http://www.shnews.co/detile-3825-usai-lawatan-sby-bahas-papua-di-halim.html

Usai Lawatan, SBY Bahas Papua di Halim 
Vidi Batlolone | Selasa, 26 Juni 2012 - 14:17:44 WIB

Dibaca : 40 


(SH/Muniroh)Polri terus melakukan penangkapan. 
JAKARTA - Persoalan keamanan di Papua menjadi salah satu agenda yang dibahas 
dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) sesaat setelah tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa 
(26/6) pagi ini, seusai melakukan lawatan ke luar negeri selama 10 hari. 

Ia juga menyinggung soal jatuhnya pesawat Fokker 27 di Kompleks Rajawali di 
Halim Perdana Kusuma. 

Ratas dihadiri Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Panglima 
TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, tiga kepala 
staf, Menlu Marty Nattalegawa, Mendag Gita Wirjawan, Menhan Purnomo 
Yusgiantoro, dan sejumlah pejabat lainnya. Presiden langsung memimpin Ratas 
yang digelar di ruang tunggu tersebut. 

Seusai Ratas, Kapolri kepada mengatakan, Polri bersama TNI dan pemerintah 
daerah di Papua mengembangkan pendekatan kultural untuk menyelesaikan sejumlah 
masalah terkait keamanan di daerah tersebut. 

"Langkah-langkah seperti ini akan terus kita lanjutkan. Operasi yang berkaitan 
dengan penggalangan mengajak masyarakat untuk tidak melanggar hak apalagi 
melakukan langkah-langkah yang bertentangan dengan hak negara," katanya. 

Timur menjelaskan, beberapa waktu yang lalu 11 orang yang mengaku dari 
pemberontak bersenjata di Serui, Papua, menyerahkan diri kepada pihak berwajib 
dan menyatakan mendukung NKRI. 

"Di Serui, ada 11 orang yang menyerahkan diri yang awalnya dia melakukan atau 
menamakan diri pemberontakan bersenjata. Langkah-langkah ini selanjutnya adalah 
kerja keras Polri dan masyarakat di wilayah tersebut. Hari Sabtu kemarin 11 
orang menyatakan diri mendukung NKRI," katanya. 

Terkait dengan penyelesaian masalah perang suku di Timika, Kapolri juga 
mengharapkan melalui pendekatan kultural maka masalah tersebut dapat 
diselesaikan. 

Empat DPO Diburu 

Terkait keamanan di Papua, Kapolres Kota Jayapura AKBP Alfred Papare di 
Jayapura, Senin (25/6) siang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus 
mengejar empat orang yang diduga pelaku serangkaian aksi teror di Kota Jayapura 
sepanjang Mei-Juni tahun ini. 

Ia mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap salah satu tersangka yang 
masuk DPO kasus itu, yakni ZW pada Sabtu (23/6) di kawasan Jayapura Selatan. 

Penangkapan tersangka ZW ini didasarkan pada pengembangan penyelidikan terhadap 
JW, sesama tersangka pelaku pembunuhan Syaiful Bahri yang dibakar dalam 
mobilnya pada Selasa (22/5) di daerah Pekuburan Umum Waena, Distrik Heram, yang 
ditangkap lebih dulu Kamis (14/6) lalu. 

Hasil pemeriksaan tim reskrim terungkap keduanya hanya turut serta menghabisi 
nyawa korban, sementara pelaku utama masih dalam penyelidikan dan pencarian. 

Kapolres juga mengungkapkan masih ada empat orang lainnya yang masih terus 
diburu aparat keamanan hingga kini. Tiga orang di antaranya berinisial DW, SK, 
dan AM yang diduga terlibat kasus pembunuhan Syaiful Bahri, sopir mobil rental. 
Untuk kasus penembakan warga Jerman Pieter Dietmar Helmut ada satu orang 
berinisial DW. 

Menurutnya, DW juga diduga kuat terlibat atas serangkaian aksi penembakan dan 
pembakaran mobil rental yang menewaskan sopirnya Syaiful Bahri. Para DPO itu 
bisa dipastikan bukan residivis, karena belum ditemukan catatan kriminal oleh 
pihak kepolisian. 

Soal motif para tersangka melakukan serangkaian aksi teror dan penembakan, ia 
mengaku belum bisa memastikan dan masih menunggu pengembangan penyidikan. 
Alfred mengatakan, ketiga orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) 
tersebut disinyalir masih berada di wilayah Kota Jayapura. (Odeodata H Julia) 

(Sinar Harapan) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke