Ribuan warga Tionghoa Pontianak mandi buang sial
Sabtu, 23 Juni 2012 
 
Sejumlah warga Tionghoa bermain air saat melaksanakan tradisi mandi U-Shi atau 
mandi tengah hari, di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalbar, Sabtu (23/6). (FOTO 
ANTARA/Victor Fidelis Sentosa)

Pontianak (ANTARA News) - Ribuan warga Tionghoa di Kota Pontianak, Kalimantan 
Barat, menjalani tradisi mandi tengah hari atau mandi U-Shi di Sungai Kapuas, 
Sabtu, bertepatan dengan tanggal 5 bulan 5 tahun Imlek.

Mandi tengah hari ini diyakini dapat membawa keberuntungan dan membuang sial.

"Setiap tahun saya dan keluarga tanggal 5 bulan 5 tahun Imlek selalu mandi di 
Sungai Kapuas Pontianak untuk membuang sial pada diri sendiri dan keluarga," 
kata Cong Fap Phin salah seorang warga Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Ia menjelaskan tradisi mandi U-Shi sudah dilakukan turun-temurun sejak nenek 
moyangnya sehingga dia dan keluarga juga turut serta melestarikan budaya 
leluhurnya itu. Namun, mandi ini tidak diwajibkan.

"Mandi U-Shi hanya kepercayaan kami saja yang bermanfaat dalam membersihkan 
diri dan membuang sial," ungkapnya.

Hal senada juga diakui oleh Aheng warga Jalan Johar. Dia dan keluarganya mandi 
tengah hari setelah terlebih dahulu bersembahyang di kelenteng, memohon agar 
diberikan keberuntungan dan dihindarkan dari segala macam penyakit hingga satu 
tahun ke depan.

Sebelumnya, Pengurus Vihara Bodhisatva Karaniya Metta Pontianak Tjeng Tiau Sui 
mengatakan mandi U-Shi dimulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Lie Sau Fat atau XF Asali, seorang tokoh Tionghoa di Pontianak dalam bukunya 
"Aneka Budaya Tionghoa" menyatakan, kalangan tabib Tionghoa juga menggunakan 
air sungai yang mengalir antara pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB itu untuk 
campuran ramuan obat.

Dari pantauan di lapangan, ribuan warga Tionghoa Kota Pontianak baik tua dan 
muda mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB berduyung-duyun mandi di 
Sungai Kapuas untuk membersihkan diri dan berharap mendapat berkah.
http://jakartametronews.blogspot.com/
(A057)

Kirim email ke