Senayan Digoyang Video Mesum http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/13973-momentum-oknum-video-mesum Karolin Margret Natasa (Dok. Blog Karolin Margret Natasa) Lagi-lagi anggota dewan yang terhormat tersandung kasus video mesum. Coba Anda ketik nama Karolin Margret Natasa, maka salah satu link yang keluar adalah "Download Gratis Video Mesum Karolin Margret Natasa DPR RI PDI...". Video tersebut rupanya adegan ranjang yang diduga dilakoni oleh Karolin alias KMN, anggota komisi IX DPR RI asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Padahal, saat ini karier politik Karolin tengah ranum-ranumnya. Bagaimana tidak, dalam usia relatif muda, dokter kelahiran Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) ini memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalbar. Namun Senayan tak mau ambil pusing. Soal video mesum ini kembali "memanas", hingga menarik minat Badan Kehormatan (BK) DPR untuk memanggil Karolin. Pada pekan lalu, BK DPR menyatakan terus menyelidiki kasus video porno yang disebut "mirip anggota DPR" tersebut. Keterangan para pakar multimedia diklaim telah diterima. Tahap selanjutnya BK DPR bakal melakukan klarifikasi kepada Karolin, yang diduga menjadi pemeran wanita dalam video itu. Keterangan dari pihak-pihak terkait perlu dicek dengan penjelasan dari para ahli multimedia. Sayangnya, BK DPR gagal mendapatkan penjelasan dari Karolin. Perempuan kelahiran 12 Maret 1982 itu mengaku sedang sakit. "Memang harusnya yang bersangkutan akan dipanggil Senin malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Tapi pemanggilan ini ditunda karena beliau beralasan sakit," kata Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudhohusodo, pada pekan lalu. Gerah dengan tudingan miring yang saban hari muncul di berbagai media massa maupun dunia maya, Karolin pun angkat bicara. Karolin menampik anggapan bahwa dirinya mangkir dari panggilan BK DPR. "Atas surat yang dikirim BK untuk pemeriksaan hari Senin kemarin, saya sudah membalasnya dengan meminta untuk ditunda pemeriksaan karena kondisi kesehatan. Surat itu pun sudah dilengkapi dengan surat keterangan sakit," kata wanita yang akrab disapa Karol ini, melalui siaran pers yang dirilisnya pada Rabu (6/6). Pada awal pekan ini, Karol kembali muncul di Senayan, dan berani unjuk gigi dengan menuding ada pihak tertentu yang sengaja mencemarkan nama baiknya. Video mesum tersebut, menurutnya, dijadikan andalan sang oknum. "Saya kan sudah jawab, bahwa ini terkait situasi politis dan momentumnya Anda bisa lihat kan, ini masalah politis," dalih Karol, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, (11/6), seperti dilaporkan wartawan Gatranews Iwan Sutiawan. Selain itu, bu dokter cantik ini juga membantah sebagai pemeran perempuan dalam video tersebut, sebagaimana santer diberitakan. Karena yakin tidak melakukannya, Karol malah menantang, siap menghadapi dan menjelaskan itu kepada BK DPR, yang menangani kasus tersebut. "Kami hadapi dengan tenang dan saya akan memberikan klarifikasi juga pada badan yang sedang menangani ini. Itu bukan saya," bantahnya. Kini Karol bak selebritas yang susah ditemui, pasca-ramai diberitakan menjadi pemeran wanita dalam video porno tersebut. Bahkan, Karolin juga nyaris tidak pernah muncul di Gedung DPR dan menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Namun terkait dengan pemanggilan Badan Kehormatan (BK) DPR, Karolin mengatakan siap hadir. " Masalah kinerja di DPR, saya masih ngantor kan. Saya selalu aktif di komisi dan tidak ada masalah dengan kinerja, karena maklum lah, kemarin kelemahan saya sebagai manusia dan kasus yang menimpa saya sedang dibahas," katanya. Terkait pernyataannya bahwa peristiwa merebaknya video adegan ranjang itu terkait "situasi politis dan momentumnya", Karol mengungkapkan, saat ini ayahnya tengah kembali mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur Kalbar. Sebagai anak gubernur dan juga politisi, Karol yakin kasus yang ada ini saling berkait. Mengenai kaitan dengan kiprahnya sebagai politisi di Senayan, Karol menjawab itu bisa saja terjadi. Karena di politik, lanjut Karol, tentu ada pihak yang tidak bisa dipuaskan olehnya dan menjadi kawan yang baik baginya. "Hati orang itu kan tidak ada yang tahu seperti apa. Tapi saya rasa ini salah satu resiko terjun ke dunia politik. Tapi pihak mana yang melakukan ini, saya tidak tahu persis," demikian Karol. [EL]
