http://www.harianterbit.com/2012/07/21/sby-mestinya-mundur-dari-dewan-pembina-pd/

Supaya Diikuti para Menterinya
SBY Mestinya Mundur dari Dewan Pembina PD
 
--------------------------------------------------------------------------------

  a.. 
  b.. c.. Maghfur Ghazali — HARIANTERBIT.COM
Sabtu, 21 Juli 2012 14:15 WIB 

JAKARTA – Setidaknya ada tiga menteri yang rangkap jabatan sekaligus ketua 
partai politik (parpol), seperti Muhaimin Iskandar, Hatta Radjasa dan Surya 
Darma Ali. Karena itu, sudah saatnya Presiden SBY memberi peringatan kepada 
mereka untuk segera melepaskan jabatan di parpol sehingga bisa fokus bekerja. 
Begitu juga dengan SBY yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Dewan Pembina 
Partai Demokrat.

“Karena itu, sebaiknya SBY dan para menteri yang masih menjabat sebagai ketua 
partai politik harus segera menanggalkan jabatannya di parpol. SBY harus member 
contoh kepada para menterinya agar bisa bekerja lebih fokus,” tegas pengamat 
politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego kepada 
Harian Terbit, Sabtu (21/7).

Indria mensinyalir dengan kondisi seperti sekarang ini, tampaknya SBY mengatur 
strategi agar bisa mengatur DPR dan mengikat partai. Padahal, dalam kinerja 
rangkap jabatan sangat tidak baik, karena ada salah satu pekerjaan yang 
ditinggalkan sehingga tidak fokus mengurus rakyat.

“Karenanya, saya sangat tidak setuju kalau ketua partai dijadikan menteri. Bisa 
saja jabatan menterinya akan terbengkalai ketika musim kampanye. Indonesia ini 
sangat luas, sehingga ketika berkampanye akan keliling Indonesia berarti dia 
meninggalkan jabatannya sebagai menteri. Sebaliknya, apabila tidak keliling, 
kader partainya akan menunggu di daerah-daerah,” tegasnya.

Menurut dia, belum lagi biaya perjalanan mereka ke daerah itu cukup mahal, 
sehingga akan menghabiskan dana yang seharusnya bisa dipergunakan untuk 
kepentingan pemberdayaan masyarakat. Mestinya SBY jangan mengangkat menterinya 
dari ketua partai.

Sebaiknya, kata dia, memilih menteri itu seseorang yang menguasai bidangnya. 
Kalaupun ingin mengambil dari kalangan partai sebaiknya jangan seseorang yang 
sedang menjabat di partai. Ambilah dari anggota-anggotanya yang menguasai 
permasalahan.

“Menurut saya SBY itu sudah salah sejak awal. SBY sebaiknya jangan hanya 
mementingkan diri sendiri untuk mengikat mereka demi kepentingan golongan 
sendiri,” tuturnya.

Pengamat hukum tata negara, Irman Putra Sidin mengemukakan, menteri memang 
sebaiknya tidak rangkap jabatan di partai politik. Selama mengurus parpol 
merangkap menteri bisa jadi musuh dalam selimut.

“Menteri memang sebaiknya tidak boleh mengurus parpol karena ketika sudah 
menjadi menteri, maka harus fokus membantu presiden menjalankan kekuasaan 
pemerintahan,” kata Irman.

Irman mengatakan, keadaan ini bisa berdampak buruk bagi negara. Bukan hanya 
kepada menteri, presiden juga tak boleh mengurus parpol. Selama seorang 
presiden masih menjadi ketua dewan pembina atau majelis kehormatan sebuah 
parpol otomatis presiden juga mengurus parpol.

“Kalau semua mengurus parpol, baik presiden maupun menteri, tanpa sadar di 
dalam kekuasaan pemerintahan sedang terjadi perang antar-parpol dengan memakai 
jubah menteri dan jubah presiden,” kata Irman.//junaedi/akhir


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke