Ref: Hanya angin sepoi-sepoi basah sudah menimbulkan problem apalagi kalau 
datang badai disebabkan ledakan demografi situasinya akan sangat parah dan 
tidak teratasi.

http://www.harianterbit.com/2012/07/15/badai-demografi-ancam-indonesia/

Badai Demografi Ancam Indonesia
Fenty Risya Wardhany — HARIANTERBIT.COM
Minggu, 15 Juli 2012 21:51 WIB 

JAKARTA — Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif dalam jumlah yang sangat 
besar pada satu hingga tiga dekade ke depan akan mengakibatkan terjadinya 
“badai” demografi yang mengancam bangsa jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Bayangkan jika jumlah angkatan kerja harus menanggung beban kelompok usia anak 
dan lansia yang semakin besar jumlahnya,” kata Deputi Keluarga Sejahtera dan 
Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 
(BKKBN), Sudibyo Alimoeso di Universitas Indonesia, Depok, kutip Antara, Sabtu 
(14/7).

Hal tersebut disampaikan Sudibyo pada acara “Debat Masalah Kependudukan di 
Kalangan Generasi Muda dalam rangka Memperingati Hari Kependudukan Sedunia 
tahun 2012″ yang juga dihadiri oleh narasumber Guru Besar Fakultas Ekonomi 
Universitas Indonesia Prof. Dr. Sri Moertiningsih Adioetomo.

Sudibyo menjelaskan, meningkatnya jumlah usia produktif yang sebenarnya 
merupakan bonus demografi bisa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan 
baik.

Sebaliknya, ledakan angkatan jumlah usia produktif pada saat itu yang sebagian 
besar merupakan para remaja dan generasi muda pada saat ini bisa berdampak 
positif jika dimanfaatkan dan dikelola dengan sangat baik.

“Pengelolaan tersebut bisa dari peningkatan kualitas pendidikan, kualitas 
kesehatan dan penguatan karakter bangsa sehingga jumlah usia produktif yang 
sangat besar tidak akan menjadi masalah jika mereka merupakan orang-orang 
berkualitas,” katanya.

Dia menambahkan, jika peningkatan jumlah usia produktif tersebut diisi oleh 
manusia dengan kualitas sumber daya yang rendah termasuk tingkat pendidikan dan 
kemampuannya maka akan menjadi beban negara salah satu contohnya adalah 
mengakibatkan pengangguran.

“Jika usia produktif merupakan sumber daya berkualitas maka akan bisa bersaing 
dengan sesama generasinya baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga 
tidak akan susah mencari pekerjaan bahkan bisa menciptakan lapangan kerja 
termasuk mengembangkan teknologi dan lain sebagainya yang bermanfaat bagi 
pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof. Dr. Sri 
Moertiningsih Adioetomo membenarkan bahwa bonus demografi bisa menjadi jendela 
peluang atau malah menimbulkan dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.

Dia menjelaskan, salah satu upaya dalam mengelola bonus demografi adalah 
mengintensifkan program keluarga berencana, meningkatkan kualitas sumber daya 
manusia, meningkatkan kualitas kesehatan dan memanfaatkan teknologi dengan 
sangat baik.//mulya/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke