Ref:  Kalau kerukunan antar umat cermin peradaban bangsa, yang dimaksudkan 
bangsa mana? Apakah yang dikatakan kerukunan yang dimaksudkan tsb adalah juga 
keyakinanmu diri sendiri?  Mengapa  Susilo Bambang Yudhoyono menjadi salah satu 
sponor pengiriman Laskar Jihad dan elemen-elemen  fundamentalis teroris 
berlambang agama  ke  Sulawesi Tengah dan Maluku? Bukankah akibat hasil 
sponsormu puluhan ribu rakyat Sulawesi Tengah dan Maluku menjadi mayat? 
Bukankah orang yang tahu adat atau beradab lagi jujur biasanya sadar akan 
kehilafan yang telah dilakukannya dan oleh karena itu tidak berlagak pilon 
untuk meminta maaf kepada yang dirugikan atau korban.


http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/09/55396/presiden_kerukunan_antarumat_cermin_peradaban_bangsa/#.T9Qbl8V_TLc

Hari ini Pkl. 06:41 WIB


Presiden: Kerukunan Antar-umat Cermin Peradaban Bangsa


Ambon, (Analisa). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua komponen 
bangsa untuk mendorong peningkatan kualitas kehidupan beragama termasuk dengan 
menciptakan kerukunan antar umat sehingga bisa mencerminkan tinggi peradaban 
Indonesia.
Presiden saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional ke-24 di 
Ambon, Jumat malam mengatakan salah satu muara dari penyelenggaraan kegiatan 
keagamaan termasuk MTQ tingkat nasional adalah peningkatan kualitas kehidupan 
beragama sehingga memberikan kontribusi yang positif terhadap pembangunan dan 
kemajuan negara.

"Nilai kesalehan sosial dan toleransi. Ini sebagai landasan mewujudkan negara 
kita sebagai model semangat toleransi antar umat beragama. Kali ini ditunjukkan 
oleh masyarakat Ambon yang majemuk. Pelaksanaan MTQ ini merupakan hasil gotong 
royong umat beragama setempat," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan dengan adanya semangat kerukunan antar umat beragama 
maka seluruh program pembangunan dapat berjalan dan mendorong peningkatan 
kesejahteraan masyarakat.

"Dari apa yang saya kemukakan tadi, saya ajak kaum muslimin untuk terus 
tingkatkan pemahaman arti dan makna ayat suci Alquran dengan benar. kita bangun 
tatanan kehidupan bermasyarakat yang lebih beradab dengan kerukunan antar umat 
beragama," kata Presiden.

Kepala Negara mengajak pemuka agama untuk mendorong umat menyelesaikan 
permasalahan dengan cara-cara yang damai dan tidak dengan kekerasan. Dialog dan 
bermusyawarah, kata Presiden, merupakan jalan terbaik bila menghadapi masalah.

Penyelenggaraan MTQ tingkat nasional di Ambon yang terselenggara atas kerja 
sama semua komponen umat beragama di Ambon mendapat apresiasi dari Presiden dan 
menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama terus berkembang dengan baik.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu melaporkan terdapat 33 Kafilah dari 33 
provinsi dengan jumlah peserta 1.980 orang dengan total semua orang yang 
terlibat mencapai 5.000 orang.

MTQ ke-24 tingkat nasional akan berlangsung hingga 19 Juni mendatang. (Ant)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke