Ref: Apakah untuk mempermudah tuduhan, polisi menaruh pistol dalam tas Tabuni 
yang telah dimatikan?


http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/06/328778/290/101/Pistol-Mako-Tabuni-Milik-Anggota-Polisi

Pistol Mako Tabuni Milik Anggota Polisi 
Penulis : Marcel
Selasa, 26 Juni 2012 00:50 WIB  

   JAYAPURA--MICOM: Pihak kepolisian Jayapura bersikukuh pistol yang digunakan 
almarhum Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni untuk melakukan 
serangkaian aksi teror dan penembakan di Kota Jayapura berasal dari polisi. 

Mako telah tewas ditembak aparat, Kamis (14/6) pagi, karena diduga menjadi 
salah satu otak pelaku serangkaian aksi teror dan penembakan tersebut. 
Kronologi dari pihak kepolisian diungkapkan dia ditembak karena melawan saat 
hendak ditangkap. 

Meski kronologi itu sangat berbeda dengan kesaksian warga di tempat kejadian 
serta laporan sejumlah LSM, kepolisian mengaku menemukan sebuah pistol dan 
puluhan peluru dalam tas yang dibawa almarhum ketika ditembak. 

Pistol jenis revolver Taurus kaliber 38 bahkan dipastikan sebagai senjata yang 
yang digunakan untuk melakukan penembakan misterius di Kota Jayapura, mulai 
penembakan warga Jerman Pieter Dietmar Helmut hingga tukang ojek Tri Surono. 

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Jayapura AKB Alfred Papare ketika 
ditanyai hal itu mengakui pistol tersebut adalah milik salah satu anggota 
polisi 
yang hilang atau dicuri pada pertengahan tahun lalu. 

Tanpa menyebutkan siapa oknum polisi yang kehilangan senjata itu, Alfred 
menegaskan bahwa oknum itu sudah menjalani sidang disiplin dan ditangani oleh 
Propam Polda Papua. "Itu pistol milik anggota polisi yang hilang dicuri," kata 
Alfred, Senin (25/6). 

Sambil menggelar beberapa barang bukti yang diamankan dari almarhum Mako Tabuni 
dan tiga tersangka pelaku yang sudah berhasil ditangkap, Kapolres juga yakin 
pihaknya akan bisa mengungkap tuntas kasus yang sempat mencemaskan warganya 
itu. 

"Kami minta bantuan semua pihak untuk mengungkap tuntas kasus ini. Intinya 
sekarang polisi tidak akan menutupi lagi apa yang menjadi hasil penyidikan. 
Kami sempat tertutup karena itu untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya. 

Adapun situasi Kota Jayapura, Abepura, dan sekitarnya relatif kondusif. Seluruh 
pemilik pertokoan sudah mulai membuka usaha mereka. Mobil angkutan kota dan 
ojek juga mulai terlihat kembali normal mencari penumpang. (MC/OL-15) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke