Kalo hutangnya makin membesar dan terus ditambah dengan hutang baru, tanpa ada 
niatan utk mengurangi pokok hutang atau pengembalian pokok hutang ke Kreditur, 
gimana bakal berkurang ya ?
Kayaknya memang gak niat mengurangi hutang. Sementara pajak yang dibayarkan 
rakyat cuma digunakan untuk membayar gaji pejabat dan PNS.



--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> 
> Ref: Hutang luarnegeri NKRI per 31 Des 2010 adalah US$ 196 miliar.
> 
> http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/10/332303/4/2/Duh-Utang-Indonesia-masih-Besar
> 
> Ekonomi
> 
> 
> Duh, Utang Indonesia masih Besar 
> Penulis : Anshar Dwi Wibowo
> Selasa, 10 Juli 2012 23:50 WIB      
> Antara/ Dhoni Setiawan/vg
> JAKARTA--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono boleh saja berbangga hati 
> menyambut kedatangan Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional 
> (International Monetary Fund/IMF) Christine Lagarde ke Indonesia. 
> 
> Namun, meski Indonesia tidak lagi berhutang kepada IMF sejak 2005, sikap 
> jumawa haruslah dikesampingkan. Pasalnya, Indonesia masih memiliki cukup 
> banyak hutang. Hal ini diungkapkan pengamat ekonomi Drajad Wibowo saat 
> dihubungi Media Indonesia. 
> 
> "Terlihat dipermukaan kita sekarang minjamin IMF tapi kita masih berutang 
> besar sekali untuk utang dalam bentuk obligasi. Target obligasi negara bruto 
> pada 2012 Rp254,8 triliun, atau sekitar US$27,1 miliar," ujarnya melalui 
> sambungan telepon, Selasa (10/7). 
> 
> Bahkan, Drajad mengungkapkan, posisi utang pemerintah saat ini mencapai 
> Rp1.944 triliun atau lebih dari US$206 miliar. 
> 
> Menurut Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, 
> besarnya utang pemerintah belum diimbangi dengan pengelolaan yang optimal 
> untuk berbagai kegiatan produktif. Selama lima tahun terakhir, ia mencatat, 
> penyerapan anggaran tidak maksimal, akibatnya ada sekitar Rp100 triliun dana 
> yang tersisa. 
> 
> "Di atas kertas bagus tapi implementasinya masih harus diperbaiki. Utang 
> harus dipakai yang benar, jangan lantas kita bayar bunga untuk utang yang 
> tidak perlu," katanya. (AD/OL-2) 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke