Ref: Apakah kalau pengiriman TKI naik ini tanda pengganguran meningkat?

http://www.pikiran-rakyat.com/node/196092


Jumlah kiriman TKI Cianjur Naik 9 Persen
Senin, 16/07/2012 - 01:36 


CIANJUR, (PRLM).- Jelang puasa, kiriman uang Tenaga Kerja Indonesia asal 
Kabupaten Cianjur yang ada di sejumlah negara naik dibandingkan bulan-bulan 
biasanya. Bahkan, jika dibandingkan tahun lalu saat jelang puasa kenaikan 
kiriman uang para TKI ini mencapai 9 persen.

"Dari data kami, jumlah peningkatan tersebut hanya untuk Juni ini saja. Kiriman 
dari para TKI yang bekerja di luar negeri mencapai Rp47,7 miliar. Sedangkan 
tahun lalu, jumlah pemasukan mencapai Rp43,6 miliar," kata Manager Penjualan PT 
Pos Kantor Pos Kabupaten Cianjur, Suhana saat dikonfirmasi, Minggu (15/7/12).

Suhana menuturkan diprediksi peningkatan akan terus terjadi, bahkan jelang 
lebaran mendatang. Diperkirakan kiriman uang jelang lebaran akan lebih banyak 
dibanding tahun lalu. “Untuk tahun lalu, dalam satu bulan saja bisa mencapai 
Rp60 miliar. Kami prediksi di tahun ini akan meningkat," tuturnya.

Hal tersebut, kata Suhana, juga dilihat dari peningkatan yang selalu terjadi 
setiap bulannya yang mencapai 10 persen. Tidak hanya itu saja, dalam satu bulan 
ini, sudah terjadi peningkatan hingga 9 persen dibandingkan tahun lalu.

"Peningkatan tersebut terjadi selain adanya peningkatan jumlah uang yang 
dikirim juga dikarenakan peningkatan jumlah TKI yang mengirimkan. Hal ini bisa 
dikatakan jumlah TKI Cianjur setiap tahunnya meningkat," ucapnya.

Sebagian besar kiriman uang ke Cianjur, kata Suhana, yang berasal dari TKI yang 
bekerja dari wilayah Timur Tengah, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab 
(UEA). Prosantasenya bisa mencapai 80 persen.

Lebih lanjut Suhana mengatakan hasil kiriman uang TKI kepada pihak keluarga, 
diarahkan oleh PT Pos untuk tidak diambil sepenuhnya. Namun, disisihkan dengan 
cara menabung. "Jadi saat pengambilan oleh keluarga TKI kami sarankan untuk 
sebagian membuka tabungan di Kantor Pos. Namun, itu hanya sebatas saran tidak 
ada paksaan," ujarnya.

Program tersebut, kata Suhana, baru berjalan 35 persen dari jumlah penerima 
yanga ada. “Masih Kami lakukan sosialisasi terus menerus. Kami berharap, 
kiriman TKI ini tidak langsung sekali habis dimanfaatkan oleh keluarganya, tapi 
dapat disimpan untuk kebutuhan yang tak diduga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Cianjur, Sumitra mengatakan 
peningkatan kiriman uang tidak terlepas dari peningkatan jumlah TKI yang 
bekerja di luar negeri. Padahal, Disnaker telah mengeluarkan moratorium untuk 
menghentikan sementara pengiriman TKI ke luar negeri.

"Namun anemo masyarakat untuk jadi TKI tinggi oleh karena itu jumlah TKI tiap 
tahun trennya naik. Moratorium hanya untuk negara tertentu. Sedangkan negara 
seperti malaysia dan beberapa negara timur tengah masih bisa mengirimkan TKI," 
ucapnya. (A-186/A-108)***


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke