http://www.lampungpost.com/index.php/home/pencarian-berita/39-nasional/40518-minat-mahasiswa-indonesia-ke-rusia-rendah-.html

      Minat Mahasiswa Indonesia ke Rusia Rendah     

      Jumat, 06 July 2012 14:18  
      MOSKWA (Lampost.Com): Rusia merupakan negara terluas di dunia dan 
memiliki sejarah peradaban yang menakjubkan. Banyak juga perguruan tinggi yang 
bagus di negeri berjuluk 'Beruang Merah' ini. Tapi, mengapa hanya sedikit para 
pelajar Indonesia yang mau belajar di negara ini?

      "Mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia hanya 132 orang. Padahal, 
pelajar Malaysia yang belajar di sini sekitar 3.000 orang," kata Dubes RI untuk 
Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun, saat berbincang-bincang di Moskow, 
Kamis (6/7/2012).

      Seharusnya, pelajar Indonesia yang belajar di Rusia lebih banyak 
dibanding Malaysia. Sebab, populasi Indonesia jauh lebih banyak. Hal ini 
menjadi salah satu hal yang menjadi concern KBRI Moscow. Karena itu, KBRI akan 
melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Rusia 
dalam bidang pendidikan.

      Menurut Djauhari, sedikitnya pelajar mahasiswa Indonesia yang belajar di 
Rusia karena masih ada persepsi negatif terhadap bekas negara komunis ini. 
Padahal saat ini, negara Rusia, khususnya Moskow, sudah sangat berbeda dengan 
zaman pemerintahan Stalin dan Lenin. "Jadi persepsi negatif ini yang perlu kita 
ubah dulu," ujar dia.

      Padahal, kata Djauhari, selama ini banyak program beasiswa belajar ke 
Rusia yang ditawarkan pemerintah Rusia maupun pihak lain. Tapi, kesempatan ini 
masih belum banyak dimanfaatkan oleh warga Indonesia. "Jumlah 132 mahasiswa 
yang belajar di Rusia saat ini, 99 persen-nya juga karena mendapat beasiswa," 
kata dia.

      Memang, untuk mengubah persepsi negatif tentang Rusia bukan perkara 
mudah. Perlu ada upaya meyakinkan kepada publik yang terus menerus tentang 
kondisi Rusia saat ini. Apalagi banyak sekali hal yang bisa dipelajari di 
Rusia, termasuk soal kebudayaan maupun teknik-teknik terkait industri strategis.

      Djauhari mengatakan, saat ini KBRI telah melakukan komunikasi dengan 
banyak pihak untuk meningkatkan kerja sama pendidikan. Salah satunya dengan 
program tukar menukar pelajar. Selain itu, KBRI juga melakukan penjajakan kerja 
sama dengan universitas-universitas Islam di Rusia, agar mahasiswa Indonesia 
bisa belajar di Rusia dan sebaliknya.

      "Kerja sama dengan universitas Islam ini cukup penting. Sebab, Rusia ini 
memiliki warga muslim sekitar 24 juta orang dari total populasi 140 juta 
orang," kata Djauhari. Selain itu, Rusia juga memiliki sejarah panjang terkait 
masuknya Islam di negeri ini. "Selain bertemu dengan pimpinan 
universitas-universitas Islam, saya juga sudah bertemu para mufti di sini," 
sambung Djauhari.

      Saat ini Rusia merupakan salah satu negara moderen dengan pertumbuhan 
ekonomi yang sangat baik. Kota Moskow sangat indah, dengan berbagai bangunan 
berarsitektur yang aduhai. Aktivitas bisnis juga luar biasa. Sudah banyak 
negara dari berbagai belahan dunia ini yang berinvestasi di Rusia, termasuk 
Korea Selatan, China, dan Jepang. (DTC/U-4)
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke