Ref:  Apakah 120 pohon sanggup melindungi harimau? Kalau pohon-pohon ini di 
kemudian bisa menjadi besar sebagai pelindung, mungkin sudah  tidak ada lagi 
harimau.

http://news.detik.com/read/2012/07/15/155654/1965782/10/120-pohon-ditanam-di-hutan-kritis-jambi-untuk-lindungi-harimau-sumatra?9922022

Minggu, 15/07/2012 15:56 WIB 
120 Pohon Ditanam di Hutan Kritis Jambi untuk Lindungi Harimau Sumatra 
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda  
Jakarta Keberlangsungan hidup Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di 
Jambi yang terancam akibat dari perambahan hutan, membuat sebagian kalangan 
bejibaku untuk menyelamatkan hewan yang masuk pada kategori hewan yang harus 
dilestarikan.

Salah satunya kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Harimau Kita 
(FHK) dengan kelompok Hutan Harapan yang melakukan penanaman pohon di hutan 
kritis yang diakibatkan dari aktivitas perambahan hutan.

"Mengingat keberadaan harimau Sumatra yang semakin terdesak akibat tingginya 
alih fungsi lahan hutan dan kegiatan perambahan hutan yang berlangsung dalam 
skala besar. Keprihatinan ini pula kita melakukan kegiatan bersama sebagai 
bentuk kepedulian terhadap perlindungan habitat dan pelestarian Harimau Sumatra 
(Panthera tigris sumatrae)," kata Surya Kusuma Head of Public Affair Harapan 
Rainsforest dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (15/7/2012).

Surya menjelaskan, kegiatan bersama dalam bentuk penanaman 120 batang pohon 
hutan dari berbagai jenis ini berlangsung di lokasi bekas perambahan di dalam 
kawasan Hutan Harapan di Kabupaten Batang hari, Jambi. Lokasi penanaman 
tersebut sebelumnya pernah dirambah dan sempat ditanami tanaman kelapa sawit.

Masih menurut Surya, kawasan Hutan Harapan adalah hutan restorasi ekosistem 
(dipulihkan untuk menjadi hutan alam kembali) yang sedang menghadapi ancaman 
agresif perambahan.

Kegiatan perambahan di hutan ini berlangsung dalam skala besar, sehingga tidak 
hanya menghancurkan pohon-pohon hutan, tetapi juga menyingkirkan keberadaan 
beragam satwa, termasuk beragam jenis burung rangkong dan harimau. 

"Harimau Sumatra merupakan spesies harimau terakhir yang dimiliki Indonesia 
setelah dua kerabatnya, yaitu Harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau 
Jawa (Panthera tigris sondaica), sudah dinyatakan berstatus punah," kata Surya. 

Secara simbolik, kata Surya, kegiatan ini menunjukkan optimisme bahwa Hutan 
Harapan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan perambahan yang merusak 
lahan hutan dan mengancam keberadaan satwa di dalamnya.

"Kami juga memperlihatkan kepada publik, bahwa apa yang sudah dirusak, cepat 
atau lambat akan kami perbaiki dan tanami kembali. Kami tidak akan pernah 
menyerah dan akan terus menghutankan kembali kawasan hutan yang sudah dirusak 
oleh para perambah," katanya.

Senada disampaikan Executive Officer Forum Harimau Kita (FHK), Hariyawan Agung 
Wahyudi. Dia menjelaskan, kondisi ini diperburuk lagi, dengan kedatangan 
perambah dalam jumlah besar yang tidak hanya mempersulit ruang gerak satwa, 
tetapi juga berpotensi memusnahkannya. 

Sebab, kegiatan perambahan kerap kali diikuti pula dengan aktivitas perburuan 
satwa. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya ditemukan aneka perangkap satwa 
yang ditebar di dalam kawasan hutan.

"Dengan penanaman pohon bersama ini, kita ingin menunjukkan bahwa restorasi 
ekosistem hutan adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan konservasi harimau 
Sumatra yang kami lakukan selama ini," kata Hariyawan Agung.

"Kami optimistis, kegiatan bersama ini akan semakin menyatukan tekad dan 
langkah kita semua yang bergerak di bidang restorasi ekosistem dan konservasi, 
untuk menyelamatkan hutan Sumatera dari kerusakan akibat ulah manusia," tutup 
Agung.

(cha/nal) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke