http://www.hidayatullah.com/read/23377/29/06/2012/din-syamsuddin:-indonesia-stabil-karena-umat-islam-toleran-.html

Ijtima Ulama Internasional 


Din Syamsuddin: Indonesia Stabil karena Umat Islam Toleran 


       
      "kasus intoleransi adalah daerah-daerah yang populasi umat Islam-nya 
minoritas"/foto: ant  
     
     
     
     
     
Jum'at, 29 Juni 2012 


Hidayatullah.com---Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin 
menegaskan jika Indonesia bukanlah negara intoleran seperti yang dituduh 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tuduhan ini didasari atas maraknya 
kasus-kasus penolakan pendirian gereja dan penindasan umat Kristen oleh 
kalangan umat Islam di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Din saat menjadi pembicara pada diskusi bertema 
“Implementasi HAM dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Perspektif 
Indonesia” di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalatya, Jawa Barat, Jum’at 
(26/06/2012) malam.

Diskusi ini merupakan rangkaian acara Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama 
Indonesia (MUI) se-Indonesia ke-IV yang berlangsung mulai 29 Juni sampai 2 Juli 
2012.

Menurut Din tuduhan tersebut tidak mendasar. “Tidak bisa Indonesia stabil 
seperti yang dialami saat ini jika tidak ada toleransi mayoritas (umat Islam),” 
kata Din.

Justru, kata Din, yang sering terjadi kasus intoleransi adalah daerah-daerah 
yang populasi umat Islam-nya minoritas. “Kasus Poso dan Ambon adalah contoh,” 
tegasnya.

Din juga tidak setuju jika pertumbuhan gereja dan umat Kristen di Indonesia 
sangat kecil, seperti yang dikeluhkan tokoh-tokoh Kristen.

“Dalam buku Leo Suryadinata berjudul Indonesia’s Population dikatakan jika 
pertumbuhan populasi umat Islam 1,2 persen, sedang pertumbuhan populasi umat 
Kristen 2,4 persen,” paparnya.

Sementara, lanjut Din, ada tiga daerah di Indonesia yang pertumbuhan populasi 
umat Kristennya sangat signifikan. “Urutan pertama Kepulauan Riau delapan 
persen. Kedua, Sumatera Barat tujuh persen, dan urutan ketiga Jawa Barat,” 
jelas Din*

Rep: Ibnu Syafaat
Red: Cholis Akbar


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke