http://id.berita.yahoo.com/pidato-hasyim-muzadi-yang-menghebohkan-beredar-luas-034818708.html

Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar Luas
TRIBUNnews.com – Sen, 4 Jun 2012
  a.. Lihat Foto 
  a.. Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar Luas

TRIBUNNEWS.COM - Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 
KH HAsyim Muzadi beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger dan 
media sosial seperti Facebook dan blog.

Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam 
terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti 
Ahmadiyah, toleransi antarumat beragama, Gereja Yasmin, Lady Gaga, Irshad 
Manji, dan perkawinan sejenis.

"Pidato itu beredar di seluruh jagad raya. Saya dapat (pesan berantai) dari 
mana-mana," kata Ali Mukhtar Ngabalin, Ketua Umum Badan Koordinasi Pemuda dan 
Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Senin (4/6/2012), kepada TRIBUNnews.com.

TRIBUNnews.com, yang menerima beberapa pesan berantai itu pagi ini, coba 
menelusuri di Google dengan kata kunci "pidato Hasyim Muzadi".

Beberapa halaman akun Facebook dan blog memuat pidato Hasyim tersebut, yang 
isinya persis sama dengan pesan berantai di BBM.

Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.

Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi:

KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & 
Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU 
 ttg tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva : 

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan 
INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti krn 
laporan dr dlm negeri Indonesia. Slm berkeliling dunia, saya blm menemukan 
negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.

Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn Ahmadiyah menyimpang 
dr pokok ajaran Islam, namun sll menggunakan stempel Islam dan berorientasi 
Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tdk 
dipersoalkan oleh umat Islam. 

Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun 
tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah 
nasional & dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai. 

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan. Di Jawa pendirian 
gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg sangat sulit. Belum 
lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu mlkkan mediasi. 

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya 
dirusak, kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan 
Intelektualisme Kosong ? 

Kalau ukurannya HAM, lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran 
tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr Swiss yg sampai skrg 
tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan 
Jilbab, lbh baik dr Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tdk menghormati agama, krn 
disana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan 
sejenis ?! 

Akhir'a kmbl kpd bngsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg hrs sadar dan tegas, 
membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme".



+++++

http://id.berita.yahoo.com/hasyim-muzadi-indonesia-negara-muslim-paling-toleran-060810950.html



Hasyim Muzadi: Indonesia "Negara Muslim" Paling Toleran
Antara – Rab, 30 Mei 2012

Jakarta (ANTARA) - Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) KH 
Hasyim Muzadi menyatakan, Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim memiliki 
tingkat toleransi beragama yang tinggi. 


"Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara Muslim mana pun yang 
setoleran Indonesia," kata Hasyim di Jakarta, Rabu. 


Bahkan, menurut Hasyim, Indonesia juga memiliki toleransi beragama yang lebih 
baik dibanding sejumlah negara di Eropa. Ia lantas membandingkan dengan Swiss 
yang sampai sekarang tidak memperbolehkan pendirian menara masjid, juga Prancis 
yang masih mempersoalkan jilbab. 


Karena itu, ia sangat menyayangkan penilaian sejumlah delegasi negara anggota 
Dewan HAM PBB yang menyebut Indonesia intoleransi dalam beragama dalam sidang 
tinjauan periodik universal II (Universal Periodic Review - UPR) di Jenewa, 
Swiss. 


"Selaku Pesiden WCRP, saya sangat menyayangkan tuduhan intoleransi agama di 
Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu pasti karena laporan dari dalam negeri 
Indonesia," kata Hasyim. 


Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic 
Scholars (ICIS) itu mempertanyakan ukuran intoleransi beragama yang dituduhkan 
oleh peserta sidang tersebut. 


Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah Ahmadiyah, kata Hasyim, memang karena 
Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan 
"stempel" Islam dan berorientasi politik Barat. 


"Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri pasti tidak dipersoalkan oleh 
umat Islam Indonesia," katanya. 


Kasus GKI Yasmin Bogor, lanjut Hasyim, juga tidak bisa dijadikan ukuran 
Indonesia tidak toleran dalam beragama. 


"Saya berkali kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka 
lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan 
daripada masalahnya selesai," katanya. 


Lebih lanjut Hasyim mengatakan, sulitnya pendirian tempat ibadah baru juga 
bukan ukuran bagi toleransi beragama karena persoalannya lebih pada persoalan 
lingkungan. 


"Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang pendirian masjid juga sangat 
sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi," 
katanya.(rr


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke