abepura, berulah, setelah mereka
dihadang aparat kepolisian di Jalan SPG Waena, Senin (4/6) kemarin. Massa KNPB
itu berulah dengan melakukan aksi pengrusakan terhadap kios warga yang ada di
jalan SPG Waena dan melakukan pelemparan terhadap ATM Bank Mandiri yang berada
di Perumnas III hingga kacanya pecah. Aparat kepolisian yang menghadang massa
KNPB itu dipimpin langsung Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare,SIK dengan
menurunkan 3 Kompi Brimob serta 3 mobil barakuda dan 1 unit mobil watercanon.
Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, meski aparat berhasil
menghalau/menahan pergerakan massa KNPB, namun kondisi tersebut nyaris diwarnai
bentrok aparat Kepolisian dengan massa KNPB, sebab sejumlah massa itu sempat
melakukan pelemparan batu ke arah aparat. Kendati massa sempat melakukan
pelemparan batu ke arah aparat, namun aksi pelemparan ini tidak berlangsung
lama, karena massa KNPB bisa dikendalikan Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred
Papare,SIK. Sedangkan massa KNPB lainnya yang berkumpul di Expo Waena yang
rencananya akan bergabung dengan massa lainnya di lingkaran Abepura kemudian
diarahkan petugas Kepolisian menuju Sentani dengan menggunakan 4 truk.
Sementara itu massa KNPB yang datang dari Jayapura dengan menggunakan 10 motor
dan 3 truk dihadang aparat kepolisian di lampu merah lingkaran Abepura. Namun
setelah berkoordinasi dengan Kapolresta Jayapura massa kemudian diperbolehkan
menuju Sentani dengan pengawalan aparat Kepolisian yang berseragam lengkap.
Akibat adanya demo KNPB tersebut, aktivitas di Kota Abepura terhenti karena
tidak adanya kendaraan umum yang beroperasi, sehingga masyarakat pengguna
angkutan umum seperti siswa SMA, SMP, maupun SD harus berjalan kaki dari
sekolahnya.
Sejumlah pertokoan di Abepura dan Waena juga memilih tutup, untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan.Sementara dari Sentani dilaporkan bahwa massa
KNPB yang awalnya akan berdemo ke arah Kota Jayapura kemudian kembali ke arah
Sentani setelah mereka dihadang oleh aparat Kepolisian saat mereka tiba batas
kota di wilayah Waena.
Saat massa tersebut kembali ke arah Sentani, aparat Kepolisian juga melakukan
pengawalan. Namun setelah melewati Polsek Sentani Timur di Kampung Harapan,
tepatnya di depan pintu gerbang Khalkote, massa yang mulanya naik truk itu
kemudian turun dari truk dan mengambil batu untuk melempari warga sekitar
Kampung Harapan, dan juga memecahkan kaca, dan jendela rumah warga. Selain itu,
mobil yang parkir juga ikut dilempari hingga kaca depan mobil pecah.
Massa KNPB itu juga melepas anak panah ke arah polisi dan juga ke arah warga,
sehingga ada juga warga yang menjadi korban akibat aksi itu.
Melihat aksi massa KNPB itu, aparat Kepolisian pun kemudian membubarkan paksa
massa tersebut, bahkan sempat mengeluarkan tembakan peringatan, sehingga massa
KNPB itu pun lari ke arah rumah-rumah warga maupun lari ke arah hutan sagu
untuk menyelamatkan diri.
Kapolres Jayapura AKBP A. Wantry Yulianto yang dimintai keterangannya soal
pembubaran paksa massa KNPB itu enggan berkomentar. Namun hingga sore kemarin,
aparat masih melakukan penjagaan secara ketat. Hingga berita ini diturunkan
belum diketahui berapa jumlah korban dari warga akibat amukan massa KNPB itu,
tetapi setidaknya diketahui ada seorang warga yang terkena panah di bagian
punggung.
Sementara di kota Abepura, Waena dan sekitarnya yang pada sore hari sempat
sepi dari aktivitas karena adanya demo tersebut, pada malam harinya aktivitas
masyarakat maupun perekonomian kembali normal. (cr-175/cr-179/mud/fu
[Non-text portions of this message have been removed]